Korban Shin Tae-yong, Eks Pelatih Vietnam Bosan 2 Tahun Nganggur, Bidik Pekerjaan di Timnas Jepang - Semua Halaman - Superball
Korban Shin Tae-yong, Eks Pelatih Vietnam Bosan 2 Tahun Nganggur, Bidik Pekerjaan di Timnas Jepang - Semua Halaman - Superball.id
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Jumat, 5 Juni 2026 | 19:59 WIB
SUPERBALL.ID - Eks pelatih Timnas Vietnam Philippe Troussier bidik Timnas Jepang sebagai labuhan barunya kembali melatih usai dua tahun menganggur.
Sosoknya nyaris sepenuhnya menghilang dari dunia sepak bola usai menjadi korban Shin Tae-yong dan Timnas Indonesia di 2024, kini Philippe Troussier muncul kembali.
Tak hanya asal kembali, kemunculan Philippe Troussier juga membawa kejutan besar, keinginan tak terduga eks pelatih Timnas Vietnam untuk kembali melatih.
Bukan sembarang tim yang dipilih, kelas Troussier masih sangat tinggi dan sulit untuk bisa disamai oleh rekan dan para pesaingnya.
Rencana masa depan Troussier ini terungkap dalam wawancara baru-baru ini bersama Shueisha, ia tertarik menukangi timnas putri Jepang.
"Saya menyukai tim putra, tetapi saya juga sangat tertarik dengan tim putri Jepang," kata Philipe Troussier seperti dikutip dari TheThao247.vn.
"Sepak bola wanita berkembang sangat pesat secara global, dan Jepang memiliki banyak pemain yang dapat beradaptasi dengan filosofi taktik yang saya terapkan."
"Jika diberi kesempatan, saya ingin menggunakan semua pengalaman yang telah saya kumpulkan untuk berkontribusi kepada mereka," imbuhnya.
Troussier terakhir kali melatih pada Maret 2024 usai dipecat Timnas Vietnam, ia sempat diduga pensiun dari karier melatihnya saat itu.
Baca Juga: Media Vietnam Ungkap Alasan Patrick Kluivert dan Philippe Troussier Gagal di Sepak Bola ASEAN
Ia kembali ke Prancis dan menolak tawaran melatih yang datang saat itu, Troussier lebih memilih mengurus kebun anggurnya.
Oleh media Vietnam, spekulasi liar pun dilontarkan, Troussier dikaitkan dengan salah satu tim sepak bola wanita ternama di Jepang.
"Pernyataan ini membangkitkan minat yang besar, karena tim nasional wanita Jepang saat ini merupakan salah satu kekuatan terkemuka di dunia sepak bola."
"Nadeshiko Japan termasuk dalam 5 tim teratas dalam peringkat FIFA dan tetap menjadi pesaing kuat di setiap turnamen besar," tulis TheThao247.vn.
Troussier bukan sosok asing dalam sepak bola Jepang, Ahli strategi kelahiran tahun 1955 ini pernah mengalami masa kejayaan bersama Samurai Biru dari tahun 1998 hingga 2002.
Ia meletakkan fondasi bagi generasi emas sepak bola Jepang, membawa mereka meraih kemenangan di Piala Asia 2000.
Ia membantu tim nasional melaju melewati babak penyisihan grup untuk pertama kalinya hingga mencapai babak 16 besar Piala Dunia 2002 di kandang sendiri.
Meski telah meninggalkan Jepang lebih dari dua dekade lalu, Troussier masih menerima rasa hormat khusus dari media dan penggemar di negara itu.
Ia sering diundang untuk wawancara oleh surat kabar besar untuk berbagi pandangannya tentang sepak bola modern serta perkembangan sepak bola Jepang.