Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kasus Persib Bandung Persib EPA U-18 Persib U-18 Persija Jakarta Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial

    Persija dan Persib Kecam Penyerangan Bus EPA di Batang, Desak Proses Hukum - Kompas TV

    8 min read

     


    Close Ads x

    Kompas.tv - 12 Oktober 2026, 15:12 WIB

    persija-dan-persib-kecam-penyerangan-bus-epa-di-batang-desak-proses-hukum

    Ivan Mamut saat mencetak gol ke gawang Persib Bandung dalam laga Persija vs Persib di Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu (12/9/2026). (Sumber: Kompas.tv/Rizky Ade Saputro)

    JAKARTA, KOMPAS.TV - Persija Jakarta dan Persib Bandung mengecam penyerangan terhadap rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) malam.

    Kedua klub menegaskan bahwa rivalitas sepak bola tidak dapat dijadikan pembenaran untuk melakukan kekerasan. Persib bahkan telah melaporkan insiden tersebut kepada PSSI selaku regulator sepak bola nasional dan I.League sebagai operator kompetisi.

    Baca Juga: Kronologi Bus EPA Persib Diserang di Rest Area Batang, Barang Dijarah

    Penyerangan yang terjadi sekitar pukul 21.30 WIB itu dilaporkan mengakibatkan bus rombongan rusak, sejumlah barang milik ofisial dan tim EPA Persib U-18 diduga dijarah, serta seorang personel mengalami kekerasan fisik.

    Persija Kecam Penyerangan Rombongan EPA Persib

    Melalui pernyataan resminya, Senin (12/10/2026), Persija Jakarta menyampaikan kecaman keras terhadap insiden tersebut. Klub juga menyampaikan empati kepada seluruh korban, terutama mereka yang mengalami kekerasan fisik.

    Persija menegaskan bahwa kekerasan, penyerangan, dan penjarahan tidak dapat dibenarkan dengan alasan rivalitas sepak bola.

    "Persija menegaskan bahwa tidak ada pembenaran apa pun bagi tindakan kekerasan, penyerangan, maupun penjarahan dengan dalih rivalitas sepak bola," demikian pernyataan resmi klub.

    Persija menilai tindakan tersebut sebagai perilaku tidak bertanggung jawab yang mencederai nilai sportivitas dan merusak semangat persaudaraan dalam sepak bola Indonesia.

    Klub berjuluk Macan Kemayoran itu juga menegaskan tidak membenarkan siapa pun yang menggunakan nama atau identitas suporter untuk melakukan kekerasan.

    "Rivalitas dalam sepak bola seharusnya hanya berlangsung di dalam lapangan, bukan diwujudkan melalui aksi yang mengancam keselamatan orang lain, terlebih terhadap para pemain muda yang tengah meniti masa depan mereka di dunia sepak bola," tulis Persija.

    Baca Juga: Klasemen BRI Super League 2026-27 Terbaru: Persija Ambil Alih Puncak, Persib Posisi 8

    Persija turut mendukung agar insiden tersebut diusut secara tuntas, objektif, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

    Persib Laporkan Insiden ke PSSI dan I.League

    Sementara itu, manajemen PT Persib Bandung Bermartabat mengecam keras tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum dari rombongan suporter yang mengenakan atribut klub tertentu.

    Persib menyoroti dampak insiden tersebut, mulai dari kekerasan fisik terhadap personel, kerusakan bus, hingga dugaan penjarahan koper dan perlengkapan pertandingan milik tim EPA Persib U-18.

    Manajemen juga menyesalkan ancaman terhadap keselamatan para pemain muda yang sedang menjalani proses pembinaan untuk masa depan mereka di dunia sepak bola.

    Persib menegaskan bahwa kekerasan fisik, perusakan kendaraan, dan pengambilan barang milik orang lain tanpa hak bukanlah bentuk rivalitas sepak bola.

    "Kekerasan fisik, perusakan kendaraan, serta dugaan pengambilan barang milik orang lain tanpa hak bukanlah bentuk rivalitas sepak bola. Tindakan tersebut merupakan persoalan serius yang harus diproses melalui jalur hukum," tutur pernyataan manajemen Persib.

    Sebagai bentuk tindak lanjut, Persib telah melaporkan kejadian tersebut kepada PSSI dan I.League agar menjadi perhatian serius dan ditangani sesuai dengan kewenangan serta regulasi yang berlaku.

    Baca Juga: Hasil Persib Bandung vs Dewa United 2-2: Pangeran Biru Selamat dari Kekalahan

    Manajemen juga mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas insiden tersebut, mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat, serta menindak pelaku yang terbukti bersalah.

    Persib berharap proses penegakan hukum berjalan profesional, objektif, transparan, dan menyeluruh agar fakta dalam insiden tersebut dapat terungkap.

    Persib Imbau Bobotoh Tidak Melakukan Aksi Balasan

    Di tengah insiden tersebut, Persib mengimbau seluruh Bobotoh tetap tenang, tidak terpancing provokasi, dan tidak melakukan tindakan balasan yang melanggar hukum.

    Manajemen memahami kemarahan dan kekecewaan suporter atas kejadian tersebut. Namun, klub meminta seluruh pihak menahan diri dan mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

    "Tindakan balasan yang tidak terkendali justru berisiko memperluas persoalan dan merugikan banyak pihak," demikian pernyataan Persib.

    Sejalan dengan itu, Persija mengajak seluruh suporternya menunjukkan kedewasaan dalam mendukung klub kebanggaan. Persija menegaskan loyalitas terhadap klub tidak boleh menjadi alasan untuk menyakiti sesama.

    Kedua klub sama-sama menekankan pentingnya menjaga sportivitas dan menghormati keselamatan orang lain dalam rivalitas sepak bola.

    Baca Juga: Igor Tolic Ungkap Kunci Persib Bandung Bisa Comeback atas Port FC

    Persib juga mengajak seluruh elemen sepak bola Indonesia, mulai dari klub, suporter, penyelenggara kompetisi, hingga aparat penegak hukum, untuk bersama-sama mencegah terulangnya kejadian serupa.

    "Rivalitas harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, sementara setiap tindakan yang melanggar hukum harus ditangani secara serius demi terciptanya lingkungan sepak bola Indonesia yang aman, sportif, dan bermartabat," demikian pernyataan manajemen Persib.

    Seperti diberitakan sebelumnya, rombongan bus EPA Persib sedang dalam perjalanan kembali ke Bandung setelah menyelesaikan tugas peliputan kegiatan EPA.

    Dalam perjalanan tersebut, rombongan dilaporkan berpapasan dengan kelompok suporter Persija Jakarta yang pulang setelah mendukung timnya bertanding di Yogyakarta.

    Bus rombongan EPA kemudian dilaporkan diserang sekelompok orang yang diduga berasal dari rombongan suporter tersebut.

    Pandu Persada, Media Officer PT Persib Bandung Bermartabat, dan Ridwan dari tim Akademi Persib sempat berada di area toilet rest area. Ketika hendak kembali ke bus, situasi di lokasi dilaporkan tidak kondusif sehingga keduanya terpisah dari rombongan.

    Bus EPA kemudian melanjutkan perjalanan lebih dahulu. Dalam situasi tersebut, Pandu dilaporkan mengalami kekerasan fisik dan berlindung di sebuah tempat tambal ban untuk menghindari ancaman lanjutan.

    Selain kerusakan kendaraan, sejumlah koper milik ofisial dan perlengkapan pertandingan tim EPA Persib U-18 juga dilaporkan hilang atau dijarah. 

    Baca Juga: Skor PSIM vs Persija 0-4: Loncar Brace, Macan Kemayoran ke Puncak Klasemen

    Ringkasan Berita:

    • Persija Jakarta dan Persib Bandung mengecam penyerangan bus tim EPA Persib di Rest Area Batang, menolak kekerasan dengan dalih rivalitas sepak bola dan mendesak proses hukum.
    • Insiden sekitar pukul 21.30 WIB menyebabkan kerusakan bus, pencurian barang tim EPA U-18, dan kekerasan fisik terhadap personel; Persib laporkan kejadian ke PSSI dan I.League.
    • Persib imbau Bobotoh tidak balas aksi kekerasan dan minta aparat hukum usut tuntas; Persija ajak suporter tunjukkan kedewasaan dan jaga sportivitas sepak bola Indonesia.

    Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

    Sumber : Kompas TV

    Komentar
    Additional JS