0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Australian Open Berita Bulu Tangkis Bulu Tangkis indonesia Fajar Alfian Featured Muhammad Shohibul Fikri Nikolaus Joaquin Raymond Indra Spesial

    Pelatih Bicara Alasan Penarikan dari Australian Open 2026: Fajar/Fikri Diperam, Raymond/Indra Dijaga - Semua Halaman - Bolasport

    5 min read

     

    Pelatih Bicara Alasan Penarikan dari Australian Open 2026: Fajar/Fikri Diperam, Raymond/Indra Dijaga - Semua Halaman - Bolasport.com

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Bulu Tangkis
  • Selasa, 9 Juni 2026 | 04:30 WIB

    Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Pelatih Antonius Budi Ariantho, memberikan arahan kepada Fahar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, pada babak pertama Denmark Open 2025 di Jyske Bank Arena, Odense, Denmark, Selasa (14/10/2025) (PBSI)

    BOLASPORT.COM - Dua ganda putra Indonesia yang sedang panas batal bertanding di Australian Open 2026. Kepala pelatih ganda putra pelatnas, Antonius Budi Ariantho, memberikan penjelasannya.

    Indonesia akhirnya 'hanya' diperkuat empat ganda putra di Australian Open 2026 dengan tiga di antaranya berasal dari Pelatnas PBSI.

    Kenangan manis sebenarnya diharapkan bisa terulang ketika tahun lalu All Indonesian Final sukses diciptakan di Negeri Kanguru.

    Akan tetapi, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri selaku para protagonis di final Australian Open tidak akan kembali.

    Kedua pasangan batal berlaga setelah sempat nongol dalam bagan pertandingan.

    Antonius selaku pelatih membeberkan alasan yang berbeda untuk pengunduran diri dua pasangan besutannya terebut.

    Baca Juga: Jadwal Australian Open 2026 - 5 Wakil Indonesia pada Hari Pertama, Adik Raymond Indra Jadi Harapan Tuan Rumah

    "Setelah melalui diskusi dengan tim pendukung, saya memutuskan menarik Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin dari Australian Open 2026," ucap Anton melalui PBSI.

    "Indonesia Open merupakan salah satu milestone yang penting bagi PBSI. Namun, hasil yang diraih pasangan Fajar/Fikri masih belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan."

    "Oleh karena itu diperlukan evaluasi menyeluruh sebagai bahan perbaikan ke depannya."

    Pekan lalu Fajar/Fikri tersingkir di babak pertama Indonesia Open 2026 meski berstatus unggulan teratas di antara para wakil Tanah Air.

    Mereka dikalahkan pasangan China, Chen Bo Yang/Liu Yi, dengan skor 13-21, 14-21.

    Pencapaian Fajar/Fikri ini sangat kontras dengan turnamen sebelumnya yaitu Singapura Open di mana mereka lolos ke final tetapi harus puas menjadi runner-up.

    Fajar/Fikri mengalami kebuntuan. Walau telah naik ke peringkat dua dunia, duet yang dibentuk pertengahan tahun lalu itu sering menurun ketika sudah mencapai final.

    Setelah gelar juara yang pertama di China Open 2025, Fajar/Fikri selalu kalah dalam lima babak final yang dijalani sesudahnya.

    Baca Juga: Juara Indonesia Open Pamit ke Labuan Bajo Berdua setelah 3 Gelar dan 4,1 Miliar dalam Sebulan, Liburan setelah Banting Tulang

    "Australian Open tidak termasuk dalam program turnamen utama mereka pada periode ini," kata Anton memaparkan.

    "Fokus mereka akan diarahkan pada persiapan yang lebih optimal untuk menghadapi turnamen-turnamen prioritas mereka berikutnya seperti Kejuaraan Dunia dan Asian Games."

    "Untuk Raymond/Joaquin, saya melihat dengan masa recovery yang singkat dari final Indonesia Open menuju laga pertama Australian Open apalagi Raymond baru pulih dari cedera lututnya."

    "Menurunkan mereka di Australia punya resiko cederanya kambuh," pungkasnya.

    Aksi ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, pada semifinal Indonesia Ope 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).Aksi ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, pada semifinal Indonesia Ope 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

    Komentar
    Additional JS