Permintaan Unik Chelsea dan AC Milan Selama di Jakarta, Aturan Dapur hingga Menu Makanan - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Rabu, 29 Juli 2026 | 05:20 WIB
Promotor ungkap permintaan unik dari Chelsea dan AC Milan yang bakal main di Jakarta dalam laga bertajuk Indonesia Super Cup 2026, pada Sabtu, 8 Agustus 2026. (DAVID GRAY/AFP)
BOLASPORT.COM - CEO Nine Sport, Arif Putra Wicaksono, membeberkan rincian menarik di balik layak mengenai permintaan khusus atau riders dari dua klub raksasa Eropa, Chelsea dan AC Milan selama berada di Jakarta.
Seperti diketahui, Chelsea dan AC Milan dijadwalkan akan menjalani pertandingan uji coba dalam laga bertajuk Indonesia Super Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (8/8/2026).
Mendatangkan klub papan atas dunia dari Inggris dan Italia tersebut tentu saja bukan perkara mudah bagi promotor.
Selain berbicara soal kontrak pertandingan, tentu saja ada permintaan yang harus dipenuhi oleh penanggung jawab acara.
Ini tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi promotor dan CEO Nine Sport, Arif Putra Wicaksono membongkar permintaan dari The Blues dan I Rossoneri.
Ia mengungkapkan bahwa ada perbedaan standar yang cukup signifikan antara klub Inggris yakni Chelsea dengan tim Italia AC Milan tersebut.
AC Milan dinilai sangat perfeksionis terkait kualitas makanan para pemainnya.
Bahkan mereka menetapkan standarisasi jarak yang sangat spesifik antara dapur dan meja makan para pemain.
“Riders pertama kali kita buat itu jadi suatu hal yang unik buat kita. Terus juga perbedaannya cukup signifikan antara tim Eropa atau tim Asia atau bahkan tim Eropa kelas menengah, tim Eropa
papan atas,” ujar Arif Putra Wicaksono kepada awak media termasuk BolaSport.com, Selasa (28/7/2026).
“Dan sejauh ini kedua klub ini juga memberikan pengalaman yang sangat unik buat kita. Chelsea punya standarisasi yang beda, tapi kalau Milan itu dia punya standarisasi yang cukup tinggi dari segi makanan,” ucapnya.
“Dia nggak mau dapurnya itu lebih jauh 10 meter dari tempat makan mereka. Jadi kedaluwarsa saji itu menjadi suatu hal yang penting.”
Detail ini menjelaskan mengapa kualitas kuliner Italia begitu mendunia, bahkan bago para atletnya, kesegaran makanan yang baru keluar dari dapur adalah hal yang mutlak.
“Mungkin juga kita jadi tahu kenapa masakan Italia sangat terkenal di dunia karena bahkan pemain-pemain bolanya saja untuk makanan tuh mereka bener-bener mikirin makanan yang yang proper-lah,” jelas Arif.
Berbeda dengan AC Milan yang sangat detail untuk urusan perut, Chelsea justru menunjukkan sisi yang lebih praktis, terutama saat pertandingan berakhir.
Arif mengaku bahwa ada perbedaan kontras mengenai apa yang dikonsumsi pemain kedua tim setelah main di lapangan nantinya.
“Dan juga sebagai sedikit insight saja, setelah selesai pertandingan ini, Chelsea memilih untuk sekedar makan sandwich,” kata Arif melanjutkan.
Baca Juga: Gara-gara Chelsea dan Man City, Liverpool Kena Getok Harga buat Gaet Barcola dari PSG
“Tapi Milan itu dia minta satu ruangan untuk melakukan full feast (jamuan lengkap). Mereka ingin benar-benar makan yang proper, bukan sekedar selesai main kelaparan gitu saja,” ungkapnya.
Arif tak mengelak bahwa mengelola kebutuhan skuad yang dihuni puluhan pemain bintang memberikan tantangan yang luar biasa.
Baginya, tingkat kerumitannya jauh melampaui saat promotor harus mendatangkan musisi atau penyanyi papan atas dunia.
Menariknya, ia memberikan perumpamaan unik untuk menggambarkan betapa banyaknya permintaan para pemain kelas dunia yang akan mentas di Jakarta nanti.
“Ya sisanya kalau yang unik-unik masih banyak, karena kalau kita bawa konser gitu ya artis, biasanya artisnya satu-dua, anggaplah ada satu Madonna,” ucap Ariflagi .
“Tapi kalau klub bola tuh biasanya Madonna-nya ada 20 masing-masing klub,” tuturnya.
Selain itu, Arif pun mengaku bahwa salah satu yang menjadi sorotan oleh kedua klub top Eropa tersebut soal rumput GBK.
Ia mengeklaim bahwa Chelsea dan AC Milan sudah memastikan kondisi rumput GBK dinilai siap dan sudah memenuhi standar.
“Jadi dari segi rumput tuh yang pertama basic, mereka merasa nyaman karena itu investasi terbesar mereka adalah pemain. Jadi dari segi rumput sudah aman, sisanya ya mereka cukup mengertilah kita bukan Eropa gitu saja,” pungkasnya.