Asian Para Games 2026: Margono Sumbang Perunggu Lewat Para Angkat Berat
Selasa, 20 Oktober 2026 | 13.51 WIB
Kontingen Indonesia telah tiba di Nagoya, Jepang, menjelang beraksi di Asian Para Games 2026. (Dok. NPC Indonesia)
JawaPos.com - Atlet para angkat berat Indonesia Margono menyumbangkan medali perunggu pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, setelah menempati peringkat ketiga dalam pertandingan nomor putra kelas -65 kilogram di Nagoya City Trade & Industry Center, Jepang, Selasa.
Berdasarkan statistik dalam laman penyelenggara, Margono mencatatkan angkatan terbaik 177 kilogram untuk memastikan dirinya naik ke podium. Hasil tersebut menempatkannya di bawah atlet China Yi Zou yang meraih medali emas dengan angkatan terbaik 216 kilogram, serta wakil India Ashok yang memperoleh perak melalui angkatan 192 kilogram.
Zou mencatatkan angkatan terbaik dengan keunggulan 24 kilogram melawan Ashok yang berada di posisi kedua. Sedangkan Margono terpaut 15 kilogram dari peraih perak.
Dalam pertandingan final tersebut, atlet tanah air itu mengawali penampilannya dengan cukup bagus, ketika berhasil mengangkat beban seberat 170 kilogram pada kesempatan pertama.
Namun, upayanya meningkatkan catatan angkatan menjadi 175 kilogram pada percobaan kedua belum membuahkan hasil. Margono gagal menyelesaikan angkatan tersebut sehingga harus memaksimalkan kesempatan terakhir untuk memperbaiki posisinya.
Saat angkatan ketiga, atlet itu berhasil mengangkat beban seberat 177 kilogram. Catatan tersebut menjadi angkatan terbaiknya sekaligus memastikan medali perunggu bagi kontingen Merah Putih.
Dalam regulasi penyelenggara, cabang para angkat berat mempertandingkan kemampuan atlet mengangkat beban dalam posisi berbaring melalui gerakan bench press. Atlet dinilai berdasarkan beban terberat yang berhasil diangkat secara sah dari rangkaian kesempatan yang diberikan.
Sementara itu, Yi Zou merupakan pemegang rekor dunia para angkat berat 222 kilogram. Dia mencatatkan rekor tersebut pada Asian Para Games 2022 di Hangzhou, China, 23 Oktober 2023 (dilaksanakan terlambat akibat pandemi COVID-19).
