ACL 2 - Jadi Tim Terburuk setelah Persib, Wakil Singapura Bisa Berbalik Menang karena Tim Vietnam Mainkan 2 Pemain Terlarang - Bolasport
BOLASPORT.COM - Wakil Singapura Tampines Rovers bisa membalikkan kedudukan meski kalah 0-4 dari klub Vietnam Cong An Ha Noi dalam leg pertama 16 besar AFC Champions League Two, gara-garanya CAHN memainkan 2 pemain terlarang.
Kabar mengejutkan dari AFC Champions League Two (ACL 2), di mana Tampines Rovers yang kalah 0-4 dari Cong An Ha Noi pada laga leg pertama 16 besar bisa berbalik menang.
Tampines Rovers jadi tim terburuk setelah Persib Bandung (kalah 0-3) yang kalah pada leg pertama 16 besar AFC Champions League Two.
Dilansir BolaSport.com dari ESPN, jurnalis mereka Gabriel Tan menemukan bila Cong An Ha Noi memainkan dua pemain terlarang.
Mereka adalah gelandang asal Australia Stefan Mauk dan striker Brasil bernama China.
An Aussie midfielder in Vietnam secures huge @TheAFCCL Two first-leg victory ????????????????
Last night, former A-League Men's player Stefan Mauk featured for his Công An Hà Nội FC side in the Asian Champions League Two knockout stages and helped the Vietnamese club dominate the… pic.twitter.com/4MXkD0ixGB
— Front Page Football (@FrontPgFootball) February 12, 2026
Menurut data pertandingan resmi dari AFC, kedua pemain tersebut telah menerima kartu kuning ketiga mereka di pertandingan grup terakhir ACL 2, saat kalah 0-1 dari wakil Hong Kong Tai Po.
Adapun di peraturan ACL 2 pasal 59.1.1, disebutakan bahwa setiap pemain yang telah menerima kartu kuning dalam tiga pertandingan terpisah akan secara otomatis diskors dari pertandingan berikutnya dalam kompetisi.
Dalam kasus ini, seharusn Stefan Mauk dan China tidak bisa dimainkan Cong An Ha Noi dalam laga leg pertama 16 besar.
Kenyataannya, Mauk dan China menjadi starter dan kemudian bahkan striker Brasil mencetak gol ketiga Cong An Ha Noi.
Menurut sumber ESPN, AFC menyadari potensi pelanggaran tersebut dan akan mengumumkan keputusan pada awal pekan depan, menjelang laga leg kedua Tampines Rovers Vs CAHN di Stadion Jalan Besar, Singapura.
Kasus ini mengingatkan kita pada sesama tim Singapura, Lion City Sailors pada kompetisi ACL 2 musim lalu.
Pada leg pertama babak perempat final, Sanfrecce Hiroshima seharusnya menang 6-1 atas Lion City Sailors.
Namun AFC menganulir hasil pertandingan tersebut dan beralih memberikan kemenangan 3-0 untuk Lion City Sailors.
Penyebabnya, Sanfrecce Hiroshima menurunkan pemain ilegal saat laga melawan Lion City Sailors.
Pemain yang dimaksud adalah Velere Germain, striker asal Prancis anyar milik Sanfrecce Hiroshima.
Valere Germain masuk pada menit ke-69 dan bahkan mencetak gol kelima Hiroshima ke gawang Lion City Sailors.
Valere Germain diketahui sedang menjalani sanksi 3 laga yang dijatuhkan oleh AFC pada Februari 2024 lalu.
Saat itu Valere Germain membela klub Australia, Macarthur dalam laga lawan Central Coast Mariners di ajang Piala AFC 2024 (sekarang berganti jadi ACL 2).
Germain terbukti bersalah setelah terlibat keributan pasca-pertandingan, di mana Macarthur kalah 2-3 dari Central Coast Mariners.
Baca Juga: Sejarah Michael Owen Bisa Terulang, Szoboszlai Bisa Khianati Liverpool demi Real Madrid
Gesture penyerang Monaco, Valere Germain, saat meninggalkan lapangan seusai laga melawan Nice dalamIa dikenai skorsing 3 laga dan denda 1000 US Dollar.
Hukuman ini-lah yang tidak dicek oleh Sanfrecce Hiroshima sehingga Valere Germain dianggap sebagai pemain ilegal.
Kini, kasus identik terjadi untuk Tampines Rovers yang beemu CAHN di babak 16 besar ACL 2.
Mungkinkah, wakil Singapura kembali diuntungkan karena lawan tak mengecek ketersediaan pemainnya dan mendapat kemenangan cuma-cuma? Patut kita tunggu.