Baru Isu tapi Sudah Ngatur-ngatur, Lagak Malaysia Laksana Merekrut Hajime Moriyasu - Semua Halaman - Superball
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:56 WIB
Gairah Malaysia mendatangkan pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu. (DANTRI.COM.VN/AFC)
SUPERBALL.ID - Nasib Hajime Moriyasu jika direkrut menjadi pelatih Timnas Malaysia, baru sebatas isu saja sudah diatur-atur dan khawatir makan gaji buta.
Hajime Moriyasu disebut-sebut menjadi target utama Timnas Malaysia untuk mengisi kursi pelatih kepala, isu ini berkembang dalam beberapa hari terakhir.
Skuad Harimau Malaya disebut membutuhkan sosok pelatih berkelas dan berpengalaman internasional jika ingin menembus Piala Dunia 2030.
Meski baru saja menorehkan prestasi gemilang sebagai peringkat ketiga di FIFA ASEAN Cup 2026 tanpa kebobolan dan kekalahan sekalipun.
Akan tetapi kapasitas Tan Cheng Hoe selaku pelatih interim saat ini dinilai tidak cukup mempuni membawa Malaysia ke Piala Dunia.
Sementara Hajime Moriyasu dikabarkan akan meninggalkan Timnas Jepang usai Piala Asia 2027, peluang inilah yang ingin diambil Malaysia.
Alih-alih merespons spekulasi yang muncul, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) masih bungkam soal Hajime Moriyasu.
Justru sejumlah media dan para pengamat lokal yang vokal menyinggung kehadiran pelatih asal Jepang tersebut.
Bahkan, salah satu pengamat sampai dalam tahap mengatur tugas Moriyasu jika berhasil direkrut Malaysia sebagai pelatih.
Baca Juga: Pakar Malaysia Minta FAM Tiru Model Shin Tae-yong di Timnas Indonesia Lewat Hajime Moriyasu
Zakaria Rahim secara tegas meminta FAM tidak menghamburkan banyak uang untuk menggaji tinggi Moriyasu tanpa tugas sepadan.
Khawatir Moriyasu hanya akan memakan gaji buta jika melatih Malaysia, Zakaria Rahim meminta ia juga melatih timnas kelompok umur.
"Kami membutuhkan keahliannya (Hajime Moriyasu) untuk memperkuat Harimau Malaya, tetapi semoga FAM tidak membayar gajinya yang mahal."
"Sementara ruang lingkup pekerjaannya hanya fokus pada satu skuad tanpa mengembangkan pemain muda dan pelatih lokal," kata Zakaria Rahim.
Sikap Zakaria ini seolah-olah Malaysia sudah pasti berhasil mendapatkan jasa Moriyasu, padahal kabar yang beredar hanya sebatas isu.
Butuh tak hanya keajaiban bagi Harimau Malaya untuk bisa mendapatkan tanda tangan pelatih sekelas Moriyasu.
"Tugas tim nasional tidak selalu ada karena terbatas pada jendela FIFA," kata Zakaria Rahim lagi.
"Jadi, ketika di luar periode pertandingan internasional, ia perlu merancang program khusus untuk membimbing pemain muda dan pelatih lokal."
Baca Juga: Segini Biaya Fantastis yang Harus Dibayar Malaysia untuk Hajime Moriyasu
"Singkatnya, dia perlu mentransfer pengetahuan dan FAM harus mengoptimalkan apa yang dimilikinya."
"Kami tidak ingin dia hanya datang dan menonton pertandingan liga ketika dia tidak memiliki tugas resmi."
"Terutama dengan investasi gaji yang tinggi dan Harimau Malaya tidak bermain di Piala Asia tahun depan," pungkasnya.