Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kasus Persib EPA U-18 Persib U-18 Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial

    Tim EPA Persib Diserang di Rest Area Batang, Ini Kerugian nya - Kompas

    5 min read

     

    KOMPAS.com - Insiden memilukan terjadi pada Minggu (11/10/2026) saat bus rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) mengalami penyerangan.

    Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah.

    Berdasarkan keterangan yang diterima KOMPAS.com, insiden terjadi saat Pandu Persada, Media Officer PT Persib Bandung Bermartabat, bersama Ridwan dari Akademi Persib dalam perjalanan pulang ke Bandung usai meliput kegiatan EPA. 

    Di tengah perjalanan, mereka berpapasan dengan rombongan suporter Persija Jakarta yang baru kembali dari Yogyakarta. 

    Detik-detik Perpisahan Lionel Messi dengan Argentina

    Baca juga: Respons Persib atas Penyerangan Bus Rombongan EPA di Rest Area Batang

    Bus rombongan EPA kemudian dilaporkan diserang oleh sekelompok orang yang diduga berasal dari rombongan suporter tersebut.

    Persib menegaskan bahwa segala bentuk aksi kekerasan tidak bisa ditoleransi dalam situasi apa pun. 

    Klub juga mendesak agar insiden tersebut diusut secara menyeluruh dan objektif guna mengungkap fakta serta memastikan pihak yang harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

    Baca juga: Kata-kata Marc Klok Selamatkan Persib dari Kekalahan di Kandang

    "Segala bentuk kekerasan dan tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain tidak dapat dibenarkan." 

    "Oleh karena itu, kejadian ini perlu ditangani secara serius, objektif, dan melalui jalur hukum agar fakta dapat diungkap serta pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku."

    Dampak Kerugian Tim EPA Persib

    Terdapat beberapa kerugian dan dampak yang diterima akibat serangan brutal kepada tim Persib EPA.

    Berdasarkan laporan awal, setidaknya ada empat kerugian yang diterima baik operasional, fisik, akomodasi, hingga transportasi.

    Baca juga: Persib Tertahan, Kakang Rudianto Kena Kritik, Igor Tolic Pasang Badan

    Kerugian pertama yaitu Media Officer PT PERSIB Bandung Bermartabat Pandu Persada mengalami kekerasan fisik.

    Pandu juga dikabarkan harus mengevakuasikan diri ke tempat warga sekitar untuk berlindung. Sementara anggota tim Persib yaitu Ridwan berhasil keluar dengan selamat.

    Persib juga mengonfirmasi bahwa bus yang membawa rombongan EPA mengalami kerusakan akibat penyerangan. Dalam video yang beredar, tampak kaca bus mengalami kerussakan parah akibat lemparan benda keras.

    Kerugian materiil juga dialami Persib usai beberapa koper milik ofisial dan tim EPA PERSIB U-18 dilaporkan dijarah. Namun belum diketahui barang dan berapa jumlah taksiran kerugian dari barang tersebut.

    Baca juga: Persib Tertahan, Kakang Rudianto Kena Kritik, Igor Tolic Pasang Badan

    Akibat serangan itu, bus EPA Persib juga mengalami gangguaan perjalanan karena sejumlah personel terpisah dari rombongan sehingga memerlukan penanganan dan koordinasi untuk memastikan keselamatan mereka.

    Pendataan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan kondisi fisik korban, tingkat kerusakan bus, jumlah serta jenis barang yang hilang, dan total kerugian yang ditimbulkan.

    Persib Siapkan Langkah Penanganan

    Lebih lanjut, Persib akan melakukan tindakan lanjutan untuk merespons serangan yang membahayakan pemain tersebut.

    Persib akan melakukan koordinasi intensif dengan pihak kepolisian di wilayah Batang, Jawa Tengah, untuk memastikan keselamatan dan mengupayakan evakuasi Pandu.

    Langkah selanjutnya yaitu memastikan keberadaan dan kondisi terkini Pandu serta memastikan Ridwan mendapatkan penanganan yang diperlukan apabila dibutuhkan.

    Baca juga: Kata-kata Igor Tolic Usai Persib Vs Dewa United 2-2: Karakter Luar Biasa

    Persib juga terus mengumpulkan informasi mengenai kerusakan bus serta mendata koper dan barang milik ofisial maupun tim EPA Persib U18 yang dilaporkan hilang.

    Menghimpun keterangan korban dan saksi, dokumentasi kerusakan, serta bukti pendukung lainnya untuk membantu proses penelusuran kejadian.

    Persib juga terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk melaporkan dan menindaklanjuti dugaan kekerasan fisik, perusakan kendaraan, dan penjarahan barang sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Euforia Fans Argentina Sambut Pertandingan Terakhir Messi

    Komentar
    Additional JS