Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Erick Thohir Featured ILeague Liga Indonesia Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Super League

    Dukung Ketegasan Erick Thohir, I.League Buka Peluang Sanksi Pengurangan Poin Klub - Semua Halaman - Bolasport

    5 min read


    BOLASPORT.COM - Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, membuka peluang penerapan sanksi lebih berat bagi klub yang melakukan pelanggaran serius, termasuk pengurangan poin demi memberikan efek jera.

    Operator kompetisi, I.League, menyatakan dukungan penuh terhadap sikap tanpa kompromi Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam merespons rentetan aksi kekerasan yang kembali mencederai sepak bola Tanah Air.

    Sebagai wujud keseriusan, I.League siap bergandengan tangan dengan federasi guna memperketat regulasi serta Kode Disiplin.

    Bahkan, opsi penjatuhan sanksi berat berupa pemotongan poin kini mulai dibuka ke permukaan bagi klub yang melanggar.

    Ferry Paulus, menegaskan bahwa ketegasan tersebut merupakan langkah krusial untuk memproteksi klub, ekosistem kompetisi, serta seluruh elemen sepak bola nasional agar momentum kebangkitan yang sudah susah payah dibangun tidak runtuh seketika.

    "Kami sepenuhnya mendukung sikap Ketua Umum PSSI. Sepak bola Indonesia sedang berkembang ke arah yang semakin baik," ujar Ferry Paulus sebagaimana dilansir BolaSport.com, dari laman resmi I.League, Jumat (16/10/2026).

    "Kompetisi semakin kompetitif, atmosfer stadion semakin hidup, dan suporter tim tamu akhirnya kembali bisa hadir," ucapnya.

    "Semua kemajuan ini harus kita jaga. Jangan sampai tindakan kekerasan justru membawa sepak bola kita kembali mundur."

    Baca Juga: Buntut Penyerangan Persib U-18, Dirut I.League Ferry Paulus Beri Peringatan Tegas soal Kepercayaan Suporter Tamu

    Sikap tegas operator ini tak lepas dari insiden memilukan yang terjadi beberapa hari ke belakang.

    Salah satu peristiwa paling menyita perhatian adalah dugaan aksi penyerangan brutal terhadap rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, pada Minggu (11/10/2026).

    Kala itu, skuad muda Maung Bandung tengah dalam perjalanan pulang usai melakoni pertandingan melawan Persis Solo di Lapangan UNS, Surakarta.

    Aksi anarkis tersebut berujung pada kekerasan fisik terhadap salah satu kru media Persib, perusakan bus tim, hingga penjarahan koper milik pemain dan ofisial.

    Tak lama setelah itu, rombongan suporter The Jakmania wilayah Cikampek diserang oleh orang tidak dikenal (OTK) berupa pelemparan batu ke arah bus saat melintas di Tol Palikanci KM 200, Cirebon, Jawa Barat, pada Senin, 12 Oktober 2026 dini hari.

    Menanggapi insiden yang menimpa rombongan EPA U-18 Persib hingga suporter Persija Jakarta tersebut, Ferry Paulus menilai fanatisme buta sama sekali tidak boleh ditoleransi.

    Menurutnya, perkembangan positif liga harus dibarengi dengan peningkatan rasa tanggung jawab dari seluruh elemen klub dan suporter.

    Mantan petinggi Persija Jakarta itu memandang bahwa sanksi normatif berupa denda finansial sudah tidak lagi efektif menghadirkan efek jera bagi para pelaku kerusuhan.

    "Melihat perkembangan dan potensi konflik yang mulai muncul, kami berpandangan bahwa ketentuan hukuman perlu diperkuat," kata Ferry Paulus.

    "Sanksi tidak boleh hanya berhenti pada denda atau hukuman yang tidak memberikan efek jera," tegasnya.

    "Kami siap berkoordinasi dengan PSSI untuk mendorong sanksi yang lebih berat, termasuk pengurangan poin bagi klub apabila terjadi pelanggaran serius sesuai dengan ketentuan yang berlaku," jelasnya.

    Kendati demikian, I.League memberikan garis pemisah yang tegas antara pelanggaran disiplin kompetisi dengan murni aksi kriminalitas di ruang publik.

    Segala bentuk pelanggaran ketertiban yang terjadi di dalam lingkup stadion maupun area yang masuk dalam regulasi pertandingan sepenuhnya tunduk pada mekanisme disiplin sepak bola dengan tanggung jawab yang melekat pada klub.

    Baca Juga: Pernyataan Tegas Erick Thohir soal Penyerangan Bus EPA Persib

    Sementara itu, tindakan anarkis di luar cakupan penyelenggaraan laga seperti penyerangan bus tim di jalan raya atau penganiayaan merupakan ranah penegakan hukum pidana oleh Kepolisian.

    I.League memastikan setiap penerapan sanksi disiplin terhadap klub tetap harus mengacu pada dasar regulasi serta proses pembuktian yang sah.

    Lebih lanjut, Ferry menjelaskan bahwa dorongan regulasi yang lebih represif ini sejatinya bertujuan untuk menyelamatkan kebijakan kehadiran suporter tim tamu yang musim ini mulai kembali diizinkan bertandang.

    Izin suporter tamu merupakan buah manis dari proses diplomasi panjang dan pembangunan kepercayaan bersama antara PSSI, FIFA, Kepolisian, serta klub. Jangan sampai privilese yang telah dinikmati pecinta sepak bola ini gugur di tengah jalan.

    "Kami ingin suporter tamu tetap bisa hadir. Justru karena itulah aturan harus ditegakkan lebih tegas," ungkap Ferry Paulus.

    "Jangan sampai kesempatan yang sudah diperjuangkan bersama selama ini kembali hilang hanya karena tindakan segelintir orang. Kami tidak ingin klub dan mayoritas suporter yang sudah tertib ikut menjadi korban."

    Sebagai langkah konkret ke depan, I.League berjanji akan memperketat evaluasi kepatuhan masing-masing klub, mematangkan mitigasi risiko pertandingan, meningkatkan koordinasi pengamanan, serta menggencarkan edukasi dan komunikasi bersama komunitas suporter.

    "Ketegasan ini bukan untuk menghukum sepak bola Indonesia, melainkan untuk melindungi masa depannya," tutur Ferry Paulus.

    "Kami ingin kompetisi terus maju, stadion semakin ramai, dan suporter bisa mendukung klub kebanggaannya dengan aman. Sepak bola kita sudah melangkah maju, dan kita tidak boleh membiarkannya mundur lagi," pungkasnya.

    Komentar
    Additional JS