Carlos Pena, Pelatih Pecatan Persija yang Putuskan Streak Kemenangan Shin Tae-yong di Super League - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:45 WIB
Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, sedang memberikan keterangan kepada awak media di Media Center Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Kamis (26/2/2026). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)
BOLASPORT.COM - Carlos Pena dipecat Persija Jakarta pada musim 2024/25 dan kini membawa Persita Tangerang ke papan atas Super League.
Pelatih asal Spanyol, Carlos Pena, baru saja menciptakan kejutan di Super League 2026/27.
Pena merupakan entrenador jebolan Barcelona B yang melatih Persita Tangerang sejak musim lalu.
Sosok 43 tahun itu pertama kali menginjakkan kaki di sepak bola Indonesia pada 2024.
Di Liga 1 2024/25, ia dipercaya menangani Persija Jakarta menggantikan Thomas Doll.
Saat itu, Pena sebenarnya membawa Persija beredar di papan atas kompetisi terakhir bernama Liga 1.
Meski begitu manajemen Macan Kemayoran secara mengejutkan memecat Pena pada pekan ke-30.
Dalam empat laga terakhir bersama caretaker Ricky Nelson, Persija hanya meraih satu kemenangan dan tersungkur ke peringkat tujuh klasemen akhir.
Pena sendiri langsung move on dan menerima pinangan Persita Tangerang pada awal musim Super League 2026/27.
Pada musim pertama bersama Pendekar Cisadane, Pena mampu membawa timnya finis di peringkat 10.
Kini menginjak musim kedua di Indomilk Arena, Pena tampak mengubah Persita menjadi kuda hitam yang patut diperhitungkan.
Pada Sabtu (17/10/2026), Persita menjamu mantan klub Pena, Persija, di Banten International Stadium.
Persita dua kali unggul melalui Luquinhas dan Rayco Rodrigues, tetapi bisa disamakan Fabio Calonego dan Alexander Jeremejeff.
Dalam laga yang diwarnai kerusuhan suporter pada jeda babak, Persita keluar sebagai pemenang.
Sebuah umpan lambung serangan balik dibawa Hokky Caraka untuk mengirim asis pada Aleksa Andrejic dengan finishing mematikan. 3-2.
Hasil tersebut merupakan kekalahan perdana Shin Tae-yong bersama Persija setelah lima kemenangan beruntun.
Dengan hasil itu, Persita merangsek ke peringkat tiga dengan 11 poin, hanya berjarak sebiji poin dari Persija di puncak.
Pena lebih memilih mengkritik suporter yang tak dewasa di tribun penonton.
“Sepak bola adalah sesuatu yang harusnya dinikmati," ujar Pena.
“Sepak bola untuk keluarga yang datang bersama anak-anaknya untuk menyaksikan pertandingan sepak bola.”
“Sepak bola untuk bersenang-senang, dan sepak bola bukan untuk bertarung.”