Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Asian Games Berita Bulu Tangkis Bulu Tangkis ASIAN Games Fajar Alfian Featured Spesial

    Fajar Alfian Pamit dari Asian Games, Syukuri Emas-Perak-Perunggu yang Tetap Terasa Belum Komplet - Semua Halaman - Bolasport.

    5 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Bulu Tangkis
  • Rabu, 30 September 2026 | 09:35 WIB

    Senyum Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri setelah memastikan diri lolos ke semifinal Asian Games 2026 nomor perorangan di Aichi, Jepang, Minggu (27/9/2026).Senyum Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri setelah memastikan diri lolos ke semifinal Asian Games 2026 nomor perorangan di Aichi, Jepang, Minggu (27/9/2026). (PBSI)

    BOLASPORT.COM - Pebulu tangkis Indonesia, Fajar Alfian, menyudahi kiprah di Asian Games setelah Aichi-Nagoya 2026. Penyesalan coba dipendam dengan rasa syukur atas perjalanan panjang yang telah berhasil dilalui.

    Fajar Alfian pulang dari Asian Games 2026 dengan sedikit penyesalan.

    Salah satu pemain ganda putra terbaik Indonesia itu harus puas dengan raihan medali perunggu walau digadang-gadang bersama tandemnya, Muhammad Shohibul Fikri.

    Datang sebagai unggulan kedua, Fajar harus rela dengan tangga podium paling bawah setelah dia dan Fikri dikalahkan Liang Wei Keng/Wang Chang (China), unggulan ketiga, di semifinal.

    Kesuksesan akhirnya diraih kompatriot, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, yang menuntaskan kejutan sebagai kuda hitam dengan medali emas.

    Tentang Fajar, koleksi medali pemain jebolan Sangkuriang Graha Sasana PLN dari Asian Games sebenarnya sudah lengkap secara warna.

    Fajar meraih emas dari beregu putra (Aichi-Nagoya 2026), perak dari beregu putra dan individual (Jakarta-Palembang 2018), serta perunggu dari individual (Aichi-Nagoya 2026).

    Baca Juga: Bulu Tangkis Asian Games 2026 - Emas Direbut Leo/Daniel, 36 Tahun Kutukan Ganda Putra China Sulit Juara Berlanjut

    Meski begitu, masih ada sedikit penyesalan ketika dia mengumumkan pamit dari Asian Games setelah penampilan ketiganya di Pesta Olahraga Asia.

    "Satu lagi medali untuk dikenang," tulis Fajar dengan menyematkan emoji medali perunggu dalam unggahan di akun media sosialnya.

    "Bukan akhir yang saya bayangkan, tapi tetap sebuah perjalanan yang saya syukuri."

    "Selamat untuk Leo/Daniel atas medali emasnya. Indonesia bangga melihat perjuangan teman seperjuangan berbuah manis."

    Fajar Alfian (baris atas, keempat dari kiri) bersama para pemain dan pelatih Tim Bulu Tangkis Putra Indonesia setelah meraih emas beregu Asian Games 2026 di Aichi, Jepang, 24 September 2026.Fajar Alfian (baris atas, keempat dari kiri) bersama para pemain dan pelatih Tim Bulu Tangkis Putra Indonesia setelah meraih emas beregu Asian Games 2026 di Aichi, Jepang, 24 September 2026. (PBSI)

    Sedikit penyesalan dari Fajar dapat dimaklumi karena kesuksesan meraih emas dari perorangan punya bobot tersendiri.

    Asian Games menjadi salah satu 'Grand Slam' di bulu tangkis karena mayoritas pemain topnya berasal dari Asia.

    Fakta bahwa ajang ini digelar empat tahun sekali kian menambah gengsi.

    Fajar sendiri telah memenangkan beberapa event mayor yaitu All England Open dan Thomas Cup di samping pernah mencapai peringkat satu dunia bersama Muhammad Rian Ardianto. 

    Dengan Asian Games, Fajar memilih berdamai dengan semua yang telah diraihnya dalam tiga kali kesempatan tampil.

    Fajar kini akan mengalihkan perhatian untuk Olimpiade Los Angeles 2026 bersama Fikri untuk mimpi besar lainnya.

    Debut Fajar di Olimpiade Paris berakhir pahit. Lagi-lagi, Liang/Wang yang dulu menjadi momok karena menyingkirkannya dan Rian di perempat final.

    Fajar/Fikri saat ini menjadi protagonis di ganda putra.

    Menduduki peringkat dua dunia, mereka punya keuntungan ketika periode kualifikasi Olimpiade Los Angeles dimulai pada Mei tahun depan.

    "Ini adalah Asian Games terakhir saya setelah melewati berbagai generasi dari 2018-2022-2026," tulis atlet berusia 31 tahun dari Majalaya, Jawa Barat.

    "Saya memilih menutupnya dengan syukur karena setiap langkah, setiap jatuh, dan setiap perjuangan telah menjadi bagian indah dari perjalanan ini."

    "Terima kasih juga buat partner di lapangan saya Shohibul Fikri yang telah berjuang bersama, sekarang target panjangnya menatap Olympic Los Angeles 2028."

    Baca Juga: Bulu Tangkis Asian Games 2026 - Baru Bergabung ke Pelatnas tapi Sudah Antar Amri/Nita ke Final, Ini Rahasia Nova Widianto

    Komentar
    Additional JS