Tepat Tengah Malam, Ribuan Aremania Rayakan HUT Ke-39 Arema - Kompas
MALANG, KOMPAS.com - "Kami Arema, salam satu jiwa di Indonesia yang selalu ada, selalu bersama. Kami Arema.."
Sepenggal lagu tersebut terus terdengar di sepanjang jalan Kota Malang, Jawa Timur, Senin (10/8/2026) malam.
Sebagian suporter Arema, Aremania, menyanyikannya sambil berjalan. Sementara lainnya melantunkan lagu dari atas kendaraan yang melintas di sejumlah ruas jalan Malang Raya.
Malam hari tersebut di Kota Malang berubah menjadi lautan biru ketika ribuan suporter turun ke jalan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39 Arema yang jatuh setiap tanggal 11 Agustus.
Pemerintah Kerahkan Water Bombing dan Rancang Modifikasi Cuaca Atasi Kebakaran Bromo
Baca juga: ASN Pemkot Malang Diminta Pakai Jersey Arema FC pada 11 Agustus 2026
Berbagai sudut pusat kota dipenuhi Aremania yang mengenakan jersey, membawa syal, bendera, hingga beragam atribut kebanggaannya.
Bahkan mulai dari Kayutangan Heritage, Alun-Alun Tugu, kawasan belakang Stadion Gajayana hingga Balai Kota Malang, suara nyanyian Aremania terdengar bersahutan.
Mereka tidak sekadar datang untuk merayakan bertambahnya usia klub, tetapi juga melepas kerinduan terhadap atmosfer tribun yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan suporter.
Baca juga: Daftar Juara Piala Presiden: Persebaya Terbaru, Arema FC Masih Terbanyak
Kangen Atmosfer Stadion
Alfi, warga Blimbing, sengaja datang bersama teman-temannya dari kampung untuk merayakan HUT Arema di Balai Kota Malang. Baginya, lokasi tersebut menjadi tempat yang tepat untuk bertemu dan berkumpul bersama Aremania lainnya.

Lihat Foto
“Ya tadi bersama tean-teman dari kampung memang berniat merayakan di balaikota karena bisa bertemu dengan aremania lainnya. euforianya terasa kaya distadion, kami terus bernyanyi mendukung kebanggaan,” kata Alfi kepada Kompas.com.
Menurutnya, perayaan HUT Arema sekaligus menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi. Apalagi, liburnya kompetisi kasta tertinggi sepak bola yang diikuti membuat kerinduan terhadap atmosfer mendukung tim.
“Di sini sudah terasa seperti di stadion, jadi benar-benar kangen nribun (menonton di tribun),” imbuhnya.
Kerinduan terhadap suasana stadion juga dirasakan Iwan Setiawan. Aremania asal Lawang itu datang bersama sembilan temannya menggunakan sepeda motor.
“Tadi berangkat dari rumah jam 8 malam biar pas ramai juga di jalan-jalan. Kami memilih di Balai Kota Malang tidak ke mana-mana,” kata pria berusia 26 tahun itu.
Menurutnya, Balai Kota Malang menjadi salah satu titik berkumpul yang membuatnya bisa merasakan kemeriahan HUT Arema tanpa harus berpindah-pindah lokasi.
“Semoga Aremania selalu menjaga persaudaraan dan tim nya bisa selalu di papan atas,” sambungnya.
Berkumpul menjadi satu merayakan 39 tahun
Sementara itu, Samsul datang hanya berdua bersama temannya. Tetapi begitu tiba di lokasi, suasana langsung berubah karena ribuan Aremania telah memenuhi kawasan tersebut.
“Tapi di sini kan banyak Aremania jadi seru sudah seperti di stadion,” ucap warga Sawojajar itu.
Bagi warga Sawojajar itu, merayakan HUT Arema di Balai Kota Malang bukanlah pengalaman pertama. Setiap tahun, ia selalu menyempatkan diri mengikuti euforia perayaan klub yang terbentuk sejak 1987 lalu.
“Sebelumnya ya keliling-keliling ke Ijen, Kayutangan dan terakhir berhenti di sini sampai jam 00.00,” imbuhnya.

Lihat Foto
Untuk itu, gelombang Aremania terus bertahan hingga mendekati pergantian hari. Memasuki Selasa (11/8/2026) pukul 00.00 WIB, suasana di pusat Kota Malang semakin meriah.
Flare dan kembang api udara menyala bersahutan ketika Arema FC resmi memasuki usia ke-39 tahun. Momen tersebut disambut nyanyian dan sorakan Aremania yang sejak malam memadati sejumlah titik di pusat kota.
Ribuan suporter yang berkumpul akhirnya merayakan bersama detik-detik pergantian hari sebagai tanda bertambahnya usia klub.
Di mana pada HUT ke-39 ini, Arema FC mengusung tema “TH39REATNESS”. Tema tersebut menjadi bagian dari semangat klub untuk terus berkembang sekaligus memperkuat ikatan dengan Aremania.
Menjelang pukul 01.00 WIB, kerumunan perlahan mulai berkurang. Satu per satu Aremania meninggalkan lokasi dan kembali ke rumah masing-masing.
“Semoga arema berprestasi di musim baru bisa berada di papan atas, Aremania nya makin kompak dan kembali menunjukkan sebagai suporter terbaik di Indonesia,” pungkas Samsul.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang