Komdis PSSI Hukum Berat Java United Usai Lawan Persija dengan Total Rp760 Juta - Semua Halaman - Bolasport

BOLASPORT.COM - Komite Disiplin (Komdis) PSSI resmi menjatuhkan sanksi berat kepada Java United FC menyusul rentetan insiden panas pada laga melawan Persija Jakarta. Tak tanggung-tanggung, mereka di denda dengan total mencapai Rp760 juta.
Kompetisi Super League 2026/2027 memang saat ini tengah libur karena betepatan dengan FIFA Matchday dan Timnas Indonesia tengah beraksi di FIFA ASEAN Cup 2026.
Namun, meski kompetisi saat ini libur, pertandingan pekan ketiga masih menjadi sorotan khususnya laga Persija Vs Java United FC.
Ini karena dalam laga pekan ketiga Super League 2026/2027 yang mempertemukan Persija Vs Java United sempat terjadi kericuhan.
Laga yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Sabtu (19/9/2026) itu mendapat banyak sorotan dari pecinta sepak bola Tanah Air.
Pertandingan yang digelar tanpa penonton tersebut, sejatinya dimenangkan dengan skor tipis 1-0 oleh Persija atas Java United.
Namun, tensi pertandingan semakin panas saa memasuki menit-menit akhir babak kedua hingga berlanjut ke arah lorong ruang ganti atau Official Area (OA) setelah peluit panjang dibunyikan.
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Komdis PSSI tertanggal 24 September 2026 yang ditandatangani sang Ketua, Dr. Umar Husni, SH., M.Hum, sanksi paling telak dijatuhkan kepada ofisial Java United, Achmad Resal Octavian.
Mantan asisten pelatih PSIS Semarang itu dijatuhi skors larangan mendampingi tim sebanyak 10 pertandingan, larangan masuk stadion 1 pertandingan, serta denda fantastis sebesar Rp500 juta.
Achmad Resal dinyatakan terbukti melanggar Pasal 60 Kode Disiplin PSSI Tahun 2025 lantaran melontarkan kata-kata bernada diskriminatif kepada kubu Persija pada menit ke-78, yang dalam laporannya mengarah kepada juru taktik Macan Kemayoran, Shin Tae-yong.
Dalam laga itu, Direktur Teknik Java United tersebut dikatakan mengucapan kata-kata diskriminatif dengan menyebut Shin Tae-yong “pendatang”.
Situasi itu menjadi sorotan bahkan semua pihak memberikan dukungan kepada juru taktik asal Korea Selatan tersebut.
“Merujuk kepada Pasal 60 ayat (1) huruf a dan b Kode Disiplin PSSI Tahun 2025, Sdr. Achmad Resal Octavian dikenakan sanksi skors sebanyak 10 (sepuluh) pertandingan dan larangan memasuki stadion sebanyak 1 (satu) pertandingan, sejak keputusan ini diterbitkan dan berlaku pada pertandingan terdekat. Denda sebesar Rp. 500.000.000,” tulis Surat Keputusan Komdis PSSI.
Namun, sanksi yang diberikan Komdis kepada Java United tak berhenti disitu saja.
Akan tetapi, badai sanksi juga menghantam dua pemain andalan Java United yakni Yakob Sayuri dan Yance Sayuri.
Dua pemain kembar berlabel timnas tersebut masing-masing diganjar larangan bermain dalam empat pertandingan terdekat dan denda senilai Rp50 juta.
Keduanya terbukti melakukan intimidasi terhadap Pengawas Pertandingan (PP) seusai laga demi memaksa menghapus rekaman video kericuhan di lorong stadion.
“Merujuk kepada Pasal 50 ayat (1) huruf a dan ayat (2) Kode Disiplin PSSI Tahun 2025, Sdr. Yance Sayuri dikenakan sanksi larangan bermain sebanyak 4 (empat) pertandingan sejak keputusan ini diterbitkan dan berlaku pada pertandingan terdekat,” tulis keputusan Komdis PSSI, sebagaimana isi surat yang diterima BolaSport.com, Rabu (30/9/2026).
“Denda sebesar Rp. 50.000.000. Pengulangan terhadap pelanggaran terkait di atas akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat.”
“Merujuk kepada Pasal 50 ayat (1) huruf a dan ayat (2) Kode Disiplin PSSI Tahun 2025, Sdr. Yakob Sayuri dikenakan sanksi larangan bermain sebanyak 4 (empat) pertandingan sejak keputusan ini diterbitkan dan berlaku pada pertandingan terdekat.”
Kekerasan fisik pun tak luput dari radar Komdis PSSI.
Pelatih kepala Java United, Fabio Lefundes, bersama ofisial Josmiro De Goes Dos Santos Sobrinho, masing-masing dijatuhi denda sebesar Rp30 juta.
Keduanya dinilai terbukti bersalah melakukan tindakan kekerasan terhadap Media Officer Persija Jakarta saat kericuhan pecah di area OA.
Keributan di lorong stadion rupanya juga melibatkan sosok di luar daftar susunan pemain resmi, yakni Antonio Teles.
Mantan pesepak bola yang kini berstatus sebagai agen pemain itu dijatuhi denda Rp50 juta setelah tertangkap bukti melakukan intimidasi dan tendangan kepada ofisial tim Macan Kemayoran.
Masuknya Antonio Teles ke area steril turut menyeret klub Java United FC ke dalam jerat sanksi tersendiri.
Java United dijatuhi denda Rp50 juta akibat penyalahgunaan ID Card ofisial tim atas nama Ariq Iqbal Faizal yang dipindahtangankan kepada Teles agar bisa menyusup ke bench hingga ruang ganti.
Melengkapi daftar hukuman panjang tersebut, ofisial Java United lainnya, David Glen Oei, turut dijatuhi sanksi teguran keras oleh Komdis PSSI karena mencoba menghalangi Pengawas Pertandingan saat melakukan pemeriksaan ID Card.
Untuk itu, apabila diakumulasikan, total denda finansial yang harus ditanggung Java United FC meliputi denda klub, ofisial, pemain, hingga personel terkait mencapai angka Rp760 juta.
Tentu saja ini pukulan telak untuk Java United, mengingat kompetisi baru dimulai dan masih menyisakan 31 laga lagi, tetapi mereka harus kehilangan dua pemain andalannya dalam empat laga ke depan.
Selain kehilangan pemain, tentu saja mereka harus mebayar denda yang ada ini.
Berikut Rincian Denda yang Dijatuhkan Komdis PSSI untuk Java United:
Klub Java United FC (SK No. 020)
Penyalahgunaan ID Card ofisial tim: Rp 50.000.000,-Achmad Resal Octavian / Ofisial (SK No. 022)
Ucapan diskriminatif kepada tim lawan: Rp 500.000.000,-Yance Sayuri / Pemain (SK No. 023)
Intimidasi pengawas pertandingan: Rp 50.000.000,-
Yance Sayuri dikenakan sanksi larangan bermain sebanyak 4 (empat) pertandingan sejak keputusan ini diterbitkan dan berlaku pada pertandingan terdekat.Yakob Sayuri / Pemain (SK No. 024)
Intimidasi pengawas pertandingan: Rp 50.000.000,-
Yakob Sayuri dikenakan sanksi larangan bermain sebanyak 4 (empat) pertandingan sejak keputusan ini diterbitkan dan berlaku pada pertandingan terdekat.Fabio Araujo Lefundes / Ofisial (SK No. 025)
Tindakan kekerasan kepada Media Officer lawan: Rp 30.000.000,-Josmiro De Goes Dos Santos Sobrinho / Ofisial (SK No. 026)
Tindakan kekerasan kepada Media Officer lawan: Rp 30.000.000,-Antonio Teles / Personel/Agen terkait tim (SK No. 021)
Tindakan agresif/tendangan dan intimidasi: Rp 50.000.000,-David Glen Oei / Ofisial (SK No. 027)
Menghalangi pemeriksaan ID card: Rp 0 (hanya sanksi Teguran Keras)