Senggol Vietnam, Petinggi FAT Tegaskan Kebijakan Naturalisasi Timnas Thailand - Semua Halaman - Superball
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Sabtu, 5 September 2026 | 16:56 WIB
Timnas Vietnam bermain imbang 2-2 melawan Timnas Thailand di final leg kedua ASEAN Championship 2026. (FACEBOOK.COM/FATHAILAND)
SUPERBALL.ID - Setelah kekalahan melawan Vietnam, seorang pemimpin FAT menegaskan kembali kebijakan naturalisasi Timnas Thailand, tetapi tetap membuka kemungkinan untuk berkonsultasi dengan publik.
Hanya berselang lebih dari seminggu setelah Thailand kalah dari Timnas Vietnam di final ASEAN Championship 2026, Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT), Charnwit Polcheewin, terus menarik perhatian dengan membahas isu naturalisasi pemain asing.
Menurut MGR Online pada 4 September, Charnwit menegaskan bahwa Thailand tidak akan terburu-buru mengikuti jejak Timnas Indonesia atau Vietnam dalam memasukkan pemain dengan kewarganegaraan yang diubah ke dalam tim nasional.
Pejabat FAT tersebut menyatakan jika sepak bola Thailand ingin bergerak ke arah ini, masalah tersebut perlu ditangani dengan mendengarkan penggemar dan melalui proses konsultasi publik yang cermat.
Pesan utamanya adalah Thailand tetap mempertahankan pendiriannya menentang perlombaan naturalisasi, tetapi pintu untuk membahas opsi ini belum sepenuhnya tertutup.
Baca Juga: FIFA ASEAN Cup 2026 - Timnas Vietnam Berisiko Finis di Bawah Thailand karena Aturan Spesifik
Ini merupakan perbedaan signifikan dari pemahaman bahwa FAT memiliki rencana untuk menaturalisasi sejumlah besar pemain asing.
Pernyataan Charnwit baru-baru ini semakin menarik perhatian karena sebelum final ASEAN Championship 2026, pemimpin yang sama ini secara terbuka menyebutkan kekuatan tim nasional Vietnam.
Menurut laporan Thairath, ketika berbicara tentang pemain naturalisasi dalam skuad Vietnam asuhan Kim Sang-sik, Charnwit menyatakan: "Ini bukan tim nasional Vietnam biasa, tetapi Vietnam ditambah Brasil."
Selanjutnya, Timnas Vietnam sukses mengalahkan Thailand dengan skor agregat 4-2 dalam dua leg di final untuk merebut gelar juara.
Hasil ini memicu perdebatan tentang pendekatan kedua negara sepak bola tersebut dalam membangun tim, terutama karena Vietnam menambahkan pemain naturalisasi sambil mempertahankan inti pemain domestik.
Sementara itu, selama bertahun-tahun, Thailand terutama berfokus pada naturalisasi pemain keturunan yang tinggal atau bermain di luar negeri, daripada mempromosikan naturalisasi pemain yang sama sekali tidak memiliki keturunan Thailand.
Sikap ini tidak berubah dan pernyataan terbaru Charnwit tidak berarti bahwa FAT sedang bersiap untuk membalikkan kebijakannya.
Meskipun demikian, fakta bahwa seorang pejabat tinggi FAT menekankan peran opini penggemar dan konsultasi publik menunjukkan bahwa topik naturalisasi masih memiliki ruang untuk diperdebatkan dalam sepak bola Thailand.
Setelah kekalahan melawan Vietnam di ASEAN Championship 2026, cara tim Gajah Perang memilih untuk meningkatkan skuad mereka di masa mendatang tentu akan terus dipantau dengan cermat.
Baca Juga: Segrup Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Pelatih Malaysia Percaya Diri Bawa Pemain Terkuat
Sebagai informasi, dalam waktu dekat, Timnas Thailand akan kembali berhadapan dengan Timnas Vietnam.
Keduanya berada di grup yang sama dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026.
Dalam ajang tersebut, Thailand dan Vietnam akan bersaing dengan Filipina serta Pakistan di Grup B divisi utama.
Sedangkan Grup A dihuni oleh tuan rumah Timnas Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Bangladesh.
Menurut jadwal, pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 akan berlangsung mulai 24 September hingga 5 Oktober mendatang.
Tim yang nantinya berhasil menjadi juara grup akan saling berhadapan di partai final untuk memperebutkan trofi.
Sedangkan tim runner-up di masing-masing grup akan bertanding untuk memperebutkan medali perunggu atau peringkat ketiga turnamen.
Berbeda dengan ASEAN Championship, FIFA ASEAN Cup masuk dalam kalender FIFA sehingga tim nasional tentu akan memiliki kesempatan membawa skuad terkuatnya.