Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home An Se-young Berita Bulu Tangkis Bulu Tangkis indonesia Featured Juara Spesial Susy Susanti

    An Se-young Juara Denmark Open 2026, Rekor Susi Susanti Terlewati di Tengah Cedera - Tribunnews

    6 min read

     


    Laman resmi BWF A-A+ JUARA - Tunggal putri Korea, An Se-young, menjuarai gelaran Denmark Open 2026 di Jyske Bank Arena, Odense, Denmark, pada 18 Oktober 2026. Gelar An Se-young diwarnai rekor dan cedera. (BWF) 
    Ringkasan Berita:
    • An Se-young menjuarai Denmark Open 2026
    • Gelar ke-47 membuat An Se-young melewati rekor 46 gelar milik Susi Susanti
    • An Se-young sempat tergelincir sebelum bangkit dramatis di gim penentuan

    TRIBUNNEWS.COM - An Se-young menorehkan sejarah baru di Denmark Open 2026 setelah merebut gelar juara ke-47 dalam kariernya, tetapi pencapaian tersebut harus dilalui dengan kondisi fisik yang tidak ideal setelah sempat tergelincir di tengah pertandingan.

    Pebulu tangkis tunggal putri nomor satu dunia itu mengalahkan Akane Yamaguchi dalam final dramatis di Jyske Bank Arena, Minggu (18/10/2026), dengan skor 21-23, 21-14, 21-18.

    An Se-young bahkan sempat berada dalam posisi sulit ketika tertinggal 5-11 pada interval gim penentuan.

    Akan tetapi sang juara bangkit dengan merebut 11 dari 12 poin berikutnya untuk membalikkan keadaan.

    Comeback tersebut mengantarkan An Se-young mengamankan kemenangan sekaligus menjadikannya pemain tunggal putri dengan koleksi gelar internasional terbanyak dalam sejarah bulu tangkis.

    Raihan ke-47 itu membuat An melewati legenda Indonesia, Susi Susanti, yang sebelumnya memegang rekor tersebut dengan 46 gelar internasional.

    "Saya ingin membuat banyak sejarah dan memecahkan rekor, tetapi saya fokus pada satu pertandingan pada satu waktu," kata An Se-young mengutip BWF.

    Baca juga: Ujian Unik An Se-young di Denmark Open 2026, Rising Star India Datang dengan Polesan Pelatih Korea

    Pencapaian tersebut menjadi semakin istimewa karena An Se-young tidak mendapatkannya dengan mudah.

    Apalagi dengan kondisi fisiknya yang sempat membuat sang juara harus memikirkan langkah setelah pertandingan berakhir.

    An Se-young Sempat Tergelincir

    An Se-young mengalami insiden tergelincir ketika pertandingan memasuki gim kedua.

    Dari insiden itu ia mengakui bahwa masih harus mengevaluasi dampak yang dirasakan setelah pertandingan berakhir.

    "Saya tidak merasa baik-baik saja, kondisi lapangan cukup sulit dan saya tergelincir, saya akan memeriksa kondisi saya dan berbicara dengan pelatih fisik saya," ujarnya.

    Setelah berdiskusi dengan timnya, An Se-young baru akan menentukan langkah berikutnya.

    Sayangnya, gangguan tersebut tidak menghentikannya untuk menyelesaikan perjuangan hingga mengangkat trofi Denmark Open 2026.

    Pada gim penentuan, kondisi lapangan di sisi yang lebih lambat justru membantunya untuk mendapatkan kembali kepercayaan dirinya setelah sempat tertinggal jauh dari Akane.

    "Saya merasa lebih percaya diri karena sisi lapangan itu lebih lambat, saya memiliki kepercayaan diri lebih besar dan menjadi lebih bersemangat, saya berpikir, 'Ini kemenangan saya,'" tuturnya.

    Denmark Seperti Rumah bagi An Se-young

    Di tengah kondisi fisiknya yang belum sepenuhnya pulih, An Se-young tetap menunjukkan kebahagiaan karena dukungan penonton Denmark.

    Dukungan itu menjadi salah satu energi tambahan dalam perjalanannya merebut gelar bersejarah tersebut.

    lihat fotoPOLYTRON INDONESIA OPEN - Ekspresi kegembiraan pebulu tangkis tunggal putri Korea Selatan An Se Young usai mengalahkan pebulu tangkis tunggal putri Jepang Akane Yamaguchi pada babak final Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/6/2026). An se Young berhasil menjuarai Polytron Indonesia Open 2026 setelah mengalahkan Akane Yamaguchi  dengan skor 23-21 dan 21-12. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
    POLYTRON INDONESIA OPEN - Ekspresi kegembiraan pebulu tangkis tunggal putri Korea Selatan An Se Young usai mengalahkan pebulu tangkis tunggal putri Jepang Akane Yamaguchi pada babak final Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/6/2026). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

    "Saya selalu merasa seperti di rumah ketika berada di Denmark, saya berharap akan selalu terasa seperti rumah," kata pemain berusia 24 tahun itu.

    An Se-young juga menyebut dukungan penggemar Denmark membuatnya menikmati setiap pertandingan yang dijalani, termasuk ketika harus menghadapi rival berat seperti Akane.

    Pertandingan final tersebut menjadi pertemuan ke-38 antara An Se-young dan Akane, dengan pemain Korea Selatan itu menyebut wakil Jepang tersebut sebagai salah satu rival terbaik.

    "Saya pikir dia adalah rival terbaik saya, saya selalu ingin memenangkan pertandingan melawannya, dia memotivasi saya untuk berlatih," terang pemain Korea tersebut.

    An kini tidak punya banyak waktu untuk menikmati rekor barunya karena setelah Denmark Open 2026 berakhir.

    Dirinya langsung harus bersiap menuju Paris, Prancis, untuk menghadapi agenda berikutnya.

    "Saya harus berkemas sekarang dan makan sesuatu yang enak karena saya akan pergi ke Paris," pungkasnya.

    (Tribunnews.com/Niken)

    Komentar
    Additional JS