Logika Vietnam, Piala AFF Diseriusin tapi Turnamen Resmi FIFA Buat Coba-coba - Semua Halaman - Superball
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Rabu, 7 Oktober 2026 | 11:33 WIB
Williams Minh Hoang (depan) sedang menguasai bola saat bertanding dalam laga perebutan juara ketiga FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Malaysia versus Timnas Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)
SUPERBALL.ID - Gejolak sepak bola Vietnam usai gagal total di FIFA ASEAN Cup 2026, alibi dicari-cari federasi demi pembenaran tidak salah strategi.
Timnas Vietnam tak bertaji di turnamen resmi FIFA meski berstatus juara Piala AFF dua edisi beruntun, The Golden Star Warriors bak tim medioker.
Dimulai saat dicukur Thailand dengan skor 2-0 di babak penyisihan grup, kemudian gagal lolos ke final dan hanya berpeluang merebut tempat ketiga.
Nahas, Vietnam justru kehilangan harga diri sebagai jawara AFF setelah dipaksa mengakui keunggulan Malaysia dengan skor akhir 0-1.
Vietnam pun dipaksa pulang dengan membawa hasil memalukan yang mengecewakan seluruh publik Negeri Naga Biru.
Meski begitu, Federasi Vietnam (VFF) justru mencari pembenaran atas kegagalan tim nasional mereka di turnamen resmi FIFA.
Seorang pejabat VFF yang tidak disebutkan namanya menyinggung kontribusi pemain naturalisasi yang minim dalam tubuh skuad asuhan Kim Sang-sik.
Menurutnya FIFA ASEAN Cup hanyalah sebuah turnamen uji coba untuk para pemain naturalisasi yang banyak dipanggil ke tim nasional.
"Kami masih percaya Kim Sang Sik tapi menyarankan beliau untuk mempertimbangkan kembali pemain naturalisasi di turnamen mendatang," katanya.
Baca Juga: Malaysia dan Vietnam Tak Cuma Berisik, Justin Hubner Ungkap Ada Ancaman Pembunuhan
"Di FIFA ASEAN Cup, Kim Sang Sik memanggil banyak pemain asing naturalisasi dan pemain Vietnam di luar negeri ke tim nasional sebagian untuk tujuan eksperimen."
Tak sampai di situ, alibi lain yang dijadikan pejabat VFF untuk pembenaran adalah jadwal FIFA ASEAN Cup yang bertabrakan dengan ASIAN Games.
Jadwal yang bersamaan membuat Kim Sang-sik dinilai tidak dapat memaksimalkan pemanggilan pemain terbaik karena harus berbagi dengan tim U-23.
"Vietnam memandang pertandingan-pertandingan baru-baru ini sebagai kesempatan berharga untuk mendapatkan pengalaman," katanya lagi.
"Selain itu, karena FIFA ASEAN Cup 2026 berbenturan dengan Asian Games 2026 membuat sulit bagi tim nasional Vietnam secara umum."
"Pelatih Kim Sang Sik kesulitan dalam menyusun skuad terbaik karena tim nasional harus berbagi sumber daya dengan tim U-23 selama Asian Games," pungkasnya.
Lebih lanjut, salah seorang pengamat lokal Vietnam menyebut persiapan timnas negaranya lebih bagus saat tampil di Piala AFF ketimbang FIFA ASEAN Cup.
"Performa Vietnam di FIFA ASEAN Cup jauh lebih buruk dan lemah jika dibandingkan saat tampil di Piala AFF," kata Quang Tung.
Baca Juga: Gagal di FIFA ASEAN Cup 2026, Kim Sang-sik Minta Timnas Vietnam Dirombak Total
"Kita hanya mampu mengumpulkan 7 poin di Piala AFF, sedangkan di turnamen ini mengalami penurunan yang cukup signifikan."
Menurut Quang Tung, staf pelatih tidak memastikan kondisi tim sebelum tampil di turnamen, hal itu terlihat dari empat laga yang dimainkan cuma 30 menit tampil bagus.
"Persiapan tim Vietnam untuk Piala ASEAN FIFA bermasalah. Pertama, mengenai penilaian performa, staf pelatih tidak mempersiapkan kondisi dengan memadai."
"Dalam keempat pertandingan yang dimainkan di FIFA ASEAN Cup Vietnam tidak tampil maksimal. Termasuk 360 menit waktu normal di turnamen."
"Timnas Vietnam hanya bermain bagus dan tampil baik selama sekitar 30 menit," kata Quang Tung melanjutkan.
Quang Tung menyebut hasil buruk Vietnam di FIFA ASEAN Cup adalah konsekuensi dari kesalahan mendasar yakni persiapan yang keliru.
"Performa buruk tim di FIFA ASEAN Cup 2026 adalah konsekuensi yang tak terhindarkan," kata Quang Tung lagi.
"Persiapan kami tidak berjalan mulus, sementara lawan kami memiliki awal yang jauh lebih baik," pungkasnya.