Impian Indonesia Juara Thomas Cup 2026 Terancam, Prancis Jadi Rival Sulit selain Denmark - Semua Halaman - Bolasport
Impian Indonesia Juara Thomas Cup 2026 Terancam, Prancis Jadi Rival Sulit selain Denmark - Semua Halaman - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Minggu, 15 Februari 2026 | 13:15 WIB
Indonesia berpotensi menghadapi rival segit Eropa selain Denmark, yaitu Prancis yang lolos final Kejuaraan Beregu Eropa 2026. (PBSI.ID)
BOLASPORT.COM - Tim bulu tangkis Indonesia wajib mewaspadai kekuatan Prancis pada Thomas Cup 2026.
Bulu tangkis Prancis telah mengalami kemajuan signifikan khususnya di sektor tunggal putra.
Pada Thomas cup 2026, Prancis berpotensi menjadi tim kuda hitam Eropa selain Denmark.
Kekuatan Prancis terletak pada tiga partai tunggal putra mereka yang berisi jajaran pemain jagoan.
Dua tahun lalu Prancis masih mengandalkan dua kakak-beradik, Toma Junior Popov dan Christo Popov.
Sekarang, mereka ketambahan Alex Lanier.
Lanier yang notabene rival seangkatan Alwi Farhan berpotensi besar dibawa Prancis ke Thomas Cup 2026 sebagai tunggal pertama.
Lalu di tunggal kedua dan ketiga, mereka menurunkan Christo dan Toma Junior Popov.
Bila harus kecolongan di sektor ganda, Prancis masih sangat bisa mengandalkan tiga tunggal putra mereka.
Baca Juga: Alwi Farhan dan Raymond/Joaquin Belum Cukup, Indonesia Mencemaskan Tuju Thomas Cup 2026
Kekuatan mereka bahkan sudah mengimbangi Denmark sebagai tim terkuat di Eropa saat ini.
Prancis sekali lagi menunjukkan ketangguhan mereka dengan melangkah ke final Kejuaraan Beregu Eropa 2026.
Tiket final diraih tim putra Prancis setelah mengalahkan Swedia yang tahun ini juga sudah membuat kejutan apik dengan mengamankan medali perunggu.
Pada laga puncak, mereka akan melawan Denmark selaku juara bertahan.
Denmark sendiri lolos final setelah menang atas Inggris.
Pertemuan Prancis versus Denmark dihadapi dengan antusiasme tinggi para pemain Denmark sendiri.
Daniel Lundgaard, ganda putra Denmark, sangat mendambakan duel kedua tim sebagai perebutan status siapa yang terbaik di Benua Biru.
"Ini akan menjadi pertandingan yang gila," ujar Daniel Lundgaard dikutip Bolasport dari Badminton Europe.
"Ttidak diragukan lagi bahwa mereka (Prancis) memiliki 3 pemain tunggal yang sangat bagus, tetapi saya pikir kami akan berhasil menang besok," tambahnya percaya diri.
Sementara itu, Toma Junior Popov juga tak sabar menanti final melawan Denmark.
Popov berharap bahwa tahun inilah saatnya Prancis bersinar menjadi juara beregu Eropa.
"Saya sangat senang bahwa Prancis sekarang melaju ke final, tanpa masalah besar," katanya.
"Kami memiliki tim yang kuat, dan kami semakin kuat setiap tahunnya, jadi kami berharap ini adalah tahun yang tepat."
"Hampir setiap pertandingan memiliki peluang 50/50, dan saya pikir semua orang mengharapkan pertandingan seperti ini."
"Jadi kami akan siap menghadapinya," ucap Toma Popov.