Sebut Sepak Bola Afrika Liar dan Tanpa Taktik, Legenda Timnas Jerman Dilabeli Rasis - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Jumat, 26 Juni 2026 | 20:17 WIB
Gelandang legendaris Timnas Jerman, Bastian Schweinsteiger, dituding melontarkan kalimat berbau rasis terhadap sepak bola Afrika. (TIMOTHY A. CLARY / AFP)
BOLASPORT.COM - Bastian Schweinsteiger dianggap bersikap rasis setelah menyebut sepak bola Afrika "liar, tidak ortodoks, dan tidak terkondisi secara taktik".
Legenda Timnas Jerman, Bastian Schweinsteiger, sedang mendapatkan sorotan negatif di dunia internasional.
Schweinsteiger pernah membela Bayern Muenchen dan Manchester United dalam karier panjangnya.
Pria 42 tahun tersebut saat ini menjadi pandit selama Piala Dunia 2026 berlangsung.
Namun dalam kapasitasnya sebagai pandit, Schweini justru menuai kontroversi.
Timnas Jerman baru saja menghadapi Pantai Gading pada partai kedua Grup G, 20 Juni lalu.
Saat mengomentari laga tersebut, Schweini mengucapkan ulasan yang dituding bernada rasis.
"Sepak bola Afrika agak liar, agak tidak ortodoks, dan mungkin tidak terkondisi secara taktik," ucapnya.
Dengan segera, komentar sang legenda mendapatkan kecaman dari berbagai pihak.
Baca Juga: Ketemu Brasil di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Pelatih Brasil Usung Semangat Tsubasa
Salah satu kritik datang dari pihak yang dikomentari Schweini, Timnas Pantai Gading.
Pelatih Pantai Gading, Emerse Fae, menganggap ucapan tersebut sebagai komentar rasis.
Pantai Gading finis sebagai runner-up Grup F dengan enam poin, sama dengan Jerman.
Jerman berhak lolos sebagai juara grup berkat keunggulan head-to-head atas negara Afrika itu.
Usai kemenangan Pantai Gading atas Curacao pada laga terakhir, Kamis (25/6/2026), Emerse Fae angkat bicara soal kontroversi Scweini.
"Saya rasa itu menyedihkan," ucap Fae dikutip dari The Athletic.
"Ketika mendengar komentar itu, saya kecewa. Kecewa pada pria itu."
"Sungguh aneh bahwa dia bisa berbicara dalam cara yang bisa kita katakan rasis."
Fae pun membantah bahwa tim-tim Afrika tak punya teknik dan minim taktik.
"Dia harus tahu bahwa sepak bola Afrika tidak hanya fisikal," tutur Fae.
"Kami sangat teknikal, sangat taktikal, saya berharap komentar ini hanya kecerobohan dan tidak menggambarkan pemikirannya."
Bagaimanapun, rasisme harus ditendang dari sepak bola.
Baca Juga: JFA Protes usai Merasa Jepang Dirugikan saat Lawan Swedia Gara-gara Insiden Kaus Kaki Keito Nakamura