Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kasus Persib EPA U-18 Persib U-18 Persija Jakarta Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial

    Persija Minta Penyerangan Rombongan EPA Persib Diusut Tuntas - Malang PoscoMedia

    2 min read


    Ilustrasi - Mobil bus tim bola rusak akibat diserang oknum suporter. HO/Antara

    MALANGPOSCOMEDIA – Manajemen Persija Jakarta meminta aksi penyerangan terhadap rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib oleh oknum yang diduga suporter Persija agar diusut tuntas oleh pihak yang berwenang.

    “Persija mendukung agar insiden ini diusut secara tuntas, objektif, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pihak-pihak yang terbukti terlibat harus bertanggung jawab atas perbuatannya,” demikian keterangan resmi ofisial Persija Jakarta di Jakarta, Senin.

    Rombongan Persib EPA dilaporkan mengalami insiden penyerangan oleh oknum suporter di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah pada Minggu (11/10).

    Dalam video singkat yang tersebar di media sosial, bus rombongan pemain Persib EPA mengalami kerusakan, termasuk kaca bus yang pecah akibat dilempari benda-benda keras. Pelaku penyerangan diduga berasal dari suporter Persija yang berada di area tersebut.

    Persija mengecam keras aksi penyerangan tersebut dan sangat menyayangkan tindakan oknum suporter yang tidak hanya merusak kendaraan, tetapi juga membahayakan keselamatan dan menimbulkan kerugian bagi para pemain serta ofisial tim.

    Klub pun menyampaikan empati dan keprihatinan mendalam kepada seluruh korban, khususnya kepada mereka yang mengalami kekerasan fisik.

    “Kami berharap seluruh anggota rombongan dapat segera pulih dari dampak kejadian tersebut,” demikian pernyataan klub.

    Persija menegaskan bahwa tidak ada pembenaran apa pun bagi tindakan kekerasan, penyerangan, maupun penjarahan dengan dalih rivalitas sepak bola. Tindakan tersebut merupakan perilaku yang tidak bertanggung jawab, mencederai nilai-nilai sportivitas, serta merusak semangat persaudaraan dalam sepak bola Indonesia.

    Klub berjuluk “Macan Kemayoran” itu tidak membenarkan tindakan oknum mana pun yang menggunakan nama atau identitas suporter untuk melakukan kekerasan.

    Rivalitas dalam sepak bola seharusnya hanya berlangsung di dalam lapangan, bukan diwujudkan melalui aksi yang mengancam keselamatan orang lain, terlebih terhadap para pemain muda yang tengah meniti masa depan mereka di dunia sepak bola.

    Persija mengajak seluruh suporter untuk menunjukkan kedewasaan dalam mendukung klub kebanggaan. Loyalitas dan kecintaan terhadap klub tidak pernah dapat dijadikan alasan untuk menyakiti sesama.

    “Hentikan kekerasan rivalitas bukan alasan untuk melukai. Sepak bola Indonesia harus menjadi ruang yang aman bagi semua,” demikian Persija.(ntr/aim)

    Komentar
    Additional JS