Sosial Media
Arena Update
powered by Surfing Waves
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Bola Voli Featured Junaida Santi Spesial Voli

    Junaida Santi adalah Aset Timnas Voli, PBVSI Siap Bela Pemain saat Isu Tes Gender Diluruskan - Semua Halaman - Bolasport

    6 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Voli
  • Selasa, 8 September 2026 | 15:05 WIB

    Outside hitter timnas voli putri U-21 Indonesia, Junaida Santi, berada di bangku pemain jelang pertandingan menghadapi Italia di babak 16 besar Kejuaraan Dunia Voli U-21 2025 di Surabaya, Jawa Timur, 13 Agustus 2025.Outside hitter timnas voli putri U-21 Indonesia, Junaida Santi, berada di bangku pemain jelang pertandingan menghadapi Italia di babak 16 besar Kejuaraan Dunia Voli U-21 2025 di Surabaya, Jawa Timur, 13 Agustus 2025. (ARDHIANTO WAHYU/BOLASPORT.COM)

    BOLASPORT.COM - Pebola voli putri, Junaida Santi, masih absen sejak gebrakan yang dibuatnya tahun lalu. Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PP PBVSI, Loudry Maspaitella, buka suara.

    Loudry Maspaitella mengungkap masalah yang mengelilingi Junaida Santi dalam siniar Volley360 bersama komentator bola voli, Rama Sugianto, di kanal Voli TV.

    Absennya Junaida Santi dari kompetisi mengundang tanda tanya.

    Tahun lalu Santi menjadi sensasi setelah terpilih sebagai pemain putri terbaik Proliga 2025 berkat prestasi juara bersama Jakarta Pertamina Enduro.

    Atlet asal Sumatra Utara itu juga menjadi pemain kunci saat Timnas Voli Putri Indonesia tampil di Kejuaraan Dunia U-21 di Surabaya.

    Namun, digadang-gadang untuk menjadi amunisi baru bagi Timnas Senior, Santi justru absen hingga tidak masuk roster pula di Proliga 2026.

    Cedera lutut yang dialami tatkala tampil di Kejuaraan Dunia U-21 disinyalir menjadi alasan. Dari sana, berbagai isu merebak, termasuk soal kepastian gender-nya.

    Baca Juga: Jadwal Timnas Voli Putri pada Asian Games 2026, Indonesia Vs Jepang Penentuan Fase Grup

    Jagat voli Indonesia belajar dari kasus yang menimpa mantan atlet bintangnya, Aprilia Manganang (kini Aprilio Manganang), dan kakaknya, Amasya Manganang (Ermansyah Manganang).

    Manganang bersaudara mengidap kelainan hipospadia yang meyebabkan kekeliruan dalam penentuan jenis kelamin mereka saat lahir.

    Loudry Maspaitella membeberkan bahwa Santi juga terkendala keharusan menjalani tes gender demi bisa memperkuat Timnas Voli Putri Indonesia.

    Menurut tosser legendaris itu, aturan tes gender diperketat untuk turnamen internasional dan tidak hanya berlaku untuk Santi saja.

    "(Masalah) Santi cuma satu. Gender test. Ini bukan untuk Santi aja. Seluruh pemain putri yang tampil di AVC itu menjalani gender test," kata Loudry.

    "Kami panggil untuk SEA Games 2025, dia enggak datang dengan alasan macam-macam, ya enggak apa-apa."

    "Masalahnya gender test itu bukan khusus untuk Santi. Sekarang untuk turnamen internasional ada gender test."

    "Para pemain Vietnam yang sekarang bermain di AVC Continental, itu melalui gender test semua."

    "Ada pemain di long list tetapi tidak ikut gender test, enggak bisa main. Semua negara di dunia begitu," tambahnya.

    Baca Juga: Pebola Voli Putri Indonesia Umumkan Berganti Gender setelah Eksis Semusim pada Proliga

    Loudry menyinggung kasus pemain ketika kejuaraan junior.

    Tahun lalu, Vietnam dihukum pengurangan poin saat Kejuaraan Dunia U-21 di Surabaya karena satu pemain gagal lolos tes gender.

    Pasukan Golden Star juga disorot dengan skuad seniornya karena opposite berbahaya, Nguyen Thi Bich Thuyen, yang telah absen sejak terakhir kali tampil di SEA V League 2025.

    Middle blocker timnas voli Indonesia, Wilda Siti Nur Fadhilah dan opposite Vietnam, Nguyen Thi Bich Tuyen pada SEA V League 2024.Middle blocker timnas voli Indonesia, Wilda Siti Nur Fadhilah dan opposite Vietnam, Nguyen Thi Bich Tuyen pada SEA V League 2024. (SEAVLEAGUE.COM)

    Di sisi lain, Loudry tidak menampik ada kecurigaan terhadap Santi sejak dia memperkuat Timnas Junior di Princess Cup 2022.

    Kasus pemain Vietnam di Kejuaraan Dunia U-21 turut memperbesar sorotan terhadap Santi yang juga bertanding di ajang yang sama.

    "Jadi isu itu bukan karena Santi yang diragukan. Sekarang semua harus tes gender," tukas Loudry menegaskan.

    "Sebenarnya saya kasihan dengan dia karena banyak joke tentang dia. Makanya harus kita luruskan."

    Menurut Loudry, PBVSI telah melakukan pendekatan secara personal demi bisa membujuk Santi untuk menjalani tes gender.

    "Anak ini (Santi), mau tidak mau, itu asetnya kita. Dia sudah pernah mengharumkan nama Indonesia. Sebenarnya harus kita bela."

    "Cuma sampai di mana kita bisa bela kalau dianya sendiri enggak mau keluar, berani tampil untuk menjalani tes."

    "Jujur kita kan butuh pemain seperti dia. Power-nya bagus, tapi asal memang dia lolos gender test," pungkasnya.

    Komentar
    Additional JS