Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 tapi Ranking FIFA Cuma Naik Tipis, Ternyata Ini Penyebabnya - tvone
Timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026, namun ranking FIFA hanya naik tipis. Ini penyebab poin Garuda tak melonjak meski menaklukkan Thailand di final.
Reporter :
Tim Sport tvonenews.com
Editor :
Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:00 WIB
Sumber :
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia sukses mencetak sejarah dengan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menaklukkan Thailand melalui drama adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026). Namun, keberhasilan mengangkat trofi tersebut ternyata tidak membuat posisi skuad Garuda melonjak drastis dalam ranking FIFA.
Berdasarkan perhitungan ranking FIFA pada Selasa (6/10/2026), Timnas Indonesia berada di posisi ke-117 dunia dengan mengoleksi 1.166,50 poin. Garuda hanya naik satu tingkat meski mendapatkan tambahan total 9,45 poin sepanjang FIFA ASEAN Cup 2026.
Kondisi tersebut mungkin menimbulkan pertanyaan karena Indonesia baru saja menjadi juara turnamen yang berada di bawah payung FIFA. Namun, sistem ranking dunia memang tidak memberikan bonus tambahan semata-mata karena sebuah negara berhasil membawa pulang trofi.
FIFA menggunakan sistem bernama SUM yang menghitung penambahan atau pengurangan angka dari setiap pertandingan. Besarnya perubahan poin dipengaruhi antara lain oleh tingkat kepentingan pertandingan, kekuatan kedua tim, hasil laga, serta hasil yang sebelumnya diperkirakan berdasarkan rating masing-masing negara.
![]()
Sumber :
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Artinya, mengalahkan tim dengan peringkat jauh lebih tinggi bisa menghasilkan poin lebih besar dibandingkan menundukkan lawan yang posisinya berada jauh di bawah. Situasi itu pula yang membuat kemenangan besar Timnas Indonesia belum tentu berbanding lurus dengan lonjakan ranking yang besar.
Baca Juga
Pada pertandingan pembuka FIFA ASEAN Cup 2026, Indonesia mendapat tambahan sekitar 4,12 poin setelah menang 2-0 atas Singapura. Akan tetapi, hasil imbang 0-0 ketika menghadapi Malaysia membuat Garuda justru kehilangan sekitar 0,66 poin.
Tambahan poin kembali diperoleh ketika Indonesia menghancurkan Bangladesh dengan skor 9-2 pada pertandingan terakhir fase grup. Meski menang dengan selisih tujuh gol, Garuda hanya memperoleh tambahan sekitar 2,66 poin karena ranking FIFA tidak menghitung besarnya skor sebagai faktor utama penentu tambahan angka.
Hal menarik kemudian terjadi pada pertandingan final melawan Thailand yang memiliki ranking lebih tinggi daripada Indonesia. Secara teori, kemenangan atas tim dengan rating lebih tinggi memang berpotensi memberikan tambahan poin yang lebih menguntungkan bagi Garuda.
Namun, Indonesia dan Thailand bermain imbang 2-2 hingga berakhirnya babak tambahan sebelum Garuda menang 4-2 dalam adu penalti. FIFA memiliki perlakuan berbeda terhadap pertandingan yang pemenangnya ditentukan melalui babak tersebut.
Dalam formula ranking FIFA, kemenangan normal atau setelah perpanjangan waktu memiliki nilai hasil 1, sedangkan kemenangan lewat adu penalti hanya diberi nilai 0,75. Sementara itu, tim yang kalah melalui adu penalti mendapat nilai hasil 0,5, sehingga kemenangan melalui titik putih tidak menghasilkan poin sebesar kemenangan dalam waktu normal atau babak tambahan.
Indonesia akhirnya mendapatkan tambahan sekitar 3,35 poin dari pertandingan melawan Thailand. Jika dijumlahkan dengan seluruh hasil sejak fase grup, pasukan John Herdman memperoleh tambahan 9,45 poin sehingga koleksinya menjadi 1.166,50 angka.
Tambahan tersebut untuk sementara membawa Indonesia ke peringkat ke-117 dunia dan menggeser Sudan yang memiliki 1.156,74 poin. Garuda bahkan hanya terpaut sangat tipis dari Kazakhstan di posisi berikutnya sehingga peluang kembali naik masih terbuka pada perubahan ranking mendatang. (fan)
Jangan Lewatkan
Dinkes Bandung Barat Temukan 31 Kasus Positif Influenza A, Waspadai Soal Penularan
Jabar
- 6/10/2026 - 22:58
Menurutnya influenza A memiliki gejala awal yang mirip dengan flu biasa, mulai dari meriang, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, bahkan diare.
Penyebab Keracunan Massal usai Santap Makanan Korea di Restoran Korea 88 Seoul, Benarkah karena Kimci?
Trend
- 6/10/2026 - 22:51
Media sosial dihebohkan dengan kasus keracunan massal usai menyantap makanan korea di restoran 88 Seoul, Bandung. Apa yang menjadi penyebab keracunan tersebut?
Jadwal Sidang Perdana Eks Jampidsus Febrie Adriansyah di PN Jakpus Besok, Catat Waktunya!
Nasional
- 6/10/2026 - 22:45
Sidang Febrie Adriansyah akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pukul 13.30 WIB.
Mengenal Mayjen Dian Andriani, Dari Dokter hingga Jenderal: Perempuan Pertama di TNI AD yang Raih Bintang Dua
News
- 6/10/2026 - 22:34
Mayjen Dian Andriani mencatat sejarah sebagai perempuan pertama TNI AD yang meraih pangkat bintang dua. Berikut profil, pendidikan, dan perjalanan kariernya
Pegadaian Luncurkan Program Gadai Bebas Sewa Modal Khusus Nasabah Baru, Bantu Masyarakat Akses Dana Cepat Tanpa Bunga
Ekonomi Bisnis
- 6/10/2026 - 22:27
Sebagai wujud komitmen dalam memperluas inklusi keuangan dan menghadirkan solusi pembiayaan yang terjangkau, Pegadaian meluncurkan inovasi terbarunya, Gadai Bebas Sewa Modal.
Heboh Pelanggan Keracunan Makanan di Restoran Korea Bandung, Pihak Manajemen Buka Suara
Trend
- 6/10/2026 - 22:15
Menanggapi keracunan makanan tersebut, Corporate Communication 88 Seoul, Hana, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dan keluhan dari sejumlah pelanggan.
