Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Asian Para Games Berita Boccia Featured Juara Medali Emas Spesial

    Boccia Indonesia Raih 3 Medali Emas di Asian Para Games 2026 - RRI

    5 min read


    Atlet boccia Indonesia Felix Ardi Yudha (kanan) meluapkan kegembiraan saat menghadapi Phakpum Linchum dari Thailand pada final individu BC2 putra Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang, Rabu, 21 Oktober 2026 (Foto: Dokumentasi NPC Indonesia)

    RRI.CO.ID, Nagoya – Tim boccia Indonesia berhasil memborong tiga medali emas pada Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang. Ketiga emas tersebut dipersembahkan Handayani, Gischa Zayana, dan Felix Ardi Yudha dari nomor individu.

    Prestasi tersebut diraih secara beruntun di Rainbow Hall, Nagoya City General Gymnasium, Rabu, 21 Oktober 2026. Keberhasilan ini semakin mempertegas kekuatan Indonesia yang kini menempati peringkat pertama dunia cabang olahraga boccia.

    Handayani membuka perolehan emas Indonesia setelah mengalahkan Angeline Melissa dari Malaysia pada final individu BC1 putri. Atlet asal Banten tersebut menang dramatis dengan skor 5-4 setelah sempat tertinggal jauh pada awal pertandingan.

    Dalam pertandingan tersebut, Handayani lebih dahulu tertinggal 1-4 sebelum berhasil membalikkan keadaan melalui empat poin tambahan. Kebangkitan itu memastikan emas pertama Indonesia dari cabang boccia pada pertandingan sore tersebut.

    Keberhasilan Handayani kemudian dilanjutkan Gischa Zayana yang tampil pada nomor individu BC2 putri. Atlet asal Jawa Tengah tersebut menghadapi Hiu Lam Yeung dari Hong Kong dalam pertandingan yang berlangsung ketat.

    Gischa akhirnya memastikan kemenangan dengan skor tipis 6-5 sekaligus mempersembahkan emas kedua bagi Indonesia. Hasil tersebut juga menjadi pembalasan atas kekalahannya dari lawan yang sama pada World Boccia Championship 2026.

    Rangkaian kemenangan Indonesia kemudian dilengkapi Felix Ardi Yudha yang tampil pada final individu BC2 putra. Felix berhasil mengalahkan wakil Thailand, Phakpum Linchum, dengan skor 5-2 untuk memastikan emas ketiga.

    Sementara itu, peluang tambahan emas dari nomor individu BC1 putra belum berhasil diwujudkan Muhammad Afrizal Syafa. Ia harus mengakui keunggulan Witsanu Huadpradit dari Thailand dengan skor 2-5 pada pertandingan semifinal.

    Koordinator pelatih boccia Indonesia, Islahuzzaman Nur Yadin, mengaku bersyukur atas keberhasilan ketiga atlet tersebut. Ia menyebut pertandingan berlangsung menegangkan karena sejumlah atlet Indonesia sempat tertinggal sebelum akhirnya memastikan kemenangan.

    "Memang sangat-sangat mendebarkan ya, terutama di BC1 putri, Handayani itu sudah kalah dulu. Kalah 4-1 dan akhirnya membalas, kita dapat 4 poin," kata Islah.

    "Kemudian di BC2 putra juga demikian, Felix Ardi Yudha juga sempat kalah, kemudian kami kejar lagi, akhirnya kami bisa leading. Jadi akhirnya menang, sama halnya di BC2 putri, sudah leading lima tapi dari Hong Kong menyusul empat," ujarnya.

    Menurut Islah, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari tekad para atlet untuk mengharumkan nama Indonesia. Ketiga medali emas itu sekaligus memperkuat posisi boccia Indonesia dalam persaingan tingkat internasional.

    Saat ini, tim boccia Indonesia tercatat menempati peringkat pertama dunia dengan mengoleksi 168 poin. Indonesia berada di atas Portugal dan Meksiko dalam daftar peringkat dunia cabang olahraga tersebut.

    Islah menegaskan para atlet tetap berjuang maksimal meskipun pertandingan tersebut tidak memberikan tambahan poin menuju Paralimpiade. Baginya, mempertahankan prestasi dan mengharumkan nama bangsa menjadi motivasi utama seluruh anggota tim.

    "Yang jelas perjuangan mereka itu tekadnya adalah demi bangsa, apapun yang terjadi ini adalah event yang bergengsi. Walaupun ini tidak ada skornya karena kita sudah leading, namun ini adalah demi Merah Putih bangsa dan negara," ujarnya.

    Sempat Minder

    Sementara itu, Felix Ardi Yudha mengaku puas setelah berhasil mengalahkan wakil Thailand pada pertandingan final. Kemenangan tersebut sekaligus membuatnya mengulang keberhasilan meraih emas pada ajang yang sama tahun 2022.

    Felix mengakui pertandingan final tidak berjalan mudah karena kualitas lawan yang dihadapinya cukup kuat. Meski demikian, ia mampu mengatasi tekanan hingga akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 5-2.

    "Prosesnya sangat luar biasa karena lawan Thailand. Mereka memang kuat dan selain itu di partai final benar-benar luar biasa sekali," kata Felix.

    Di balik keberhasilan tersebut, Felix mengungkapkan sempat merasa kurang percaya diri menjelang Asian Para Games 2026. Kondisi itu muncul setelah melihat kemampuan sejumlah pesaing yang dinilainya memiliki peluang besar meraih emas.

    "Kalau target pribadi, sebenarnya dari awal agak minder sih lihat lawan-lawannya. Tapi ya Bismillah saja, percaya proses, gitu aja," ujarnya.

    Perasaan serupa juga dialami Handayani yang tidak menyangka mampu meraih medali emas dari nomor individu BC1 putri. Atlet peringkat pertama dunia kategori tersebut mengaku sempat gugup ketika tertinggal dari wakil Malaysia.

    Namun, Handayani berhasil menjaga penampilannya hingga mampu membalikkan keadaan pada babak terakhir pertandingan. Kebangkitan tersebut menjadi penentu kemenangan sekaligus memastikan emas bagi Indonesia.

    "Pertandingan luar biasa banget, sangat deg-degan banget, sempat ketinggalan poin. Alhamdulillah di babak terakhir bisa ngebalik, masih rejeki," kata Handayani.

    Bagi Handayani, keberhasilan tersebut terasa istimewa karena hasil pertandingan melampaui harapan pribadinya. Ia pun mengungkapkan rasa syukur setelah mampu menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan.

    "Luar biasa, di luar ekspektasi. Alhamdulillah dikasih lebih sama Allah," ujarnya.

    Setelah meraih tiga emas dari nomor individu, perjuangan boccia Indonesia di Nagoya masih belum berakhir. Kontingen Merah Putih kembali berpeluang menambah medali melalui pertandingan nomor beregu campuran BC1/BC2.

    Pada nomor tersebut, Indonesia tergabung dalam Grup A bersama Jepang, Hong Kong, dan Malaysia. Pertandingan dijadwalkan mulai berlangsung Kamis, 22 Oktober 2026, di Rainbow Hall, Nagoya City General Gymnasium.

    Komentar
    Additional JS