Buntut Ricuh di BIS, Persija Didenda Rp90 Juta dan Larangan Suporter Tandang Setengah Musim - Kompas
KOMPAS.com - Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengumumkan hasil sidang Komite Disiplin PSSI terkait kerusuhan yang terjadi di laga Persita Tangerang vs Persija Jakarta.
Laga Persita Tangerang vs Persija Jakarta di Banten International Stadium (BIS), menjadi salah satu yang menarik perhatian dalam lanjutan Super League 2026-2027, akhir pekan lalu.
Selain karena hasilnya di mana Persita memberikan kekalahan perdana bagi Persija usai mengakhiri pertandingan dengan keunggulan 3-2, tetapi juga karena ricuh antarsuporter yang terjadi mulai jeda antarbabak hingga penghujung laga.
Komite Disiplin PSSI telah melaksanakan sidang untuk menentukan hukuman yang dibebankan kepada klub yang bersangkutan.
Persib Bandung Epic Comeback! Libas Wakil Thailand Port FC 3-1 di ASEAN Club Championship
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, pun menuturkan hasil dari sidang Komdis PSSI tersebut.
Baca juga: Eks Ketum Jakmania Protes Keras Wacana Pengurangan Poin Persija
Persija menjadi tim yang cukup banyak menerima hukuman akibat insiden rusuh antarsuporter itu.

Lihat Foto
Persija menerima denda uang sebesar Rp30 juta akibat kericuhan antarsuporter yang melibatkan oknum The Jakmania.
Selain itu, suporter Macan Kemayoran juga dilarang hadir pada laga tandang selama setengah musim, khusus di Super League.
Baca juga: STY Beri Pesan kepada Suporter Usai Rusuh di Laga Persita Vs Persija
Hukuman tersebut dimulai sejak hasil sidang diumumkan. Itu berarti, hukuman sudah berjalan ketika Persija away ke kandang Dewa United pada 31 Oktober 2026.
Hukuman untuk Persija juga bertambah setelah terjadi pelemparan flare dan penyalaan petasan dan diharuskan membayar denda sebanyak Rp60 juta.
Untuk panitia pelaksana Persita dibebankan hukuman sebesar Rp40 juta lantaran kelalaiannya menjalankan tanggung jawab menjaga ketertiban, keamanan, dan seterusnya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Marc Marquez dkk Tabuh Gendang Lombok dan Pawai Bareng Veda-Mario Aji Jelang MotoGP Mandalika
