Sosial Media
Arena Update
powered by Surfing Waves
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Bulu Tangkis Bulu Tangkis indonesia Featured Juara Pontianak International Challenge Spesial

    Pasangan Baru Wahyu dan Pulung Juara 1 Polytron Pontianak International Challenge 2026 - Harian Berkat

    2 min read



    Pasangan ganda putra Indonesia, Wahyu Agung Prasetyo dan Pulung Ramadhan meraih gelar juara pada turnamen perdana pada final Polytron Pontianak International Challenge 2026 di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu 30 Agustus 2026. Foto: marupek

    HARIAN BERKAT –Pasangan ganda putra Indonesia, Wahyu Agung Prasetyo dan Pulung Ramadhan, langsung meraih gelar juara 1 pada turnamen perdana mereka setelah menundukkan sesama wakil Indonesia, Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan dan Patra Harapan Rindorindo, pada final Polytron Pontianak International Challenge 2026.

    Final berlangsung di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu 30 Agustus 2026. Wahyu dan Pulung menang dua gim langsung dengan skor 22-20, 21-15.

    Baca Juga: Indonesia Bidik Juara, 17 Negara Adu Kekuatan Polytron Pontianak International Challenge

    Gelar tersebut menjadi pencapaian istimewa bagi Wahyu dan Pulung karena Polytron Pontianak International Challenge 2026 merupakan turnamen pertama yang mereka jalani sebagai pasangan.

    Wahyu Agung Prasetyo mengaku bersyukur dapat langsung meraih gelar pada penampilan perdana bersama Pulung.

    “Rasanya alhamdulillah senang. Apalagi kita pasangan baru, pertandingan perdana juga, tetapi kita bisa juara. Kita bersyukur,” ujar Wahyu.

    Sejak awal pertandingan, Wahyu menyebut dirinya bersama Pulung berusaha tampil tanpa beban berlebihan dan fokus memberikan kemampuan terbaik hingga laga berakhir.

    “Di pertandingan ini nothing tulus, kita tampil memberikan yang terbaik dengan tekad juga,” katanya.

    Pertandingan final berlangsung ketat, terutama pada gim pertama. Kedua pasangan dinilai sudah saling memahami karakter permainan sehingga setiap poin harus diperoleh melalui persaingan sengit.

    “Pertandingannya berat. Kita tahu mereka, mereka juga tahu kita. Jadi kita tahu satu sama lain, mendapatkan poin itu tidak mudah,” ungkap Wahyu.

    Laman: 1 2

    Komentar
    Additional JS