Fan Inter Milan Pelempar Flare ke Arah Emil Audero Ditangkap Polisi, Berpotensi Dapat Hukuman Berat - Bolasport
BOLASPORT.COM - Pelempar petasan dalam laga Cremonese vs Inter Milan yang mencederai Emil Audero telah ditangkap pihak kepolisian.
Kiper Timnas Indonesia itu dilempar petasan saat timnya tengah tertinggal 0-2 pada awal babak kedua, Minggu (1/2/2026) dini hari WIB.
Insiden terjadi saat petasan dilemparkan pendukung lawan ke arah kiper berusia 29 tahun tersebut.
Tampak suara petasan meledak di tengah-tengah laga dan asap mengepul di udara, sehingga Emil Audero terkapar.
Hal tersebut membuat laga terhenti karena dirinya harus mendapat perawatan intensif dari tim medis.
Setelah beberapa saat mendapat perawatan intensif, Audero kemudian tetap tampil hingga pertandingan usai.
Emil Audero merasakan sakit yang hebat di bagian telinga dan lututnya serasa terbakar.
“Saya baik-baik saja, meskipun saya merasakan sakit yang hebat di telinga dan sensasi terbakar di lutut saya,” ujar Emil Audero dikutip dari Football Italia.
Baca Juga: Bangganya Cremonese dengan Sikap Kiper Timnas Indonesia Emil Audero usai Terkena Lemparan Petasan
Media asal Italia, RAI melaporkan bahwa DIGOS atau unit khusus kepolisian Italia telah menangkap pria 19 tahun yang diduga melempar petasan.
Remaja tersebut disebut terkait dengan salah satu kelompok suporter Inter Milan, Vikings yang dipimpin Nino Ceccarelli.
Penangkapan dilakukan oleh DIGOS setelah melakukan analisis mendalam terhadap rekaman di seluruh area stadion.
"Dalam penyelidikan DIGOS, berkat analisis gambar dari sistem pengawasan video stadion, yang dicocokkan dengan gambar yang diambil oleh Kepolisian Forensik, para penyidik dapat mengidentifikasi "pelaku pelemparan petasan, yang karenanya ditempatkan di bawah 'penangkapan tertunda dalam waktu 48 jam setelah kejadian,' sebagaimana dipersyaratkan oleh undang-undang yang memerangi kekerasan dalam olahraga," tulis laporan RAI.
Namun, penggemar yang ditangkap bukanlah sosok yang tengah dirawat di rumah sakit gara-gara mengalami cedera akibat salah melempar flare.
Pria yang dirawat di rumah sakit harus kehilangan tiga jari tangannya.
Dikutip dari laporan yang sama, DIGOS dipastikan bakal terus melanjutkan investigasi.
Bukan tak mungkin ada lebih banyak pelaku pelemparan flare yang akan ditangkap aparat keamanan Italia.
Baca Juga: Pelatih Cremonese Ketakutan usai Kiper Timnas Indonesia Emil Audero Kena Flare Fan Inter Milan
"Sementara itu, investigasi Cremona DIGOS terus berlanjut untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas "pelemparan petasan lainnya yang dilakukan sesaat sebelum dimulainya pertandingan," tulis laporan RAI.
Dikutip dari Sky Sports Italia, sanksi berat juga sudah dijatuhkan kepada penggemar Inter Milan usai insiden pelemparan flare ke arah Emil Audero.
Kementerian Dalam Negeri Italia melarang penggemar Inter Milan menyaksikan laga tandang sampai 23 Maret 2026.
Tim tuan rumah juga melarang penjualan tiket ke masyarakat sekitar Lombardia (wilayah tempat bernaung Inter Milan).
"Menyusul gangguan serius yang terjadi dalam pertandingan Serie A yang dilaksanakan di Cremona pada 1 Februrari 2026, Kementerian Dalam Negeri telah memerintahkan larangan perjalanan kepada fans Inter sampi 23 Maret 2026," tulis pernyataan Kementerian Dalam Negeri Italia dikutip dari Sky Sports.
"Serta larangan penjualan tiket pertandingan yang sama kepada penduduk Lombardy," imbuhnya.
Langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya insiden yang mengganggu jalannya pertandingan olahraga.
"Bertujuan untuk memastikan perlindungan ketertiban dan keamanan publik serta mencegah terulangnya insiden yang dapat mengganggu jalannya acara olahraga secara teratur," tulis pernyataan Kementerian Dalam Negeri Italia dikutip dari Sky Sports.