Debut Bersejarah di Atlanta, Timnas Cerebral Palsy Indonesia Bidik Lolos Fase Grup - RRI
RRI.CO.ID, Banyumas - Tim Nasional Sepak Bola Cerebral Palsy (CP) Indonesia siap melakoni debut bersejarah di ajang IFCPF World Cup 2026, Kamis (15/10/2026) di Atlanta, Amerika Serikat, pukul 12.00 waktu setempat atau 23.00 WIB melawan Irlandia. Pelatih Timnas CP Indonesia Yanuar Dhuma Ardhiyanto menargetkan lolos dari fase grup.
Timnas Indonesia tergabung di Grup C bersama dengan Inggris, Irlandia, dan Jepang. Dhuma mengatakan tim Indonesia menargetkan masuk ke posisi delapan besar.
“Targetnya realistis ya, Insya Allah kami akan mencoba lolos dari fase grup ini dan bisa menatap delapan besar,” ujarnya.
Menurutnya, Inggris menjadi lawan terkuat dan perlu diwaspadai pada fase grup, mengingat tim tersebut saat ini berada di peringkat lima besar dunia. Namun, dirinya juga memandang Jepang dan Irlandia sebagai kompetitor tangguh dan tidak dapat dipandang sebelah mata.
“Kekuatan lawan sangat baik-baik ya, karena World Cup ini adalah top level dunia jadi mereka adalah ranking terbaik di dunia dan mereka sudah beberapa tahun lebih dulu dari Indonesia,” ucap Yanuar, yang juga dosen Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto itu.
Kompetisi IFCPF 2026 sendiri akan berlangsung di Atlanta, Amerika Serikat dari tanggal 14 hingga 24 Oktober. Berdasarkan keterangannya, perbedaan zona waktu yang cukup jauh menjadi salah satu tantangan adaptasi yang harus dihadapi.
Sebelum menghadapi kompetisi ini, tim Sepak Bola CP Indonesia menjalani pemusatan latihan selama satu bulan di National Paralympic Training Center, Solo. Meskipun sebelum training center dilakukan, dirinya bersama tim mengadakan pelatihan mandiri secara online monitoring system.
Dirinya berharap dapat membawa hasil terbaik dan membanggakan masyarakat Indonesia. Selain itu, ia menyebut momen bersejarah ini diharapkan dapat menginspirasi rakyat Indonesia.
"Ini adalah hasil kekompakan tim yang sudah kita bangun ya. Semoga menginspirasi teman-teman yang disabilitas dan sebagainya agar walaupun dengan keterbatasan tetapi bisa memberikan kebanggaan bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya kepada RRI Purwokerto. (Arief Muzakki)
Rekomendasi Berita
Tidak ada rekomendasi berita
