Motivasi Jonatan Christie Donasikan Seluruh Bonus Asian Games dari Pemerintah untuk Bencana Karhutla - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Minggu, 8 November 2026 | 05:00 WIB
Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, membuat pesan untuk menunjukkan kepedulian terhadap isu kebakaran hutan dan lahan yang menimpa Indonesia. (INSTAGRAM/JONATAN CHRISTIE FOUNDATION)
BOLASPORT.COM - Kebutuhan finansial untuk mendukung karier profesional tak menghalangi tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, untuk berbagi di tengah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Indonesia.
Jonatan Christie mengumumkan akan menyerahkan seluruh bonus apresiasi prestasi Asian Games 2026 dari Pemerintah RI untuk musibah karhutla.
Keputusan itu dibagikan sang mantan pemain nomor satu dunia melalui akun media sosial lembaga amal pribadinya, Jonatan Christie Foundation, pada Sabtu (7/11/2026).
"Saya memutuskan untuk mendonasikan 100 persen bonus Asian Games yang saya terima dari pemerintah Indonesia untuk membantu mereka yang terdampak kebakaran hutan dan lahan."
"Bukan karena saya memiliki segalanya atau tidak membutuhkan uang tersebut."
"Akan tetapi, saya percaya bahwa ada saatnya kita perlu melihat lebih jauh dari kebutuhan diri kita sendiri dan mengambil bagian dalam membantu orang lain."
Jonatan menjadi bagian dari Tim Bulu Tangkis Putra Indonesia yang memenangkan emas beregu pada pesta olahraga se-Asia di Aichi-Nagoya, Jepang, pada September lalu.
Menurut pernyataan resmi Sekretariat Kabinet RI, atlet peraih emas dari nomor beregu mendapat bonus sebesar Rp1,5 miliar.
Adapun menurut Jonatan, bonus yang diterimanya hampir sebanding dengan pengeluarannya untuk mengikuti sirkuit turnamen dunia selama satu tahun.
Jonatan harus membiayai sendiri kebutuhannya sebagai atlet bulu tangkis sejak mengundurkan diri dari pelatnas pada Mei tahun lalu.
Meski demikian, juara Asian Games satu kali itu tetap bersyukur.
Jonatan merasa dirinya lebih beruntung karena masih bisa melakukan apa yang dicintainya ketika para korban menderita karena bencana yang terjadi berbulan-bulan.
Atlet berusia 30 tahun itu mengungkapkan kepedulian terhadap kelestarian hutan, satwa, dan kehidupan orang-orang yang menjadi korban.
"Dari situasi yang terjadi, ada tiga hal yang secara khusus menggerakkan hati saya. Yang pertama, satwa liar yang kehilangan tempat tinggalnya," tukas Jonatan.
"Ketika hutan terbakar, bukan hanya pepohonan yang hilang tetapi juga rumah bagi begitu banyak satwa liar yang hidup di dalamnya."
"Mereka tidak bisa menyampaikan apa yang mereka rasakan atau meminta pertolongan seperti kita. Karena itu, saya ingin mengambil bagian dalam upaya penyelamatan dan perlindungan satwa liar melalui organisasi Kalaweit."
"Yang kedua, pemulihan hutan yang telah rusak. Saya sadar bahwa membantu korban kebakaran saja tidak cukup. Kita juga perlu memikirkan bagaimana alam yang rusak bisa kembali pulih."
"Mungkin kita tidak bisa mengembalikan semuanya dalam waktu yang singkat tetapi saya percaya setiap pohon yang ditanam merupakan satu langkah kecil untuk masa depan yang lebih baik."
"Untuk itu, saya ingin mendukung upaya penanaman kembali pohon melalui penggalangan dana yang dilakukan oleh Jerhemy Owen dan Ferry Irwandi."
Jonatan (paling kiri di baris atas) bersama para pemain dan pelatih Tim Bulu Tangkis Putra Indonesia setelah final beregu putra Asian Games 2026. (PBSI)
"Dan yang ketiga, anak-anak yang terdampak gangguan pernapasan akibat asap kebakaran. Ini menjadi salah satu hal yang paling menyentuh hati saya.
"Membayangkan anak-anak seusia Jayden (putra pertama Jonatan, red) yang seharusnya bisa bermain, belajar, dan menikmati masa kecil mereka tetapi justru harus menghadapi gangguan kesehatan akibat udara yang mereka hirup setiap hari, terutama mereka yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA."
"Saya ingin mengambil bagian dalam membantu memenuhi kebutuhan mereka termasuk kebutuhan kesehatan dan penanganan yang diperlukan melalui pihak yang kompeten."
"Saya tahu bahwa bantuan ini mungkin tidak bisa menyelesaikan semua masalah yang ada tetapi setidaknya saya berharap ada kehidupan yang bisa kita bantu, ada harapan yang bisa kita tumbuhkan kembali, dan ada beban yang bisa kita ringankan bersama."
Baca Juga: Potensi An Se-young Ukir Rekor Lebih Gila, Tuan Rumah Tempatkan 3 Wakil di Final Korea Open 2026
Jonatan melanjutkan bahwa ada yang tak kalah penting daripada kemenangan dan pencapaian, yaitu menggunakan apa yang dimiliki untuk membawa kebaikan bagi orang lain.
"Pada akhirnya hidup ini bukan hanya tentang seberapa banyak yang bisa kita dapatkan atau seberapa tinggi pencapaian yang bisa kita raih tetapi juga tentang seberapa besar kita bisa menjadi berkat bagi sesama."
"Saya berharap kita semua bisa mengambil bagian dengan cara kita masing-masing untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan."
"Karena mungkin bagi kita apa yang kita berikan hanyalah sebagian dari apa yang kita miliki tetapi bagi mereka yang sedang membutuhkan bantuan itu bisa berarti begitu besar. For the forest, for the animal, and for the people."
"Terima kasih dan Tuhan memberkati," pungkasnya.