Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured FIFA Johor Darul Ta'zim Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    FIFA Jatuhkan Sanksi untuk Klub Terbaik Malaysia usai Melanggar Aturan - Semua Halaman - Superball

    5 min read

     

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • BOLA
  • Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:28 WIB

    Winger milik Timnas Malaysia dan Johor Darul Ta'zim, Arif Aiman Hanapi, (tengah) berselebrasi usai mencetak gol.Winger milik Timnas Malaysia dan Johor Darul Ta'zim, Arif Aiman Hanapi, (tengah) berselebrasi usai mencetak gol. (INSTAGRAM.COM/OFFICIALJOHOR)

    SUPERBALL.ID - Komite Disiplin FIFA telah menjatuhkan sanksi kepada Johor Darul Ta'zim (JDT) setelah klub terbaik Malaysia itu melanggar Peraturan Kliring FIFA.

    Dilansir SuperBall.id dari New Straits Times, Johor Darul Ta'zim gagal melewati penilaian kepatuhan wajib berdasarkan Peraturan Kliring FIFA.

    Berdasarkan peraturan FIFA, klub harus melewati proses verifikasi wajib sebelum lembaga kliring dapat memproses dan mencairkan kompensasi pelatihan.

    Penilaian ini memastikan kepatuhan terhadap hukum anti pencucian uang, pendanaan kontra terorisme, dan sanksi internasional.

    Baca Juga: Malaysia Dilarang Rombak Skuad usai Nyaris Pecundangi Timnas Indonesia

    Klub-klub pembina awal tidak dibayar sesuai jadwal setelah JDT gagal menyelesaikan proses verifikasi dalam batas waktu yang ditentukan.

    Klub pembina awal adalah klub-klub sepak bola yang mendidik, melatih, dan membesarkan seorang pemain pada masa mudanya (12-21 tahun).

    Sanksi yang diberikan kepada JDT berupa pengenaan biaya administrasi sebesar 2,5 persen pada 31 perintah pembayaran terpisah.

    Sanksi tersebut berasal dari keterlambatan pembayaran kompensasi pelatihan kepada klub pembina awal pemain dengan total 44.878,68 euro.

    Dengan demikian, biaya administrasi yang dikenakan diperkirakan sebesar 1.122 euro (2,5 persen dari total kompensasi).

    31 perintah pembayaran tersebut melibatkan transfer penyerang Kolombia Jorge Leonardo Obregon dari HNK Rijeka (Kroasia) dan striker kelahiran Brasil Joao Figueiredo dari RAMS Basaksehir (Turki).

    Figueiredo sebelumnya termasuk di antara tujuh pemain yang diskors oleh FIFA dan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dalam kasus penting terkait proses naturalisasi yang melibatkan dokumen palsu.

    "Komite mengingatkan dalam hal ini bahwa pungutan tersebut berfungsi sebagai pengganti bunga atas keterlambatan pembayaran, karena kegagalan pertama Responden dalam penilaian kepatuhan mencegah klub pelatihan menerima imbalan pelatihan mereka tepat waktu," bunyi pernyataan Komite Disiplin FIFA.

    Pernyataan tersebut juga mengungkapkan bahwa klub tidak memberikan pembelaan sebelum sanksi tersebut dijatuhkan pada 22 September dan gagal mengirimkan tanggapan dalam jangka waktu tiga hari.

    "Tidak ada tanggapan yang diajukan oleh pihak tergugat dalam batas waktu yang diberikan," bunyi pernyataan tersebut.

    Baca Juga: Alih-alih Cari Validasi Lewat Penghargaan AFC, Federasi Malaysia Diminta Pulihkan Reputasi

    Sementara itu, JDT mengatakan telah mengambil tindakan disiplin yang melibatkan beberapa anggota staf.

    JDT menemukan bahwa korespondensi dari FIFA terkait dengan proses di bawah Peraturan Kliring FIFA telah diabaikan.

    CEO JDT, Luis Garcia, mengatakan bahwa manajemen senior klub tidak mengetahui masalah tersebut sampai investigasi internal dilakukan.

    Garcia mengatakan bahwa investigasi tersebut mengidentifikasi kekurangan dalam cara klub menangani korespondensi dengan FIFA dan bahwa klub telah mengambil tindakan sebagai tanggapan.

    "Manajemen tingkat atas klub tidak mengetahui masalah ini dan setelah penyelidikan internal, kami menemukan bahwa korespondensi dengan FIFA mengenai masalah ini telah diabaikan," kata Garcia.

    "Kami telah mengidentifikasi beberapa individu yang bertanggung jawab dan telah mengambil tindakan yang diperlukan," tambahnya.

    Menanggapi sanksi finansial, Garcia menggambarkan pungutan 2,5 persen yang dikenakan pada 31 perintah pembayaran sebagai jumlah yang tidak berarti.

    Kendati demikian, mantan pemain Liverpool itu menekankan bahwa klub menganggap serius kelalaian administratif tersebut.

    "Meskipun pungutan 2,5 persen yang dikenakan mungkin tampak kecil, JDT menanggapinya dengan serius dan akan memastikan tidak ada kejadian serupa di masa mendatang," ucap Garcia.

    Pernyataan tersebut memberikan penjelasan mengapa JDT gagal memberikan tanggapan sebelum Komite Disiplin FIFA mengeluarkan keputusannya pada 22 September.

    Komentar
    Additional JS