Kekacauan Timnas Indonesia di Awal John Herdman Melatih Diungkap Kevin Diks - Semua Halaman - Superball
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:30 WIB
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman (kiri) dan pemainnya bernama Kevin Diks (kanan) sedang berfoto bersama setelah sesi jumpa pers di Media Center Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (4/10/2026). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)
SUPERBALL.ID - Kevin Diks beberkan adaptasi pemain Timnas Indonesia di bawah asuhan John Herdman, awalnya kacau tapi kini sudah satu tujuan.
Pengakuan itu disampaikan Kevin Diks dalam wawancara media round table yang difasilitasi oleh Bundesliga pada Rabu (14/10/2026) malam WIB.
Pemain Borussia Muenchengladbach itu mengaku sangat antusias bekerja sama dengan John Herdman, itu pula yang dirasakan pemain lain.
Sehingga dapat dilihat perform skuad Garuda terbilang stabil, Herdman adalah seorang pemimpin yang tak segan membuka diskusi.
Diks bahkan mengaku akan ada pertemuan sebelum agenda pertandingan guna membahas bagaimana keinginan para pemain dalam pertandingan.
"Pertama-tama, bagi saya, semuanya sudah sangat jelas sejak awal. Saya sangat antusias bekerja bersamanya," kata Kevin Diks.
"Kami memiliki kelompok pemimpin di dalam tim dan mengadakan pertemuan untuk membahas bagaimana kami ingin bermain," imbuhnya.
Hal itu menunjukkan bagaimana antusiasnya para pemain timnas di bawah asuhan Herdman, meski bukan berarti masalah tak menghampiri.
Diks bahkan menyebut adanya kekacauan dalam tubuh tim nasional di awal Herdman memimpin, tetapi karena alasan yang cukup masuk akal.
Baca Juga: Piala Asia 2027 Terancam Ditunda Satu Tahun, Rencana Timnas Indonesia Berubah?
"Saya rasa semua orang cukup antusias dan ingin menerapkan ide-idenya di timnas," kata Kevin Diks melanjutkan.
"Pada latihan pertama, situasinya memang sedikit kacau karena semua orang ingin mencoba dan memahami apa yang dia inginkan," imbuhnya.
Pada akhirnya, para pemain secara perlahan mulai memahami keinginan Herdman dan bergerak bersama ke arah yang sama.
"Namun, semuanya menjadi sangat jelas. Semua orang memiliki pemahaman sama dan bergerak ke arah sama," kata Diks lagi.
Solidnya para pemain dan diterapkannya taktik Herdman ditunjukkan lewat raihan trofi FIFA ASEAN Cup 2026, trofi juara pertama Timnas Indonesia.
"Saya rasa itu sangat membantu. Menurut saya, keberhasilan meraih trofi juga menunjukkan hal tersebut," katanya melanjutkan.
"Bukan tanpa alasan kami akhirnya bisa memenangkan trofi setelah enam kali kalah di final," pungkasnya.
Ketangguhan Timnas Indonesia tak sampai di situ tentunya, panggung sebenarnya akan muncul pada Januari 2027.
Baca Juga: Pakar Malaysia Minta FAM Tiru Model Shin Tae-yong di Timnas Indonesia Lewat Hajime Moriyasu
Piala Asia 2027 akan menjadi ajang pembuktian seberapa kuat Timnas Indonesia saat ini dan mampukah menembus level tinggi Asia.
Sebelum itu, skuad Garuda dijadwalkan melakoni dua laga tandang di FIFA Matchday November, melawan Yordania dan Suriah.
Akan tetapi, rencana tersebut terancam batal karena ketegangan yang terjadi di Timur Tengah, khususnya di Arab Saudi.