Tim EPA Persib U-18 Diserang di Batang, Manajemen Persib Bereaksi Keras - BolaSkor
Indonesia Super League
Tim EPA U-18 Diserang Kelompok Suporter, Manajemen Persib Kecam Rivalitas Berubah Jadi Kriminal
Tim EPA Persib U-18 diserang di Rest Area Batang hingga bus rusak dan koper diduga dijarah. Manajemen Persib mengecam keras dan mendesak pelaku diproses hukum.

Persib (X/Persib)
Ukuran text:
16
Dengarkan Berita:
BolaSkor.com - Manajemen Persib dengan tegas mengecam tindakan kekerasan yang dialami tim Elite Pro Academy (EPA) Persib U-18 saat berada di Rest Area Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10) malam.
Pasalnya, insiden tersebut tidak hanya mengakibatkan personel Persib mengalami kekerasan fisik dan kerusakan bus rombongan, tetapi juga disertai dugaan penjarahan sejumlah koper milik ofisial serta perlengkapan pertandingan tim EPA Persib U-18.
Baca Juga:
Oknum Suporter Serang Bus Persib U-18, The Jakmania Buka Suara
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan menyatakan tindakan yang diduga dilakukan sekelompok suporter tersebut merupakan perbuatan serius yang tidak dapat ditoleransi dan tidak memiliki pembenaran dalam bentuk apapun.
Kami sangat menyesalkan terjadinya tindakan kekerasan yang turut mengancam keselamatan para pemain muda Persib EPA U-18. Sebagai atlet yang sedang menjalani proses pembinaan dan mempersiapkan masa depan di dunia sepak bola, mereka berhak mendapatkan perlindungan, rasa aman, dan kesempatan untuk berkembang tanpa ancaman kekerasan,
ujar Adhitia, Senin (12/10).
Persib Tuntut Tindakan Hukum
Menurutnya, kekerasan fisik, perusakan kendaraan, serta dugaan pengambilan barang milik orang lain tanpa hak bukanlah bentuk rivalitas sepak bola. Tindakan tersebut merupakan persoalan serius yang harus diproses melalui jalur hukum.
Baca Juga:
Kronologi Tim EPA Persib Bandung Diserang di Rest Area Batang, Malam yang Mencekam
“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas insiden tersebut, mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat, serta menindak tegas setiap pelaku yang terbukti bersalah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Adhitia.
Kami berharap proses penegakan hukum dapat berjalan secara profesional, objektif, transparan, dan menyeluruh agar fakta terungkap serta setiap pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya,
katanya.
Persib Minta Bobotoh Tenang
Adhitia pun mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut kepada PSSI selaku regulator sepak bola nasional dan I League selaku operator kompetisi, agar insiden ini bisa menjadi perhatian serius dan ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan serta regulasi yang berlaku.
Baca Juga:
Persija Kecam Keras Aksi Penyerangan Bus Persib U-18, Dukung Penuh Jalannya Proses Hukum
Di sisi lain, lanjutnya, manajemen Persib mengimbau seluruh Bobotoh untuk tetap tenang, tidak terpancing provokasi, dan tidak melakukan tindakan balasan yang melanggar hukum.
“Kami memahami kemarahan, kekecewaan, dan keprihatinan Bobotoh atas kejadian ini. Namun, kami mengajak seluruh pihak untuk tetap menahan diri dan mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum. Tindakan balasan yang tidak terkendali justru berisiko memperluas persoalan dan merugikan banyak pihak,” ulasnya kembali. (Laporan Kontributor Gigi Gaga/Bandung)
Johan Kristiandi
My name is Johan Kristiandi, a Sports Journalist and Content Writer with more than eight years of experience. A Journalism graduate from the IISIP Jakarta, I began my career at Bola.com before joining BolaSkor.com in 2018 under PT Merah Putih Media, where I cover football news, match analysis, transfer updates, and major international tournaments. I also contributed to FIFA+ Indonesia during the 2022 FIFA World Cup and have worked as a Freelance Writer for Netralnews.com, producing content across sports, politics, economics, lifestyle, and breaking news.
Show More
