Tatap Olimpiade 2028, FPTI Pastikan Pendanaan Pelatnas Panjat Tebing Kembali Optimal - Kompas
KOMPAS.com - Pemerintah era Prabowo-Gibran dipastikan terus memberikan komitmen nyata terhadap kemajuan cabang olahraga panjat tebing di Tanah Air.
Sekretaris Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI), Wahyu Pristiawan Buntoro, mengungkapkan bahwa selama dua tahun terakhir, dukungan untuk pengembangan atlet menuju pentas Olimpiade Los Angeles 2028 terus mengalir secara konsisten.
Pria yang akrab disapa Pristiawan tersebut menyampaikan komitmen federasi saat dihubungi dari Jakarta pada hari Jumat.
"Sejak awal kami sudah sampaikan, siapapun rezim yang sedang memimpin pemerintahan, tidak ada satu alasan pun untuk tidak mendukung olahraga panjat tebing guna lebih berkembang dan lebih berprestasi," kata Wahyu.
Kisah Mitchell Baker Dimarahi Kakeknya karena Main Bola di Dalam Rumah
Menurutnya, sinergi dan dukungan dari pemerintah merupakan pilar penting dalam menjaga kesinambungan program pembinaan atlet panjat tebing nasional.
Langkah ini dinilai sangat krusial agar kontingen Indonesia senantiasa mampu menorehkan prestasi gemilang dan mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.
Sempat Tersendat Efisiensi Anggaran
Pristiawan memaparkan bahwa fasilitas dan dukungan kepada Desak Made Rita Kusuma Dewi beserta kolega pada dasarnya selalu berjalan selama periode pemerintahan saat ini.
Kendati demikian, ia tidak menampik bahwa sempat terjadi dinamika berupa efisiensi anggaran pada awal tahun 2026 yang sedikit memengaruhi rencana pembinaan.
Baca juga: Nasi Disimpan di Kulkas, Aman atau Berbahaya? Ini Jawaban Dokter
Akan tetapi, ia menegaskan situasi tersebut tidak berlangsung lama.
Kucuran dana untuk keperluan pemusatan latihan (pelatnas) kini sudah kembali normal dan berjalan sesuai dengan cetak biru kebutuhan yang telah direncanakan oleh pengurus pusat.
Salah satu bukti nyata komitmen tersebut adalah cairnya kembali alokasi anggaran untuk program pelatnas jangka panjang.
Baca juga: Olimpiade Catur 2026: Indonesia Naik Peringkat, Laysa Latifah Jadi Woman Grandmaster
Program ini secara khusus didesain sebagai landasan utama para atlet sebelum bertarung memperebutkan tiket menuju Olimpiade.

Lihat Foto
Fokus Kualifikasi dan Panggung Asia
Sejak pertengahan Agustus 2026, aliran pendanaan telah kembali berjalan semestinya sehingga federasi bisa melanjutkan seluruh agenda pembinaan secara optimal.
Pelatnas jangka panjang ini merupakan bagian dari strategi taktis FPTI untuk memberikan waktu persiapan yang matang bagi para atlet sebelum menghadapi rangkaian babak kualifikasi pada 2027 mendatang.
Selain untuk mengejar prestasi puncak di Los Angeles, pembinaan ini bertujuan untuk mencetak regenerasi atlet yang berdaya saing global, terlebih dalam menyambut multiajang tingkat benua seperti Asian Games, khususnya perhelatan Asian Games 2026.
Baca juga: Tim Indonesia Berjuang Perbaiki Peringkat di Olimpiade Catur 2026
Lebih lanjut, Pristiawan menegaskan bahwa federasi telah memegang teguh komitmen untuk menggulirkan program pembinaan multiyear pasca-perhelatan Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.
Rangkaian ini merupakan batu loncatan yang esensial dalam tahapan menuju Los Angeles.
Dalam kejuaraan terdekat tersebut, federasi mematok target yang cukup tinggi. Kontingen Merah Putih diharapkan mampu membawa
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Indonesia Lolos Final FIFA ASEAN Cup, Media Vietnam Sebut "Kontroversial"