Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Doraemon Featured Hajime Moriyasu Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Malaysia

    Hajime Moriyasu Bukan Doraemon, Timnas Malaysia Tak Bisa Langsung Jadi Superior - Semua Halaman - Bolasport

    5 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Timnas
  • Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:30 WIB

    Kedatangan Hajime Moriyasu dinilai tak bisa langsung merubah nasib Timnas Malaysia menjadi superior.Kedatangan Hajime Moriyasu dinilai tak bisa langsung merubah nasib Timnas Malaysia menjadi superior. (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

    BOLASPORT.COM - Kedatangan Hajime Moriyasu dinilai tak bisa langsung merubah nasib Timnas Malaysia menjadi superior.

    Seperti yang diketahui, nama Hajime Moriyasu kini sedang santer dikabarkan bakal menjadi pelatih anyar Timnas Malaysia.

    Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) disebut berencana mendatangkan pelatih top untuk bisa bersaing dengan negara ASEAN lainnya.

    Sebagai informasi, tim kuat di ASEAN kini memang dilatih pelatih luar.

    Seperti contohnya Indonesia yang dipimpin John Herdman (Inggris), kemudian ada Vietnam yang dilatih Kim Sang-sik (Korea Selatan) dan Thailand dinahkodai oleh Anthony Hudson (Inggris).

    Di sisi lain, Timnas Malaysia sekarang masih dilatih oleh pelatih lokal atas nama Tan Cheng Hoe.

    Sementara itu, rencana Malaysia mendatangkan Hajime Moriyasu mendapat berbagai macam komentar.

    Salah satunya datang dari pengamat sepak bola asal Malaysia, Pekan Ramli.

    Dalam hal ini, Pekan Ramli, menilai kehadiran Hajime Moriyasu tak serta merta langsung membuat timnas Malaysia menjadi super kuat.

    Baca Juga: Hasil Super League - 10 Pemain PSM Makassar Bungkam PSIM Yogyakarta

    "Moriyasu bukanlah 'Doraemon' atau 'Ultraman' yang bisa secara dramatis mengubah nasib sepak bola kita dalam waktu singkat dua atau tiga tahun," kata Pekan Ramli, dilansir BolaSport.com dari Bharian.

    Lebih lanjut, Pekan Ramli juga menyadari peluang Timnas Malaysia mendatangkan Hajime Moriyasu cukup kecil.

    Fergus Tierney (kiri) sedang melakukan selebrasi seusai mencetak gol dalam laga perebutan juara ketiga FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Malaysia versus Timnas Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026).Fergus Tierney (kiri) sedang melakukan selebrasi seusai mencetak gol dalam laga perebutan juara ketiga FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Malaysia versus Timnas Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

    Ia berpendapat bahwa Hajime Moriyasu tentu bakal mempertimbangkan banyak hal sebelum mengambil keputusan.

    "Pelatih kelas dunia seperti dia pasti ingin melihat rencana strategis dan Indikator Kinerja Utama (KPI) yang realistis menjelang turnamen besar seperti Piala Dunia 2030 dan Piala Asia 2031 sebelum setuju untuk bergabung dengan kami," ucap Pekan Ramli.

    Sementara itu, FAM disebut harus mengeluarkan banyak dana jika ingin mendatangkan Hajime Moriyasu.

    Gaji Hajime Moriyasu beserta jajaran pelatih lainnya disebut mencapai RM244.00 atau sekita Rp1 milyar lebih.

    Pekan Ramli menilai angkat tersebut sejatinya bukan sesuatu yang mengejutkan.

    Baca Juga: Hector Souto Puji Performa Timnas Futsal Indonesia meski Kalah dari Brasil, Petik Banyak Pelajaran dari Juara Dunia

    Terlebih, Hajime Moriyasu memiliki rekam jejak yang cukup mentereng.

    Seperti contohnya yakni tampil bersama Timnas Jepang di dua edisi Piala Dunia yakni Piala Dunia 2022 dan 2026.

    "Berdasarkan kriteria dan statusnya di dunia sepak bola, Moriyasu memang berhak menuntut angka tersebut dan itu merupakan investasi yang sangat berharga."

    "FAM hanya perlu memahami bahwa merekrut pelatih ternama ini berarti kita juga perlu siap menanggung biaya yang lebih tinggi untuk mendatangkan seluruh tim pendukung dan sistem pilihannya sendiri."

    "Pengeluaran besar ini dapat dibenarkan karena kami membayar untuk layanan yang sesuai dengan kualitas pelatih kelas dunia tingkat A, bukan pelatih biasa," tuturnya.

    Komentar
    Additional JS