0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Bulu Tangkis Bulu Tangkis indonesia Featured Indonesia Open Jonatan Christie Juara Spesial Victor Lai

    Indonesia Open 2026 - Puji Jonatan Christie setelah Juara, Atmosfer Istora Bikin Pencetak Sejarah Kanada Terkesan - Semua Halaman - Bolasport

    5 min read

     

    Indonesia Open 2026 - Puji Jonatan Christie setelah Juara, Atmosfer Istora Bikin Pencetak Sejarah Kanada Terkesan - Semua Halaman - Bolasport.com

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Bulu Tangkis
  • Minggu, 7 Juni 2026 | 18:16 WIB

    Jonatan Christie (kiri) dan Victor Lai pada podium runner-up dan juara Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/7/2026). (TOMMY NICOLAS/BOLASPORT.COM)

    BOLASPORT.COM - Tunggal putra Kanada, Victor Lai, tetap menaruh respek terhadap Jonatan Christie setelah mengalahkannya pada final Indonesia Open 2026.

    Victor Lai telah mengukir sejarah besar dalam bulu tangkis Kanada setelah memenangi gelar Indonesia Open 2026.

    Pemain berusia 21 tahun ini berhasil setelah mengalahkan favorit tuan rumah, Jonatan Christie, dalam final di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (7/6/2026).

    Dalam pertemuan pertama bagi dua pemain di jajaran 15 besar dunia ini, Lai sepenuhnya mengendalikan jalannya permainan.

    Tidak diunggulkan secara peringkat, Lai bermain tanpa beban, yakin, dan percaya diri hingga menang dengan skor 21-19, 21-8 dalam 39 menit.

    Prestasi Victor Lai menjadikannya sebagai pemain pertama dalam sejarah bulu tangkis Kanada yang mampu menjuarai turnamen BWF World Tour Super 1000, level tertinggi di ajang tur dunia.

    Rasa bahagia dan bangga terpancar jelas di raut wajah Lai.

    Ia bersuka cita merayakan kemenangan dengan membawa bendera Kanada yang ikonik dengan logo daun maple.

    Kemenangan Victor Lai tak lantas membuatnya lupa diri.

    Baca Juga: Hasil Final Indonesia Open 2026 - Jonatan Gagal Juara, Jagoan Baru Kanada Capai Gelar Tertinggi

    Pemain yang telah membuat gebrakan sejak meraih medali perunggu Kejuaraan Dunia 2025 ini masih membumi.

    Ia tak lupa mengucapkan terima kasih atas dukungan penggemar dan terpenting adalah atmosfer Istora yang sangat berkesan.

    Lai menyebut suasana pendukung di Istora sangat luar biasa.

    Ia juga tak ragu memberi cap bahwa atmosfer di sana adalah yang terbaik di dunia.

    Tidak hanya memikirkan dari para penggemar, Lai juga tak lupa memberi pujian untuk lawannya, Jonatan Christie.

    "Untuk Jonatan, dia juga menjalani turnamen yang sangat bagus," kata Victor Lai dikutip Bolasport dari The Straits Times.

    "Salut untuknya. Sangat menghormatinya."

    Pemain berperingkat 14 dunia itu juga teringat di zaman muda, ketika ia juga menyaksikan laga-laga Jonatan.

    "Ketika saya masih muda, saya sering menontonnya, jadi rasanya luar biasa bisa bermain melawannya juga," tandas Victor Lai.

    Baca Juga: An Se-young Ungkap Rahasia Tetap di Level Tertinggi dan Ambisi Jadi Pemain Tak Terkalahkan

    Kemenangan Victor Lai layak untuk ia dapatkan setelah sukses menumbangkan sejumlah pemain top.

    Dalam perjalanannya ke final, Lai dapat mengalahkan juara All England Lin Chun-Yi, Toma Junior Popov, dan pemain kawakan Chou Tien Chen.

    Terlepas dari itu, di saat Kanada sedang berjaya merayakan prestasi besar Victor Lai, Indonesia harus menahan diri lagi memiliki juara tunggal putra di ajang Indonesia Open.

    Terakhir kali tuan rumah mampu menggondol juara sektor tunggal putra pada tahun 2012 melalui Simon Santoso.

    Komentar
    Additional JS