Tebas Tepis Isu Konspirasi, Real Madrid Balas Sentil Presiden LaLiga - Kompas
KOMPAS.com - Presiden La Liga, Javier Tebas, membantah tudingan adanya konspirasi wasit yang merugikan Real Madrid.
Pernyataan tersebut disampaikan Tebas setelah pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, mengkritik keputusan wasit dalam kekalahan 1-2 dari Atletico Madrid di Riyadh Air Metropolitano, Minggu (20/9/2026).
Mourinho bahkan membawa sejumlah gambar tangkapan layar ke konferensi pers setelah pertandingan.
Baca juga: Carlo Ancelotti Bela Kylian Mbappe dari Tuduhan Pengecut
Ia menilai Atletico Madrid seharusnya mendapat dua kartu merah pada babak pertama.
INSIDE | BERAKHIR! | Atlético de Madrid 4 - 0 Real Sociedad
Javier Tebas Bantah Ada Konspirasi
Tebas merespons pemberitaan media Spanyol yang menyebut adanya "konspirasi" menjatuhkan Real Madrid.
Ia menolak anggapan tersebut dan menyebut tuduhan bahwa wasit berpihak melawan Real Madrid sebagai sesuatu yang tidak masuk akal.
Baca juga: Hasil dan Klasemen Liga Spanyol: Real Madrid Terpaut 6 Poin dari Barca
"Mengaku bahwa wasit berpihak melawan Real Madrid adalah khayalan belaka," ujar Tebas melalui media sosial, dikutip dari BBC.
"Narasi itu berfungsi sebagai alasan untuk menutupi kekurangan lain yang jelas terlihat dalam pertandingan-pertandingan awal musim ini."
"Lebih mudah menunjuk pada sebuah konspirasi daripada menjelaskan apa yang terjadi di lapangan," ujar Tebas.
Baca juga: Kata Guardiola soal Gestur 6 Jari Mirip Mourinho
Real Madrid kemudian merespons pernyataan Tebas melalui pernyataan resmi klub. Los Blancos menilai tindakan Tebas yang menggunakan posisinya untuk terus menyerang klub tidak dapat ditoleransi.
Real Madrid Balas Kritik Tebas
"Sangat mengejutkan bahwa presiden La Liga mendedikasikan waktu dan platform pribadinya untuk terus berupaya mendiskreditkan Real Madrid di depan publik," tulis Real Madrid melalui pernyataan resmi di situs klub.
"Dengan melakukan hal itu, dia terus merusak citra kompetisi kita dan sepak bola Spanyol di seluruh dunia."
Real Madrid juga menyebut sepak bola profesional Spanyol membutuhkan pemimpin yang mampu mengelola dan mengembangkan kompetisi.
"Presiden La Liga bukanlah pemilik kompetisi, melainkan seorang manajer yang melayani klub-klub yang tergabung di dalamnya dan mempercayakan arah kompetisi kepadanya," lanjut pernyataan Real Madrid.
Baca juga: Real Madrid Balas Kritik Javier Tebas Usai Tudingan Konspirasi Wasit
"Klub-klub tersebut membutuhkan seseorang yang melayani misi ini dengan jujur."
Real Madrid saat ini berada di posisi keempat klasemen La Liga dengan 15 poin, tertinggal enam poin dari Barcelona yang memimpin klasemen setelah memenangi tujuh pertandingan.
Sementara itu, Mourinho sebelumnya menegaskan kekecewaannya terhadap keputusan wasit saat menghadapi Atletico Madrid.
Baca juga: Suporter Menyoraki Nama 'Diego Jota' ke Ruben Neves, Al Taawoun Dijatuhi Sanksi
Real Madrid bermain dengan 10 pemain setelah bek Dean Huijsen mendapat kartu merah.
"Kita bisa melewatkan konferensi pers karena inti cerita pertandingan ada di sini," kata Mourinho dalam konferensi pers seusai laga, sambil menunjukkan gambar-gambar insiden kepada media, pada Minggu (20/9/2026).
"Itu jelas dua kartu merah. Mengingat kesulitan yang kami hadapi setelahnya bermain 11 lawan 10, kami hanya bisa membayangkan bagaimana rasanya bermain 50 menit dengan 11 lawan sembilan," lanjutnya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
INSIDE | Derby Para Legenda! | Real Sociedad 0 - 0 Athletic Club