Gianni Infantino Tak Pernah Pertimbangkan untuk Mengundurkan Diri - Semua Halaman - Superball
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:13 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino tidak pernah mempertimbangkan untuk mengundurkan diri. (MANDEL NGAN/AFP)
SUPERBALL.ID - Presiden FIFA Gianni Infantino menepis pertanyaan mengenai apakah ia pernah mempertimbangkan untuk mengundurkan diri menyusul kegagalan proposal 'FIFA Forward Enterprise' (FFE).
Infantino justru menekankan dukungan kuat yang ia peroleh dari asosiasi anggota di seluruh dunia.
Tiga bulan setelah menghadapi desakan untuk mundur, yang dipicu oleh keputusannya membatalkan proposal yang mengharuskan investasi swasta dalam entitas baru untuk mengelola hak komersial turnamen-turnamen utama FIFA, Infantino kini berada dalam posisi yang kuat.
Peluangnya untuk terpilih kembali semakin menguat pada hari Jumat ketika para pemimpin sepak bola Asia menyatakan dukungan penuh bagi dirinya untuk menjabat selama periode keempat.
Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, menyatakan bahwa Asia bersatu dalam mendukung Infantino.
Baca Juga: FIFA ASEAN Cup Menghadapi Tanda Tanya Besar Menyusul Langkah Terbaru FIFA
"Saya dipilih oleh 211 asosiasi anggota dari seluruh dunia," ujar Infantino kepada BBC, seraya menanggapi pertanyaan tentang kemungkinan ia mundur dengan tawa.
"Menurut saya, yang terpenting adalah dalam organisasi seperti FIFA, perbedaan pandangan dan beragam perspektif merupakan hal yang wajar."
"Namun, jika kita sungguh-sungguh menjunjung demokrasi dengan keyakinan bahwa setiap orang, di mana pun mereka berada, memiliki hak suara dan pendapat yang setara, serta bahwa sepak bola adalah milik semua orang, maka kita juga harus menghormati pandangan dari mayoritas besar."
"Saya baru saja kembali dari Tokyo, di mana AFC telah menyatakan dukungan penuhnya kepada saya."
"Saya juga sempat berkunjung ke Tanjung Verde, tempat negara-negara Afrika turut menyampaikan dukungan mereka."
"Saya terus berkomunikasi dengan seluruh asosiasi di berbagai belahan dunia."
Sebelumnya, AFC sempat bergabung dengan badan pengatur sepak bola Eropa (UEFA) serta CONCACAF yang mewakili Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia, dalam mengkritik proposal FIFA tersebut.
Akan tetapi, perpecahan di dalam CONCACAF, ditambah dengan perubahan sikap dari pihak AFC, membuat Eropa semakin terisolasi.
Hal ini sekaligus menegaskan tidak adanya kandidat alternatif yang mampu menantang posisi Infantino sebagai presiden FIFA.
Infantino berencana untuk mencalonkan diri demi masa jabatan keempat, yang akan memperpanjang masa kepemimpinannya hingga tahun 2031.
Para calon potensial harus mengajukan pencalonan mereka paling lambat tanggal 18 November.
Dalam rapat Dewan FIFA di Zurich pekan lalu, ia meminta maaf atas cara penanganan usulan tersebut.
Namun, hal itu tidak cukup untuk meredakan kekecewaan asosiasi sepak bola Eropa, seperti dari Jerman dan Inggris.
Meskipun demikian, pria berusia 56 tahun yang merupakan keturunan Swiss-Italia ini menambahkan bahwa 'tidak masalah untuk berbeda pendapat, tetapi setelah itu kita harus terus melangkah maju'.
"Ada berbagai sudut pandang yang berbeda," ujarnya.
"Tidak selalu mudah untuk menyatukan semua pihak, tetapi kita harus saling menghormati."
"Dan saya sungguh menghormati semua pendapat serta perspektif yang ada."
"Pada akhirnya, keputusan mengenai siapa yang akan menjabat sebagai presiden dan bagaimana FIFA dijalankan sepenuhnya berada di tangan asosiasi anggota FIFA."