Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home An Se-young Berita Bulu Tangkis Bulu Tangkis indonesia Denmark Open Featured Juara Spesial Susy Susanti

    Denmark Open 2026 - Dari Terpeleset, Ini Respons An Se-young Lampaui Rekor Susy Susanti - Semua Halaman - Bolasport

    4 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Bulu Tangkis
  • Senin, 19 Oktober 2026 | 08:34 WIB

    Pebulu tangkis tunggal putri Korea Selatan, An Se-young, di podium juara Asian Games 2026, Aichi-Nagoya, 29 September.Pebulu tangkis tunggal putri Korea Selatan, An Se-young, di podium juara Asian Games 2026, Aichi-Nagoya, 29 September. (YUICHI YAMAZAKI/AFP)

    BOLASPORT.COM - Pebulu tangkis tunggal putri Korea Selatan, An Se-young, keluar sebagai juara Denmark Open 2026.

    Tertinggal 11-5 saat jeda gim penentuan, An tampak harus menunggu satu minggu lagi untuk meraih kemenangan bersejarahnya.

    Namun, di tengah keraguan tersebut, sosok juara yang dikenal oleh para penggemar pun muncul.

    Sebelas dari 12 poin berikutnya berhasil ia amankan, dan seketika tidak ada yang bisa menghentikan pemain peringkat satu dunia itu untuk meraih gelar juara ke-47 sepanjang kariernya.

    Kemenangan yang diraih dengan susah payah dengan skor 21-23, 21-14, 21-18 atas Akane Yamaguchi (Jepang) pada Denmark Open 2026 di SJF Bank Arena, Odense, Minggu (19/10/1016).

    menjadikannya pemain tunggal putri dengan koleksi gelar terbanyak dalam sejarah bulu tangkis internasional.

    Tunggal putri nomor satu dunia ini melampaui rekor legenda Indonesia, Susy Susanti, dengan selisih satu gelar.

    "Saya ingin mencetak banyak sejarah dan memecahkan rekor, tetapi saya fokus pada satu pertandingan demi satu pertandingan," ujar An dari SJF Bank Arena dilansir dari laman resmi BWF.

    "Itulah motivasi saya. Penonton hadir untuk menyaksikan saya dan saya sangat senang mereka menikmati setiap pertandingan yang saya mainkan."

    Pencapaian penting ini diraih dalam kondisi yang jauh dari ideal.

    An sempat terpeleset pada gim kedua dan mengaku masih harus memeriksa dampaknya setelah pertandingan usai.

    "Kondisi saya kurang baik. Kondisi lapangan cukup sulit dan saya sempat terpeleset," aku An.

    "Saya akan memeriksa kondisi saya dan berkonsultasi dengan pelatih. Setelah itu, baru saya akan memutuskan langkah selanjutnya."

    Baca Juga: Rekap Final Denmark Open 2026 - Tak Lagi Manusia Silver, Fajar/Fikri Lebih Matang dan Lebih Berbahaya

    Pada gim penentuan, sisi lapangan yang lebih lambat membantu pemain berusia 24 tahun itu memulihkan kepercayaan diri yang kemudian memicu kebangkitan luar biasa.

    "Saya merasa lebih percaya diri karena lapangannya lebih lambat. Keyakinan saya meningkat dan semangat saya pun berkobar. Saat itu saya berpikir, 'Ini adalah kemenangan saya.'," ucap An.

    Meski mengalami ketidaknyamanan fisik, An tetap menebar senyum saat menceritakan dukungan yang ia terima di Denmark.

    An mengungkapkan bahwa atmosfer dan dukungan dari para penggemar membuatnya merasa seperti berada di rumah sendiri.

    "Banyak orang yang bangga pada saya, termasuk para penggemar di Denmark. Hal itu membuat saya sangat bahagia dan menikmati setiap pertandingan," ucap An.

    "Saya selalu merasa seperti di rumah sendiri saat berada di Denmark. Saya berharap akan selalu terasa seperti di rumah."

    Saat ditanya mengenai persaingannya dengan Yamaguchiyang telah ia hadapi sebanyak 38 kali, An menyebut pebulu tangkis asal Jepang itu sebagai sumber motivasi yang konstan.

    “Menurut saya, dia adalah rival terbaik saya. Saya selalu ingin memenangkan pertandingan saat melawannya," kata An.

    "Dia memotivasi saya untuk terus berlatih. Wang Zhi Yi dan Chen Yu Fei juga merupakan rival saya, dan saya senang memiliki mereka. Persaingan membuat Anda menjadi lebih baik.”

    Dengan diraihnya satu trofi lagi dan dipecahkannya rekor baru, tidak banyak waktu tersisa untuk merayakannya.

    “Sekarang saya harus berkemas dan menyantap sesuatu yang enak karena saya akan segera berangkat ke Paris.”

    Baca Juga: Hasil Final Denmark Open 2026 - Definisi Bikin Lawan Mati Kutu, Fajar/Fikri Remukkan Chia/Soh untuk Juara

    Komentar
    Additional JS