Sejarah, Para Panahan Indonesia Raih Perak Pertama di Asian Para Games - Kompas
KOMPAS.com - Tim para panahan Indonesia mencatatkan sejarah dengan meraih medali perak pertama sepanjang keikutsertaan di Asian Para Games.
Prestasi tersebut dipersembahkan Ken Swagumilang dan Arif Firmansyah dari nomor ganda putra compound Asian Para Games 2026.
Ken dan Arif meraih medali perak setelah kalah dari pasangan Thailand, Teerasak Phiarthanee dan Comsan Singpirom, pada partai final di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square, Nagoya, Jepang, Rabu (21/10/2026).
Pasangan Indonesia mengakhiri pertandingan dengan skor 147, sedangkan Thailand mengumpulkan 150 poin. Hasil tersebut melampaui target awal tim pelatih yang membidik medali perunggu untuk pasangan yang baru bermain bersama sejak 2025.
INSIDE | BERAKHIR! | Atlético de Madrid 4 - 0 Real Sociedad
Sebelum mencapai final, Ken dan Arif lebih dulu mengalahkan pasangan India dengan skor tipis 156-155 pada babak semifinal, Selasa (20/10/2026). Capaian ini menjadi pencapaian penting bagi keduanya yang belum genap dua tahun berpasangan.
Baca juga: Target Emas Indonesia di Asian Para Games 2026 Terlampaui!
Ken dan Arif Lampaui Target Medali
Ken mengaku bersyukur dapat membawa pulang medali perak setelah melewati persaingan ketat hingga partai final. Ia juga mengapresiasi perjuangan tim dalam menghadapi lawan-lawan di Asian Para Games 2026.
“Alhamdulillah, tadi kita mendapatkan perak. Kemarin di semifinal, alhamdulillah juga, kita bisa mengalahkan India dengan skor 156-155,” ujar Ken, dikutip dari siaran pers Kementerian Pemuda dan Olahraga, pada Rabu (21/10/2026).
Menurut Ken, hasil tersebut terasa istimewa karena ia dan Arif baru dipasangkan pada 2025. Keduanya menjalani debut bersama dalam sebuah kejuaraan di Beijing, China, pada Juli tahun lalu.
Baca juga: Tim Indonesia Tiba di Nagoya, Siap Tanding di Asian Para Games 2026
“Kita ini terhitung sebagai pasangan baru. Baru 2025 debut pertama, di Beijing, bulan Juli. Kalau sampai sekarang, hitungannya bahkan belum sampai dua tahun. Dan kita bersyukur sudah bisa sampai di final,” lanjutnya.
Bagi Arif, Asian Para Games 2026 juga menjadi pengalaman pertamanya tampil dalam ajang multicabang tersebut.
Ia merasakan perbedaan tekanan antara babak kualifikasi dan pertandingan final, termasuk kondisi angin yang memengaruhi penampilan atlet.
“Pengalaman pertama di Asian Para Games ini. Pressure panggung final sama di lapangan kualifikasi sangatlah berbeda jauh. Dan kondisi angin pun juga beda, cukup mengganggu,” ungkap Arif.
Baca juga: Dubes Kartini Apresiasi Raihan 4 Emas Indonesia di Asian Para Games 2026
Pelatih para panahan Indonesia, Rameez Ali Surya Negara, mengapresiasi pencapaian Ken dan Arif yang berhasil melampaui target awal tim.
“Ini merupakan pengalaman pertama Ken dan Arif di nomor doubles men's compound. Jadi, ini Asian Para Games pertama mereka untuk kategori doubles,” kata Rameez, dikutip dari siaran pers Kementerian Pemuda dan Olahraga, pada Rabu (21/10/2026).
"Untuk capaiannya sendiri sebenarnya sudah melebihi target, karena pada awalnya target kita perunggu untuk mereka."
Baca juga: Denmark Open 2026: Jonatan Christie Siap Hadapi Alwi Farhan di 16 Besar
“Kami dari tim para panahan sangat mengapresiasi dua pemanah kita, Ken Swagumilang dan Arif Firmansyah, yang bisa berjuang sampai final,” lanjutnya.
Ia juga menyoroti tantangan kondisi angin yang berbeda antara lapangan kualifikasi dan panggung final.
“Angin yang ada di panggung final dan angin yang ada di panggung kualifikasi itu sangat berbeda. Tadi kita bisa melihat sendiri, gerakan anginnya sangat cepat,” tuturnya.
Baca juga: Hasil Denmark Open 2026: Alwi Lolos Babak Kedua, Raymond/Indra Tersingkir
Bidik Emas ASEAN Para Games dan Tiket Paralimpiade
Setelah meraih perak di Nagoya, Ken dan Arif bersiap menghadapi agenda berikutnya. Rameez menyebut keduanya memiliki catatan penampilan yang konsisten hingga babak semifinal dalam sejumlah kompetisi, termasuk World Series.
“Mereka tidak pernah absen dari semifinal sebenarnya, di World Series pun. Jadi, target tetap seperti biasa, main sampai panggung final,” kata Rameez.
Ia berharap pengalaman bertanding di Asian Para Games dapat menjadi bekal untuk meningkatkan performa, terutama ketika menghadapi tekanan di partai final.
Baca juga: Indonesia Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Esports 2026, PB ESI Targetkan Juara Umum
Ken dan Arif juga telah memasang target untuk tahun depan.
Mereka berharap dapat meraih medali emas nomor ganda putra compound pada ASEAN Para Games di Malaysia, sekaligus bersaing dalam kejuaraan dunia untuk mengejar tiket Paralimpiade Los Angeles 2028.
“Tahun depan ada dua event besar. Di ASEAN Para Games Malaysia, semoga kita mendapatkan medali emas untuk nomor ganda para compound putra. Kemudian ada juga World Championship, di situ ada rebutan tiket untuk ke Paralimpiade Los Angeles 2028. Semoga kita bisa mendapatkan medali atau mendapatkan tiket di situ,” ujar Ken.
Baca juga: Lawan Liang/Wang di Semifinal Denmark Open 2026, Fajar/Fikri Ingin Balas Dendam
Perjuangan tim para panahan Indonesia di Asian Para Games 2026 belum berakhir. Ken dijadwalkan tampil bersama Teodora Audi Ayudia Ferelly pada semifinal beregu campuran compound melawan China, Kamis (22/10/2026), pukul 12.05 waktu setempat.
Sementara itu, Kholidin dan Setiawan akan memperebutkan medali perunggu nomor ganda putra recurve melawan Korea Selatan pada Jumat (23/10/2026) pukul 09.50 waktu setempat.
Kholidin juga akan tampil bersama Noviera Ross pada semifinal beregu campuran recurve melawan Iran pada hari yang sama pukul 13.15 waktu setempat.
Baca juga: Apresiasi PB Perpani Atas Sukses Prestasi Nurisa Dian Ashrifah di Asian Games 2026
Rameez menegaskan tim tetap optimistis menambah medali dari nomor-nomor yang masih dipertandingkan.
“Kami tetap optimistis, karena ke depan masih memiliki beberapa nomor,” pungkas Rameez.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
