Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Liga Indonesia Lintas Peristiwa PSS Sleman Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Super League

    4 Suporter PSS Sleman Meninggal Kecelakaan, Sopir Minibus Segera Diperiksa, 3 Penumpang Dirawat - Tribunnews

    7 min read

     

    Surya/Kompas.com A-A+ KEHILANGAN TEMAN – Naufal Nur Eka, suporter PSS Sleman, di RSUD Caruban, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Minggu (18/10/2026). Minibus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan di Tol Madiun saat menuju Surabaya untuk menyaksikan laga PSS Sleman melawan Persebaya, hingga menewaskan empat orang termasuk temannya. 
    Ringkasan Berita:
    • Sebanyak empat orang suporter PSS Sleman tewas setelah minibus Toyota Hiace menabrak bagian belakang truk bermuatan bibit kelapa di Tol Madiun.
    • Rombongan yang terdiri dari 10 orang tersebut berangkat dari Sleman menuju Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, untuk mendukung PSS Sleman.
    • Ditlantas Polda Jatim bersama Polres Madiun masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan melalui olah TKP serta berencana memeriksa pengemudi minibus.

    TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 4 suporter PSS Sleman dinyatakan meninggal setelah minibus yang mereka tumpangi menabrak truk di Tol Madiun–Surabaya, tepatnya di wilayah Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 08.15 WIB.

    Minibus Toyota Hiace bernomor polisi AB 7831 E tersebut berangkat dari Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekitar pukul 04.00 WIB menuju ke Surabaya, Jawa Timur.

    Rombongan yang berisi 10 orang hendak menonton pertandingan PSS Sleman melawan Persebaya Surabaya yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo pada Minggu (18/10/2026) pukul 15.30 WIB.

    Jarak dari Kabupaten Sleman ke Surabaya sekitar 320 kilometer atau menempuh perjalanan sekitar lima jam via jalan tol.

    Keempat korban meninggal berasal dari Sleman yakni Novan Dika Dwi P, Fahri Maulana, Ian Fatur dan Rio Rahman.

    Jenazah telah dibawa ke Sleman untuk dimakamkan.

    Polisi masih mendalami penyebab kecelakaan dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.

    Baca juga: Kecelakaan Maut Suporter PSS Sleman di Tol Madiun: Buka Mata Kehilangan Teman

    Kapolres Madiun, AKBP Ridwan Maliki, menerangkan kecelakaan minibus dan truk bermuatan bibit kelapa ditangani Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur.

    "Pemeriksaan telah dilakukan terhadap saksi-saksi yang merupakan penumpang dengan kondisi sehat, sementara pengemudi belum diperiksa. Oleh karena itu, penyebab pasti kecelakaan lalu lintas di KM 616 belum dapat disimpulkan," paparnya, Minggu (18/10/2026).

    Hingga kini, masih ada tiga orang yang menjalani perawatan intensif di RSUD Caruban yakni dua penumpang dan satu sopir minibus.

    "Untuk kondisi pengemudi dilaporkan telah stabil. Penyidik berencana segera melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi untuk melengkapi proses penyelidikan setelah kondisinya memungkinkan," jelasnya.

    Hasil pemeriksaan sementara, minibus menabrak truk yang melaju di jalur lambat dan sesuai aturan penggunaan lajur di jalan tol.

    Kondisi minibus mengalami kerusakan parah di bagian depan.

    Kesaksian Korban Selamat

    Salah satu korban selamat, Naufal Nur Eka, menceritakan bahwa dirinya tidak mengetahui pasti detik-detik terjadinya benturan.

    Mahasiswa semester tiga Jurusan Teknik Elektro tersebut mengaku sedang tertidur lelap saat minibus bertabrakan dengan truk yang melaju searah di jalur lambat.

    Baca juga: Kronologi Kecelakaan Minibus Elf di Ciawi Bogor, Sempat Tabrak Mobil dan Terperosok ke Sungai

    "Kronologinya tidak tahu persis karena saya sedang tidur. Tahu-tahu kaget saat terdengar suara tabrakan itu," kata Naufal, Minggu (18/10/2026).

    Naufal, yang duduk di posisi bangku paling belakang bagian tengah, mengalami luka pada bagian mata akibat benturan.

    Pasca kejadian, ia baru mengetahui bahwa rekan sekelasnya di UTY telah meninggal dunia di lokasi.

    "Dua teman saya, yang satu selamat, yang satu meninggal dunia, Fahri," lanjutnya.

    UTY adalah salah satu perguruan tinggi swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang dikenal fokus pada pengembangan ilmu teknologi, bisnis, dan humaniora.

    Diketahui, almarhum Fahri menempati posisi duduk di barisan kedua dari belakang tepat di depan Naufal, posisi paling kiri tempat sisi kendaraan mengalami kerusakan terparah akibat hantaman.

    Naufal menyebutkan bahwa hubungan mereka sangat dekat lantaran berada di kelas yang sama.

    "Kenal dekat, kita sekelas," jelasnya.

    Selain bermaksud menyaksikan laga PSS Sleman menghadapi Persebaya Surabaya, perjalanan ini juga mengusung misi kemanusiaan.

    Naufal bersama dua rekannya sengaja berangkat untuk berpartisipasi dalam aksi solidaritas bagi korban bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

    "Di Surabaya ini pengen nonton karena ada aksi solidaritas untuk bencana (karhutla) Kalimantan, makanya kami bertiga berangkat," ucap Naufal.

    Sebagian artikel telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Breaking News: Rombongan Suporter PSS Sleman Kecelakaan di Tol Madiun, 4 Orang Dilaporkan Meninggal

    (Tribunnews.com/Mohay) (TribunJatim.com/Sofyan)

    Komentar
    Additional JS