Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Asian Games Berita Bulu Tangkis Bulu Tangkis indonesia Featured Nova Arianto Spesial

    Asian Games 2026 - Mirip Evaluasi Nova Widianto, Ganda Campuran No 2 China Sebut Celah Amri/Nita - Semua Halaman - Bolasport

    5 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Bulu Tangkis
  • Rabu, 30 September 2026 | 10:05 WIB

    Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, di podium final Asian Games 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang, Selasa (29/9/2026).Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, di podium final Asian Games 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang, Selasa (29/9/2026). (PBSI)

    BOLASPORT.COM - Ganda campuran China, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin, memanfaatkan celah untuk mengalahkan pasangan Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, dalam final Asian Games 2026.

    Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin meredam agresivitas Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, dalam laga final di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang, Selasa (29/9/2026).

    Pengujung gim pertama menjadi momen paling krusial bagi pasangan ranking tiga dunia itu untuk mencegah lanjutan kejutan Amri/Nita yang menjadi kuda hitam.

    Amri/Nita terlihat sangat siap dalam memulai laga setelah mengalahkan nomor satu dunia yang juga dari China, Feng Yan Zhe Huang Dong Ping, di semifinal.

    Pasangan yang sedang on-fire dapat unggul hingga lima angka jelang akhir gim pertama dengan skor 18-13.

    Kemenangan pada gim pertama bahkan masih sangat mungkin diraih ketika pasangan Indonesia itu masih unggul 19-16.

    Namun, Jiang/Wei berhasil memanfaatkan celah dengan memanfaatkan kekurangan Amri/Nita untuk mencuri lima poin beruntun.

    Baca Juga: Bulu Tangkis Asian Games 2026 - Kata Liang Wei Keng/Wang Chang setelah Dikalahkan Leo/Daniel di Final

    Keberhasilan bangkit pada gim pertama memberikan fondasi kuat bagi pasangan China untuk menuntaskan laga secara straight game dengan skor akhir 21-19, 21-8.

    Wei Ya Xin mengatakan setelah pertandingan bahwa mereka hanya memanfaatkan kekurangan yang dimiliki pasangan Indonesia.

    Masalah konsistensi dan daya tahan menjadi sisi yang lebih dimiliki oleh Jiang/Wei.

    "Ini hanya soal keyakinan, bukan? Saat terdesak, kita harus tetap teguh. Tetap teguh sampai lawan melakukan kesalahan," kata Wei Ya Xin, dilansir BolaSport.com dari Xinhua.

    "Perbedaannya adalah kami mampu bertahan lebih lama daripada lawan kami dalam reli," kata Wei mengenai comeback mereka pada gim pertama.

    Pelatih ganda campuran Indonesia, Nova Widianto, membenarkan penurunan permainan Amri/Nita setelah tampil begitu solid sampai pertengahan gim pertama.

    Nova menyayangkan Amri/Nita terbawa suasana dengan bermain terburu-buru ketika Jiang/Wei kian menipiskan jarak angka.

    "Saya sudah wanti-wanti kalau kalian tidak bisa menerapkan pola yang benar lawan pemain China ini, akan susah," kata Nova melalui PBSI.

    "Karena pasangan yang nomor dua ini, pola mereka lebih bahaya, tetapi menerapkan pola yang sudah disiapkan, masih ada celah."

    "Dari awal sudah oke, tapi saat unggul 19-16 di gim pertama mereka ada rasa kesempatan untuk menang malah terburu-buru."

    "Jadi dari servis pun mereka sudah berubah dan tadi mereka akui itu."

    "Saya sendiri juga maklum karena proses untuk jadi juara memang begitu. Secara konsistensi mereka masih harus banyak peningkatan," tuturnya.

    Nova sendiri telah mengantongi pengalaman dalam menghadapi ganda campuran nomor dua China tersebut di panggung besar.

    Dia mengantarkan anak didiknya asal Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei, mengalahkan Jiang/Wei pada final Kejuaraan Dunia 2025.

    Nova mengharapkan konsistensi Amri/Nita bisa ditingkatkan karena mereka sebenarnya memiliki potensi dalam serangan, bertahan, dan permainan cepat di depan net.

    "Mereka punya potensi karena dari serangan, defense dan permainan depan mereka punya hanya belum konsisten bagaimana memakainya," ucap Nova mengenai Amri/Nita.

    "Terus terang dari persiapan setelah Kejuaraan Dunia tidak panjang, tetapi mereka maksimal dari kesungguhan dan keyakinan mereka."

    "Setelah perunggu Kejuaraan Dunia ada keyakinan untuk bisa mengulang atau melebihi hasil itu."

    "Selain mentalitas yang saya terapkan, lebih ke pola main yang saya yakinkan mereka, karena mereka harus bisa bermain begini sebenarnya."

    "Kalau dari segi permainan saya rasa mereka sudah bisa diandalkan," ujar Nova Widianto.

    Setelah Asian Games, Amri/Nita dijadwalkan akan menjalani kompetisi tur Eropa, dimulai sejak Denmark Open 2026 pada 13-18 Oktober mendatang.

    Baca Juga: Setelah Asian Games 2026, Ganda Putra No 1 China akan Dipisah

    Komentar
    Additional JS