Pemain PSIM Bantah Lakukan Rasisme, Pihak Manajemen Ajukan Banding - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:45 WIB
Pemain PSIM, Mauro Caballero, membantah telah melakukan tindakan rasisme kepada pemain Bhayangkara FC. (INSTAGRAM/PSIMJOGJA_OFFICIAL)
BOLASPORT.COM - PSIM Yogyakarta mengeluarkan pernyataan resmi terkait dugaan kasus rasisme yang dilakukan pemainnya.
Semua berada ketika PSIM bertamu ke kandang Bhayangkara FC pada 20 Oktober lalu.
Kala itu, pemain PSIM, Mauro Caballero disebut-sebut melakukan tindakan rasisme kepada salah satu pemain Bhayangkara FC.
Namun kabar tersebut langsung dibantah oleh Maruo Caballero.
Pemain asal Paraguay itu menegaskan tak pernah mengeluarkan kata-kata bernada rasis kepada siapapun.
"Selama bertahun-tahun berkarier sebagai profesional, hal ini belum pernah terjadi pada saya sebelumnya."
"Saya datang ke Indonesia bersama keluarga saya, mengejar impian yang telah saya impikan selama bertahun-tahun."
"Saya bahagia di sini."
Baca Juga: Menolak Negative Football, Dicky Firasat Tanamkan Filosofi 3P di Dewa United Women
"Hari ini, saya merasa sangat sedih. Sepanjang karier di sepak bola, saya selalu berusaha bersikap profesional dan menjadi rekan setim yang baik."
"Saya memiliki teman di setiap benua, orang-orang dari berbagai budaya, agama, dan latar belakang, dan saya selalu berkomitmen untuk menghormati orang lain."
"Saya menentang segala bentuk rasisme. Itulah cara saya dibesarkan oleh orang tua saya," bunyi pernyataan Mauro Caballero yang diunggah melalui akun instagram resmi PSIM.
Mauro Caballero lalu meminta wasit hingga VAR turun tangan.
Semua dilakukan demi membuktikan bahwa tuduhan yang ada tidak benar.
"Saya percaya pada sistem keadilan olahraga."
"Saya yakin bahwa laporan wasit, VAR, rekaman video, dan para saksi akan mengungkap kebenaran," sambungnya.
Sementara itu, pihak manajemen PSIM mengaku sdah mendapat surat dari Komite Disiplin terkait kejadian ini.
Baca Juga: Hasil Super League - Yakob Sayuri Pecah Telur, Java United Bungkam Bhayangkara FC
Dalam hal ini, Manajemen PSIM berada di pihak Mauro Caballero.
PSIM menjelaskan bahwa Mauro memang sempat terbawa emosi.
Namun, PSIM menegaskan bahwa sang pemain tak mengeluarkan kata-kata bernada rasisme.
PSIM lalu memilih untuk mengajukan banding terkain sanksi yang diberikan Komdis PSSI.
"Manajemen PSIM Jogja menghormati terbitnya surat keputusan Komite Disiplin PSSI bernomor 044/SL/SK/KD-PSSI/X/2026. Surat tersebut memuat sanksi terkait dugaan tindakan diskriminasi oleh Mauro Andres Caballero Aguilera pada laga kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Sebagai klub sepak bola profesional, PSIM Jogja memegang teguh integritas, sportivitas, beserta nilai-nilai keberagaman bangsa. Kami memastikan tidak akan memberi ruang toleransi sedikit pun untuk segala bentuk tindakan rasialis pada situasi apa pun.
Terkait kronologi insiden di lapangan, Mauro sejatinya sebatas merespons ucapan emosional dari pemain lawan saat tensi pertandingan sedang tinggi, tanpa adanya ujaran rasialis. Manajemen akan selalu mengambil peran terdepan guna memberikan perlindungan proporsional kepada setiap anggota keluarga besar klub. Oleh sebab itu, kami memutuskan untuk menempuh jalur banding resmi demi meminta peninjauan kembali atas landasan penjatuhan sanksi tersebut.
Kami mengajak seluruh pihak agar menahan diri dari menyebarkan spekulasi liar di berbagai medium komunikasi. Mari bersama terus mengedepankan asas praduga tak bersalah demi menjaga harmoni iklim kompetisi sepak bola nasional," bunyi pernyataan resmi dari PSIM.