Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Argentina Timnas Tanjung Verde Vozinha

    Tanjung Verde Tersingkir dengan Kepala Tegak, Vozinha Banjir Pujian - Beritasatu

    3 min read

     

    Kiper Cape Verde Vozinha memegang bendera negaranya setelah pertandingan sepak bola grup H Piala Dunia melawan Spanyol di Atlanta, Senin, 15 Juni 2026. (AP/Mike Stewart)

    Miami Gardens, Beritasatu.com - Perjalanan sensasional Tanjung Verde pada Piala Dunia 2026 memang telah berakhir, Sabtu (4/7/2026) pagi WIB. Namun, tim debutan asal Afrika itu pulang dengan kepala tegak setelah memaksa juara bertahan Argentina bekerja keras hingga babak perpanjangan waktu sebelum akhirnya menyerah 2-3. Di balik penampilan heroik Tanjung Verde, sosok yang paling mencuri perhatian adalah sang kiper, Vozinha.

    Penjaga gawang berusia 40 tahun itu tampil luar biasa sepanjang turnamen, termasuk saat menghadapi Lionel Messi dan Argentina.

    Bagi Vozinha, tampil pada Piala Dunia sudah menjadi impian yang menjadi kenyataan. Ia bahkan hanya berharap sang ibu dapat menyaksikan aksinya secara langsung dari tribune. Harapan itu akhirnya terwujud, bersamaan dengan perjalanan bersejarah Tanjung Verde yang berhasil mencuri perhatian dunia.

    Meski gagal meraih satu kemenangan pun sepanjang turnamen, kiprah Tanjung Verde tetap dikenang. Mereka mengawali perjalanan dengan menahan imbang Spanyol tanpa gol, kemudian kembali meraih dua hasil imbang yang cukup mengantarkan mereka lolos ke fase gugur.

    Perjalanan tersebut akhirnya terhenti pada babak 32 besar setelah Argentina menang dramatis 3-2 melalui perpanjangan waktu.

    "Kami telah mengangkat martabat Tanjung Verde sebagai tim nasional di sebagian besar dunia. Hari ini, kami bertarung setara melawan Argentina," ujar Vozinha.

    Laga berlangsung lebih dari 2,5 jam dan menjadi salah satu pertandingan paling menegangkan di turnamen. Argentina yang datang sebagai favorit bahkan nyaris dibuat tersingkir oleh negara kecil yang baru pertama kali tampil pada Piala Dunia.

    Messi memang mencetak gol pembuka, tetapi Tanjung Verde dua kali mampu menyamakan kedudukan. Gol kemenangan Argentina baru lahir pada babak kedua perpanjangan waktu melalui situasi sepak pojok yang diawali umpan Messi.

    Sepanjang pertandingan, Vozinha berkali-kali menggagalkan peluang emas Messi.

    Ia melakukan penyelamatan gemilang pada menit ke-63 ketika berhasil menutup ruang tembak Messi dalam duel satu lawan satu dari jarak dekat.

    Sepuluh menit kemudian, Vozinha kembali menggagalkan tendangan bebas Messi yang mengarah ke sudut gawang dengan menepis bola menggunakan tangan kirinya.

    Pada masa injury time, ia kembali menggagalkan tendangan bebas rendah Messi yang berhasil melewati pagar hidup.

    Belum berhenti di situ, pada akhir babak pertama perpanjangan waktu, Vozinha kembali menunjukkan refleks luar biasa saat menepis tembakan keras Messi dari tepi kotak penalti.

    "Dia adalah kiper berkualitas, benar-benar berkualitas. Mungkin selama ini dia belum mendapatkan pengakuan yang layak. Bagi kami, dia adalah legenda sepak bola Tanjung Verde," kata bek Tanjung Verde, Pico Lopes.

    Pelatih Tanjung Verde, Bubista, juga bangga dengan perjuangan anak asuhnya meski gagal melangkah lebih jauh.

    "Argentina adalah juara dunia dan memiliki salah satu pemain terbaik di dunia. Itu sudah menunjukkan betapa berat tantangan yang kami hadapi. Ditambah lagi, ini adalah penampilan pertama kami pada Piala Dunia. Kami ingin terus berkembang agar makin sering menghadapi tim-tim besar seperti ini," ujar Bubista.

    Sebagai negara dengan wilayah terkecil yang berhasil lolos ke Piala Dunia, Tanjung Verde juga mencatat sejarah tersendiri. Negara kepulauan dengan jumlah penduduk hanya sekitar 1% dari populasi Argentina itu dipastikan menerima hadiah sekitar US$ 11 juta dari FIFA berkat pencapaiannya menembus fase gugur.

    Namun, bagi para pemain Tanjung Verde, pencapaian terbesar bukan hanya soal hadiah uang.

    Penampilan mereka berhasil menarik simpati pencinta sepak bola dari berbagai penjuru dunia. Banyak dukungan mengalir kepada Blue Sharks sepanjang turnamen karena semangat juang yang mereka tunjukkan.

    "Tidak ada lagi yang perlu bertanya di mana Tanjung Verde berada. Sekarang mereka tahu siapa kami," tutur Lopes.
     

    Komentar
    Additional JS