Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Dean Zandbergen Featured JOHN HERDMAN Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial

    Garis Keturunan Tidak Memenuhi Syarat, John Herdman Kecewa Tidak Bisa Ajak Dean Zandbergen ke Timnas Indonesia - Semua Halaman - Bolasport

    5 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Timnas
  • Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30 WIB

    Dean Zandbergen dikonfirmasi John Herdman tidak bisa membela Timnas Indonesia, karena garis keturunannya tidak memenuhi syarat sesuai regulasi FIFADean Zandbergen dikonfirmasi John Herdman tidak bisa membela Timnas Indonesia, karena garis keturunannya tidak memenuhi syarat sesuai regulasi FIFA (Instagram @DEANXZANDBERGEN)

    BOLASPORT.COM - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman mengkonfirmasi Dean Zandbergen tidak akan memperkuat lini depan Skuad Garuda.

    Pernyataan tersebut disampaikan saat diwawancarai secara eksklusif kepada Kompas.com pada Sabtu (17/10/2026).

    John Herdman mengaku sudah melakukan pendekatan kepada Dean Zandbergen secara intensif.

    Namun, dirinya akhirnya mengatahui bahwa striker Dinamo Bucuresti tersebut tidak memenuhi syarat untuk memperkuat Timnas Indonesia melalui jalur keturunan.

    Pasalnya, darah Indonesia striker 25 tahun berasal dari buyut.

    Sementara menurut regulasi FIFA, jalur keturunan yang diterima bisa menjalankan proses perpindahan federasi hanya sampai jalur kakek atau nenek saja.

    Karena itu, John Herdman mengaku bahwa pencarian striker murni untuk Skuad Garuda juga harus memeriksa secara rinci asal-usulnya.

    "Ya, tentu saja. Dan menurut saya tantangannya adalah siapa pun yang bermain di posisi-posisi tersebut pastinya sudah melirik peluang di negara lain," ujar John Herdman.

    Baca Juga: John Herdman Ungkap Filosofinya di Timnas Indonesia: Bangun Budaya Tim sebelum Taktik Pertandingan

    "Dan itu memang sulit."

    "Kami sempat dekat dengan Dean Zandbergen, tetapi garis keturunannya tidak memenuhi syarat—karena berasal dari buyutnya."

    "Jadi ketika Anda mendapatkan peluang-peluang seperti ini, lalu kami melakukan semua riset, hasilnya seperti, 'Ah, sudah sangat dekat, tapi belum memenuhi syarat'," imbuhnya.

    John Herdman mengaku bahwa Timnas Indonesia memang masih butuh penyerang baru.

    Sang pelatih berusaha keras untuk berburu pemain yang sanggup memenuhi kriterianya.

    "Namun, saya rasa kita memang mendatangkan banyak penyerang berbakat ke negara ini," ujar Herdman.

    "Dan saya sungguh percaya kami akan terus bekerja keras untuk mencoba menaturalisasi beberapa pemain yang ingin berkontribusi serta tinggal di negara ini," imbuhnya.

    Pelatih asal Inggris tersebut bukannya tanpa upaya untuk mengajak calon pemain baru melalui jalur tinggal lima tahun.

    Baca Juga: Demi Target Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2030, John Herdman Andalkan Sport Science

    Namun, regulasi yang cukup sulit membuatnya bekerja lebih keras untuk meyakinkannya.

    Proses tersebut tidak semudah beberapa negara Asia Tenggara lainnya.

    "Kami sudah mencoba pada beberapa pemain, dan peraturannya memang sedikit menantang, karena jika Anda meninggalkan negara ini, hal itu akan merugikan prosesnya, bahkan jika Anda hanya kembali ke negara asal untuk berlibur atau mengunjungi keluarga," ujar Herdman.

    "Jadi prosesnya tidak semudah di Vietnam, Thailand, atau Malaysia dalam menaturalisasi orang."

    "Negara ini melindungi rakyatnya, dan menurut saya itu juga penting, karena kita harus terus berusaha mendorong pemain Indonesia generasi berikutnya ke tingkat yang lebih tinggi," imbuhnya.

    Sang pelatih ingin Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030 tidak hanya sebagai tonggak prestasi semata.

    Pencapaian lolos ke Piala Dunia juga bakal membuka jalan para pemain lokal untuk berkarier di Eropa.

    "Kita semua adalah orang Indonesia jika Anda mewakili negara ini, pasti ada garis keturunan di suatu tempat. Namun menurut saya ada keinginan—khususnya dari saya sendiri dan Alex Zwiers, juga keinginan dari Pak Erick Thohir—untuk mendorong generasi pemain berikutnya ini," ujar eks pelatih Timnas Kanada putra dan putri tersebut.

    "Tetapi saya rasa hal itu baru akan benar-benar terwujud ketika Anda berhasil lolos ke Piala Dunia. Karena ada perubahan psikologis di negara ini. Hal itu akan mengubah pola pikir masyarakat bahwa segalanya mungkin dicapai."

    "Dan anak-anak yang memiliki bakat, tetapi entah bagaimana sempat tersesat atau tidak mampu mencapai potensi puncaknya, pola pikir mereka akan berubah. Dan tiba-tiba Anda menyadari, 'Wah'—dan saya pernah melihat hal ini di Kanada, saya juga melihatnya di Selandia Baru pada tahun 2010 ketika kami lolos ke Piala Dunia—tiba-tiba jumlah pemain yang berkarier di Eropa melonjak dari mungkin hanya dua orang menjadi 15 orang."

    "Di Kanada saat ini, mereka bahkan memiliki begitu banyak pemain hebat yang seolah-olah jatuh dari langit! Jadi saya merasa hal itu akan datang pada waktunya, tetapi kita harus lolos ke Piala Dunia untuk benar-benar mengubah segalanya," tutupnya.

    Komentar
    Additional JS