Sosial Media
Arena Update
powered by Surfing Waves
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Indonesia Timnas Malaysia

    Pakar Malaysia Minta FAM Contoh Timnas Indonesia soal Transparansi Pemain Keturunan - Semua Halaman - Superball

    5 min read

     

    SUPERBALL.ID - Sepak bola Malaysia kembali menghadapi pertanyaan terkait keterbukaan informasi mengenai keabsahan dokumen pemain keturunan.

    Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) baru-baru ini mengkonfirmasi bahwa proses naturalisasi dua pemain telah disetujui FIFA.

    Kedua pemain tersebut adalah Bergson da Silva dan Brad Tapp, yang saat ini memperkuat Johor Darul Ta'zim (JDT).

    Menurut FAM, FIFA telah menuntaskan pengecekan kelayakan Bergson da Silva dan Brad Tapp berdasarkan peraturan yang berlaku.

    Baca Juga: FIFA ASEAN Cup 2026 Jadi Debut Trio Baru Malaysia di Lini Depan, Tan Cheng Hoe Beri Pesan untuk Fans

    Dengan demikian, kedua pemain tersebut telah memenuhi syarat untuk memperkuat Timnas Malaysia di level internasional.

    "FAM ingin mengumumkan bahwa FIFA telah mengkonfirmasi bahwa dua pemain dari Johor Darul Ta'zim, Bergson da Silva dan Brad Tapp, memenuhi syarat untuk mewakili tim nasional Malaysia," bunyi pernyataan FAM.

    Bergson adalah striker berpengalaman untuk JDT dan telah bermain selama beberapa musim di sepak bola Malaysia.

    Striker kelahiran Brasil itu bergabung dengan JDT pada 2021 dan menyelesaikan masa tinggalnya selama lima tahun di Malaysia pada Februari lalu.

    Hal ini membuka jalan untuk proses naturalisasi yang memungkinkan pemain berusia 35 tahun itu mewakili Harimau Malaya.

    Sedangkan Tapp adalah pemain bertahan kelahiran Australia yang bergabung dengan JDT dari Central Coast Mariners pada Juli lalu.

    Berbeda dengan Bergson, pemain berusia 25 tahun itu memenuhi syarat untuk membela Malaysia berdasarkan garis keturunan.

    Namun, pengenalan mendadak Brad Tapp yang berbasis di Australia sebagai pemain keturunan telah menimbulkan pertanyaan baru.

    Pasalnya, hampir tidak ada informasi atau dokumentasi publik mengenai hubungan keluarga Tapp dengan Malaysia.

    Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa skandal pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi dapat terulang kembali.

    Baca Juga: Pelatih Malaysia Ungkap Alasan Tak Panggil Pemain Kelahiran AS di FIFA ASEAN Cup 2026

    Pakar sepak bola asal Malaysia, Datuk Dr Pekan Ramli, memperingatkan FAM bahwa penggemar tidak akan menerima pengumuman tanpa bukti.

    "Para penggemar dan netizen Malaysia saat ini bukanlah orang-orang kuno, mereka tidak lagi tinggal di gua," kata Pekan, dikutip SuperBall.id dari NST.

    "Kita hidup di era kecerdasan buatan dan konektivitas yang sangat tinggi. Orang-orang tidak hanya menerima informasi secara pasif."

    "Mereka menerapkan mekanisme pengawasan dan penyeimbangan, dan mereka akan memeriksa setiap klaim dengan cermat," tambahnya.

    Pekan mengatakan bahwa kekhawatiran para penggemar soal keabsahan dokumen pemain keturunan sangat beralasan.

    "Soal Bergson, tidak ada perdebatan. Kami menyaksikan dia bermain di sini selama lima tahun dengan mata kepala kami sendiri. Proses naturalisasi melalui status kependudukan sangat mudah."

    "Masalahnya adalah pemain-pemain keturunan. Kita tidak boleh mengulangi lagi kejadian buruk yang melibatkan tujuh pemain."

    "Saat itu, para penggemar sudah skeptis ketika FAM mengumumkan bahwa ketujuh pemain tersebut memenuhi syarat."

    "Orang-orang tidak bersikap sinis tanpa alasan. Mereka benar-benar khawatir prosedur yang semestinya tidak diikuti dan kekhawatiran itu terbukti sepenuhnya beralasan," kata Pekan.

    Lebih lanjut, Pekan meminta FAM untuk mencontoh Timnas Indonesia yang membuka asal-usul pemain keturunan secara transparan.

    Baca Juga: Bukan Timnas Indonesia, Malaysia Bakal Hadapi Musuh Familiar di Laga Pembuka FIFA ASEAN Cup 2026

    "Jika Anda mengklaim seorang pemain memiliki ikatan darah dan keturunan Malaysia, buktikan. Tunjukkan dokumennya. Tunjukkan surat izin FIFA."

    "Indonesia melakukan ini secara transparan untuk pemain keturunan mereka, mengapa kita tidak bisa? Apa yang perlu disembunyikan?"

    "Jika semuanya dilakukan sesuai dengan hukum dan statuta FIFA, mengapa dirahasiakan? Sebutkan siapa kakek-neneknya, di mana mereka lahir, dan dari kampung mana mereka berasal."

    "Ketika Anda transparan, orang-orang akan mendukung Anda bahkan jika ada penyelidikan yang muncul di kemudian hari."

    "Tetapi ketika Anda menyembunyikan semuanya, Anda membuat diri Anda benar-benar tidak berdaya ketika pertanyaan diajukan," kata Pekan.

    Pekan memperingatkan bahwa skandal kelayakan lainnya dapat memiliki konsekuensi yang lebih serius bagi sepak bola Malaysia.

    "Kasus tujuh pemain warisan budaya itu mencoreng nama Malaysia di kancah internasional. Citra kita tercoreng di seluruh dunia," katanya.

    "Kami selamat dari gelombang pertama, yang merupakan tsunami kecil. Tetapi jangan salah, jika kami diseret ke hadapan FIFA dan CAS untuk kedua kalinya terkait dokumen yang belum diverifikasi, itu akan menjadi tsunami besar."

    "Kali ini, Harimau Malaya bisa menghadapi skorsing global sepenuhnya. Jika tim nasional diskors, liga domestik dan klub-klub kita akan runtuh bersamanya. Semua orang akan menderita."

    "FAM harus melakukan segala sesuatunya dengan benar. Hentikan taktik sembunyi-sembunyi ini. Jika memang benar, tunjukkan buktinya," ucap Pekan.

    Komentar
    Additional JS