Atlet Muda Wushu Ngawi Bersinar di Kejurprov Jatim 2026, Raih Lima Emas dan Enam Perak - Indonesia Buzz

IndonesiaBuzz: Ngawi, 7 Juni 2026 – Kontingen wushu Kabupaten Ngawi kembali menunjukkan kualitas pembinaan atlet mudanya dengan meraih hasil membanggakan pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Wushu Jawa Timur kategori sanda memperebutkan Piala Wali Kota Surabaya 2026. Dalam ajang yang berlangsung di Gelanggang Remaja Surabaya pada 5 hingga 7 Juni 2026 tersebut, atlet-atlet muda Ngawi sukses membawa pulang total 11 medali, terdiri atas lima medali emas dan enam medali perak.
Prestasi tersebut menjadi catatan positif bagi perkembangan olahraga wushu di Kabupaten Ngawi. Meski sebagian besar diperkuat atlet pelajar dan wajah-wajah baru, kontingen yang beranggotakan 11 atlet itu mampu bersaing dengan ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Kejuaraan yang diikuti sekitar 225 atlet tersebut menjadi ajang pembuktian bahwa regenerasi atlet wushu di Ngawi berjalan sesuai harapan. Seluruh atlet yang diturunkan berhasil menyumbangkan medali bagi daerah, sebuah pencapaian yang mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Ketua KONI Ngawi, Faisol, menyampaikan rasa bangga atas capaian para atlet yang dinilainya merupakan buah dari proses pembinaan yang selama ini dilakukan secara berkelanjutan.
“Alhamdulillah, kami baru menerima laporan dari tim pendamping di Surabaya. Hasil ini tentu sangat membanggakan karena seluruh atlet mampu pulang membawa prestasi. Ini menunjukkan bahwa pembinaan atlet usia muda di Kabupaten Ngawi berjalan dengan baik,” ujar Faisol, Minggu (7/6/26).
Meski demikian, Faisol mengingatkan bahwa prestasi tersebut tidak boleh membuat atlet maupun pelatih cepat berpuas diri. Evaluasi menyeluruh tetap diperlukan untuk meningkatkan kualitas teknik, strategi bertanding, serta kesiapan fisik atlet menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.
Menurutnya, keberhasilan di tingkat provinsi harus menjadi pijakan untuk menyiapkan atlet menuju level yang lebih kompetitif, termasuk berbagai ajang regional maupun nasional yang akan datang.
Sementara itu, Pelatih Wushu Ngawi, Didit Koko Nugroho, mengungkapkan bahwa Kejurprov Wushu Jawa Timur 2026 memang dijadikan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan pengalaman bertanding atlet muda.
Sebagian besar atlet yang diturunkan merupakan pelajar yang diproyeksikan menjadi kekuatan utama Kabupaten Ngawi pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) maupun Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.
“Untuk kejuaraan ini kami sengaja menurunkan mayoritas atlet pelajar dan beberapa atlet baru. Tujuannya memberikan pengalaman bertanding serta meningkatkan jam terbang mereka sebelum menghadapi Popda dan Porprov,” jelas pelatih yang akrab disapa Koko tersebut.
Meski berhasil meraih lima medali emas, Koko menilai masih terdapat sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian serius. Salah satunya adalah pengendalian emosi dan mental bertanding yang kerap menjadi faktor penentu dalam cabang olahraga bela diri.
Menurutnya, pengalaman bertanding di level kompetitif menjadi sarana penting untuk mengukur kesiapan atlet sekaligus menemukan kekurangan yang perlu diperbaiki dalam program latihan.
“Kejuaraan ini bukan hanya soal meraih medali. Kami menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk melihat perkembangan atlet. Masih ada pekerjaan rumah yang harus dibenahi, terutama terkait kestabilan emosi saat bertanding. Semua itu akan menjadi fokus evaluasi ke depan,” katanya.
Lima medali emas bagi Kabupaten Ngawi masing-masing dipersembahkan oleh Davin, Nanda, Akbar, Farit, dan Safira. Sementara enam medali perak diraih Zheryan, Nando, Yudistira, Pramita, Puspa, dan Rezi.
Keberhasilan tersebut tidak hanya mempertegas potensi atlet-atlet muda Ngawi di cabang olahraga wushu, tetapi juga menjadi indikator positif bagi pembinaan olahraga prestasi di daerah. Dengan mayoritas peraih medali masih berstatus pelajar, peluang Ngawi untuk terus bersaing dalam berbagai ajang olahraga tingkat provinsi dinilai semakin terbuka.
Hasil Kejurprov Wushu Jawa Timur 2026 diharapkan menjadi modal berharga bagi para atlet dalam menghadapi agenda kompetisi yang lebih besar. Di sisi lain, prestasi ini juga menjadi motivasi bagi generasi muda Ngawi untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang olahraga sekaligus mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.
Dengan kombinasi pembinaan yang konsisten, regenerasi atlet yang berjalan baik, serta dukungan berbagai pihak, wushu Ngawi optimistis dapat terus melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di level regional maupun nasional pada masa mendatang. (Esaputra /Koresponden Ngawi).