Como Masih Jadi Plonco di Liga Champions, Fabregas: Lebih Sulit daripada Piala Dunia - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:45 WIB
Cesc Fabregas dan para pemain Como memberikan aplaus kepada suporter selepas pertandingan Liga Italia melawan AS Roma di Stadion Giuseppe Sinigaglia (11/10/2026). (PIERO CRUCIATTI/AFP)
BOLASPORT.COM - Cesc Fabregas memetik pelajaran berharga dari perjalanan awal mereka di Liga Champions pascakekalahan Como di markas Feyenoord.
Klub milik Grup Djarum menjalani pertandingan kedua fase liga dengan bertamu ke Stadion De Kuip, Rotterdam.
Laga di markas Feyenoord, Rabu (14/10/2026), berakhir dengan kemenangan tuan rumah 3-2.
Como sempat meggebrak dengan gol pembuka dari Assane Diao. Pemuda Senegal itu menjebol gawang musuh pada menit ke-18.
Namun, Feyenoord cuma butuh dua menit guna menyamakan skor melalui aksi keren Gjivai Zechiel (20').
Tim pemenang Piala Champions 1969-1970 itu bahkan memutarbalikkan kedudukan menjadi 3-1 berkat gol tambahan Anis Hadj Moussa (52') dan bunuh diri kiper Robert Sanchez (81').
Como baru terbangun lagi mendekati bubaran melalui lesakan larut Anastasios Douvikas (90+3').
Waktu keburu habis bagi I Lariani untuk mencetak gol tambahan. Mereka harus pulang dengan tangan hampa.
Como takluk pada pertandingan kedua setelah menjalani debut Liga Champions dengan ledakan sehabis menggilas RB Leipzig 4-1 di Giuseppe Sinigaglia.
Baca Juga: Hasil Liga Champions - Sempat Unggul Dulu, Como Kena Comeback dan Dihajar Feyenoord
Sebagai pendatang baru, Fabregas mafhum bahwa pasukannya masih butuh banyak waktu untuk belajar.
Ibarat ponclo atau mahasiswa baru yang sedang menjalani masa pengenalan di kampus, Nico Paz cs masih dalam tahap adaptasi dan menyerap ilmu di universitas sepak bola terelite Eropa.
Fabregas menyadari level pertandingan di Liga Champions bagi seorang juru taktik amat sukar.
Keputusannya melakukan perubahan taktik dan komposisi pemain di laga ini pun tidak berbuah hasil bagus.
Keputusan eks gelandang Arsenal, Barcelona dan Chelsea itu dipertanyakan karena menaruh Paz sebagai penyerang tengah semu dalam susunan starter.
Beberapa pemain pilar menjadi bahan rotasi di Rotterdam.
Kompetisi Terberat
Striker murni yang mencetak gol kedua I Lariani, Douvikas, baru dimasukkan pada menit ke-60.
Adapun kapten Lucas Da Cunha juga baru mencicipi lapangan mulai menit yang sama.
"Kami memilih strategi ini karena menganggapnya sebagai cara yang tepat untuk menyerang mereka, seperti yang terlihat pada gol Diao," ucap Fabregas, dikutip BolaSport.com dari Tuttomercatoweb.
"Namun, sepak bola memang seperti itu. Tim harus belajar menghadapi situasi-situasi tertentu."
"Kami hanya memiliki seorang penyerang tengah, jadi kami harus mengelolanya dengan baik, dan masih ada (laga) Serie A."
Baca Juga: Bekuk Como tapi Kebobolan 2 Gol, Pelatih Feyenoord Keturunan Maluku Kecewa
"Kami harus terus berkembang. Ini adalah kali pertama kami berlaga di sini (tandang ke Rotterdam)."
"Bermain di kandang dan tandang itu sangat berbeda."
"Tampil di stadion ini melawan tim yang terbiasa menang bukanlah hal yang mudah. Kami berhasil menyulitkan mereka, tetapi mereka lebih kuat dan pantas meraih kemenangan."
"Liga Champions adalah kompetisi terberat. Terkadang level di Liga Champions lebih tinggi daripada di Piala Dunia."
"Saya tetap tenang karena ini adalah anugerah, bahkan motivasi tambahan bagi para pemain yang baru pertama kali tampil sebagai starter di Eropa."
"Kami berada di Liga Champions lima tahun lebih awal dari yang diharapkan," tegas pria 39 tahun yang seangkatan dengan Lionel Messi di akademi Barcelona itu.