Pelatih Bicara Alasan Penarikan dari Australian Open 2026: Fajar/Fikri Diperam, Raymond/Indra Dijaga - Semua Halaman - Bolasport
Pelatih Bicara Alasan Penarikan dari Australian Open 2026: Fajar/Fikri Diperam, Raymond/Indra Dijaga - Semua Halaman - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Selasa, 9 Juni 2026 | 04:30 WIB
BOLASPORT.COM - Dua ganda putra Indonesia yang sedang panas batal bertanding di Australian Open 2026. Kepala pelatih ganda putra pelatnas, Antonius Budi Ariantho, memberikan penjelasannya.
Indonesia akhirnya 'hanya' diperkuat empat ganda putra di Australian Open 2026 dengan tiga di antaranya berasal dari Pelatnas PBSI.
Kenangan manis sebenarnya diharapkan bisa terulang ketika tahun lalu All Indonesian Final sukses diciptakan di Negeri Kanguru.
Akan tetapi, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri selaku para protagonis di final Australian Open tidak akan kembali.
Kedua pasangan batal berlaga setelah sempat nongol dalam bagan pertandingan.
Antonius selaku pelatih membeberkan alasan yang berbeda untuk pengunduran diri dua pasangan besutannya terebut.
"Setelah melalui diskusi dengan tim pendukung, saya memutuskan menarik Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin dari Australian Open 2026," ucap Anton melalui PBSI.
"Indonesia Open merupakan salah satu milestone yang penting bagi PBSI. Namun, hasil yang diraih pasangan Fajar/Fikri masih belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan."
"Oleh karena itu diperlukan evaluasi menyeluruh sebagai bahan perbaikan ke depannya."
Pekan lalu Fajar/Fikri tersingkir di babak pertama Indonesia Open 2026 meski berstatus unggulan teratas di antara para wakil Tanah Air.
Mereka dikalahkan pasangan China, Chen Bo Yang/Liu Yi, dengan skor 13-21, 14-21.
Pencapaian Fajar/Fikri ini sangat kontras dengan turnamen sebelumnya yaitu Singapura Open di mana mereka lolos ke final tetapi harus puas menjadi runner-up.
Fajar/Fikri mengalami kebuntuan. Walau telah naik ke peringkat dua dunia, duet yang dibentuk pertengahan tahun lalu itu sering menurun ketika sudah mencapai final.
Setelah gelar juara yang pertama di China Open 2025, Fajar/Fikri selalu kalah dalam lima babak final yang dijalani sesudahnya.
"Australian Open tidak termasuk dalam program turnamen utama mereka pada periode ini," kata Anton memaparkan.
"Fokus mereka akan diarahkan pada persiapan yang lebih optimal untuk menghadapi turnamen-turnamen prioritas mereka berikutnya seperti Kejuaraan Dunia dan Asian Games."
"Untuk Raymond/Joaquin, saya melihat dengan masa recovery yang singkat dari final Indonesia Open menuju laga pertama Australian Open apalagi Raymond baru pulih dari cedera lututnya."
"Menurunkan mereka di Australia punya resiko cederanya kambuh," pungkasnya.
Aksi ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, pada semifinal Indonesia Ope 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)