Pelatih Mesir Akhiri Polemik Seusai Bersitegang dengan Polisi Dallas - Beritasatu
Arlington, Beritasatu.com - Pelatih tim nasional Mesir, Hossam Hassan, memastikan insiden yang melibatkan dirinya dan direktur tim Ibrahim Hassan dengan seorang polisi di Dallas telah diselesaikan. Menurutnya, tim menerima permintaan maaf dari pihak kepolisian dan kini memilih fokus sepenuhnya pada kiprah mereka pada Piala Dunia 2026.
Video yang memperlihatkan cekcok antara kedua petinggi tim Mesir dengan seorang polisi Dallas beredar luas pada Kamis (2/7/2026), sehari sebelum Mesir mengalahkan Australia pada babak 32 besar Piala Dunia.
Dalam rekaman tersebut, polisi awalnya menghampiri Hossam Hassan. Situasi kemudian memanas ketika Ibrahim Hassan ikut terlibat hingga terjadi aksi saling dorong dengan petugas.
Insiden itu diduga bermula saat seorang pemain Mesir hendak berfoto dengan seorang penggemar muda di lobi hotel tempat tim menginap. Ibrahim tampak tidak senang karena polisi ikut campur dalam situasi tersebut.
Departemen Kepolisian Dallas menjelaskan, petugas datang setelah menerima laporan dari petugas keamanan hotel mengenai seseorang tanpa kredensial resmi yang berusaha memasuki area terbatas.
Dalam pernyataannya, kepolisian menyebut situasi berhasil diselesaikan di lokasi tanpa insiden lanjutan. Polisi juga menggelar pertemuan dengan perwakilan tim Mesir untuk menanggapi keberatan yang mereka sampaikan.
Melalui penerjemah, Hossam Hassan mengatakan pihaknya menerima permintaan maaf yang disampaikan kepolisian dan menganggap persoalan tersebut telah selesai.
"Kami sangat senang bisa berada di turnamen ini dan puas dengan petugas keamanan yang mendampingi kami," ujar Hossam Hassan.
"Saya juga ingin menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan turnamen yang sangat baik serta tingkat pengamanan yang kami rasakan selama berada di sini," lanjutnya.
Hossam Hassan mencatat sejarah sebagai sosok pertama yang pernah tampil sebagai pemain sekaligus pelatih tim nasional Mesir di ajang Piala Dunia.
Di tengah polemik tersebut, Mesir justru mencetak prestasi penting dengan mengalahkan Australia pada babak 32 besar. Kemenangan itu menjadi keberhasilan pertama Mesir melaju ke fase gugur Piala Dunia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu