Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Internet Lamine Yamal Media Sosial Piala Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Tekno Timnas Spanyol

    Spanyol ke Semifinal, Yamal Jadi Man of the Match tapi Diprotes Warganet, - detik

    3 min read

     

    Spanyol ke Semifinal, Yamal Jadi Man of the Match tapi Diprotes Warganet Foto: Getty Images/Jean Catuffe
    Jakarta -

    Spanyol memastikan tiket ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Belgia dengan skor 2-1 pada laga perempat final yang berlangsung di SoFi Stadium, Los Angeles, Jumat (10/7/2026) malam WIB. Namun, seusai pertandingan perhatian publik justru tertuju pada penghargaan Man of the Match yang diberikan kepada Lamine Yamal.

    Keputusan FIFA memilih Yamal sebagai pemain terbaik pertandingan langsung memicu perdebatan di media sosial. Sebagian warganet menilai Mikel Merino, pencetak gol kemenangan Spanyol, lebih layak menerima penghargaan tersebut.

    Bagaimana Jalannya Laga Spanyol vs Belgia?

    Dilansir dari detikSport, Spanyol tampil dominan sejak menit awal dan berhasil membuka keunggulan pada menit ke-30. Fabián Ruiz menyambar bola rebound hasil tembakan Dani Olmo yang sempat ditepis Thibaut Courtois.

    Belgia mampu membalas sebelum turun minum. Charles De Ketelaere menyamakan kedudukan lewat sundulan yang membuat skor berubah menjadi 1-1.

    Memasuki babak kedua, pelatih Luis de la Fuente melakukan pergantian yang terbukti jitu dengan memasukkan Mikel Merino.

    Super-sub tersebut akhirnya menjadi penentu kemenangan La Roja pada menit ke-88. Merino memanfaatkan kesalahan kiper pengganti Belgia, Senne Lammens, untuk membawa Spanyol unggul 2-1 hingga peluit panjang berbunyi.

    Hasil ini memastikan Spanyol melangkah ke semifinal dan akan menghadapi Prancis dalam duel sesama raksasa Eropa.

    Protes Yamal Jadi Man of The Match

    Meski tidak mencetak gol, FIFA menganugerahkan penghargaan Man of the Match kepada Lamine Yamal.

    Pemain muda Barcelona itu dinilai memberikan kontribusi besar sepanjang pertandingan. Ia terlibat dalam proses gol pembuka, menjadi ancaman lewat kemampuan dribel, serta beberapa kali membuka ruang bagi rekan-rekannya.

    Secara statistik, Yamal juga menjadi salah satu pemain paling aktif di lapangan. Ia mencatatkan dribel terbanyak, tembakan terbanyak, serta sentuhan paling banyak di kotak penalti Belgia.

    Tak lama setelah penghargaan diumumkan, media sosial dipenuhi komentar yang mempertanyakan keputusan tersebut.

    Banyak penggemar menilai Mikel Merino lebih layak menjadi pemain terbaik karena mencetak gol kemenangan yang memastikan Spanyol lolos ke semifinal.

    "Loh perasaan gak ngapa²in deh, malah cenderung jelek," kata @Sekilas_Fact.

    "Kenpa bukan pencetak gol kmenangan yg dapat ini sih ? Penentuan yg cukup aneh buat MOTM nya," tanya @ngapa_ya23.

    "Ga cocok jadi MOTM. Better digeser ke Rodri atau ke Merino sebagai penentu. Kalau decul ditanya apa kontribusinya, cuma dapat jawaban aneh bin ajaib," ucap @frmsrgr.

    "Lamine Yamal mendapatkan penghargaan MOTM (Man of the Match) tanpa melakukan apa pun adalah penipuan serius, padahal orang yang pantas mendapatkannya adalah Merino," kata @iam_instigator.

    "yg bilang ga cocok mau siapa lagi? cuma dia doang yg usaha nembus dan coba shoot ke belgia, yg lain muter" nyari space," bela @ehAjammm.

    "Semua pemain Spanyol layak menjadi Man Of the Match pada pertandingan kali ini kecuali SIMON 🤣 Udah unggul malah terlalu maju dan meninggalkan gawang yg kosong untuk aja gak goal jirt, menit² terakhir injury time lagi," kata @BarCk_14.

    "kok pada ga terima kalo yamal yg jadi motm krn ini itu. kan sekarang berdasarkan voting gaisss, jadi ya terserah yang ngevote emang meskipun ada yg ratingnya lbih tinggi ya bisa aja dia ga jadi MOTM kalo kalah vote," jelas @onlywaninworld.

    Komentar
    Additional JS