Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita EPL Featured John Herdman Liga Inggris Manchester City Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    John Herdman Puas dengan Trio Baru Penyerang Timnas Indonesia Usai Kalahkan Singapura - KuatBaca

    4 min read


    Kuatbaca.com - Timnas Indonesia mengawali perjalanan di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 dengan hasil positif. Skuad Garuda berhasil mengalahkan Singapura dengan skor 2-0 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9/2026) malam WIB.

    Dua gol Indonesia lahir pada masing-masing babak. Ragnar Oratmangoen membuka keunggulan pada babak pertama, sedangkan Ole Romeny menambah gol kedua melalui eksekusi penalti setelah jeda. Kemenangan tersebut sekaligus memberikan modal penting bagi Indonesia untuk menjalani pertandingan-pertandingan berikutnya di turnamen.

    Selain hasil akhir, perhatian juga tertuju pada komposisi lini depan yang diterapkan pelatih John Herdman. Untuk pertama kalinya, Herdman memasangkan tiga pemain yang belum pernah tampil bersama sebagai trio penyerang utama.

    1. John Herdman Mencoba Komposisi Baru di Lini Depan

    John Herdman melakukan eksperimen dengan menurunkan Ole Romeny, Luke Vickery, dan Mitchell Baker secara bersamaan. Ketiganya memiliki karakter permainan yang berbeda sehingga memberikan variasi baru bagi lini serang Timnas Indonesia.

    Luke Vickery ditempatkan lebih melebar sebagai penyerang sayap. Pemain yang baru menjalani proses naturalisasi pada pertengahan 2026 tersebut mendapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya dalam pertandingan kompetitif bersama dua pemain lainnya.

    Sementara itu, Ole Romeny diberikan keleluasaan untuk bergerak di area depan. Ia tidak hanya menunggu bola di satu posisi, tetapi juga berusaha mencari ruang dan membangun kombinasi dengan rekan-rekannya. Mitchell Baker sendiri beroperasi sebagai penyerang tengah.

    Formasi tersebut menjadi salah satu hal menarik dari kemenangan Indonesia atas Singapura. Pasalnya, ketiga pemain tersebut belum memiliki banyak kesempatan untuk membangun pemahaman di lapangan.

    2. Vickery dan Romeny Berkontribusi Langsung

    Meski baru pertama kali dimainkan bersama, trio tersebut langsung memberikan kontribusi terhadap kemenangan Timnas Indonesia. Luke Vickery terlibat dalam proses terciptanya gol pertama yang kemudian diselesaikan oleh Ragnar Oratmangoen.

    Sementara itu, Ole Romeny mencatatkan namanya di papan skor setelah dipercaya menjadi eksekutor penalti. Gol tersebut membuat Indonesia semakin nyaman mengendalikan pertandingan hingga peluit panjang.

    Kontribusi tersebut menjadi sinyal positif bagi Herdman. Namun, sang pelatih tidak ingin buru-buru menilai ketajaman lini depan hanya berdasarkan jumlah gol maupun peluang yang tercipta dalam satu pertandingan.

    Menurutnya, ketiga penyerang tersebut masih membutuhkan waktu untuk membangun koneksi. Faktor pengalaman bermain bersama akan menjadi bagian penting dalam meningkatkan efektivitas serangan Indonesia sepanjang turnamen.

    3. John Herdman Sebut Trio Baru Masih Bisa Berkembang

    Herdman mengakui bahwa persiapan trio Ole Romeny, Luke Vickery, dan Mitchell Baker belum panjang. Pertandingan melawan Singapura menjadi pengalaman pertama bagi mereka untuk menjalankan peran tersebut secara bersamaan dalam pertandingan resmi.

    Pelatih asal Inggris itu melihat adanya ruang besar untuk meningkatkan koordinasi di antara para pemain. Dengan semakin banyak pertandingan, ia berharap pergerakan ketiga pemain dapat semakin menyatu dan menghasilkan pola serangan yang lebih efektif.

    "Para pemain akan semakin tajam seiring bertambahnya jumlah pertandingan yang kami jalani bersama. Ada Luke Vickery yang bermain bersama Mitchell Baker untuk pertama kalinya. Ole juga bermain bersama Mitchell dan Luke untuk pertama kalinya," paparnya selepas laga.

    Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Herdman tidak hanya melihat hasil pertandingan pertama. Ia juga mempertimbangkan proses adaptasi antarpemain sebagai bagian dari pembangunan tim untuk pertandingan selanjutnya.

    4. Kerja Sama Antarpemain Jadi Fokus Utama

    Menurut Herdman, keberhasilan lini depan tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan mencetak gol. Hubungan antarpemain, pergerakan tanpa bola, komunikasi, serta kemampuan membaca ruang juga menjadi bagian penting dalam membangun serangan.

    Ole Romeny, Luke Vickery, dan Mitchell Baker membutuhkan waktu untuk memahami karakter permainan masing-masing. Semakin sering mereka bermain bersama, semakin besar pula peluang terbentuknya pola kombinasi yang lebih natural.

    "Ada banyak kerja sama yang akan semakin berkembang sepanjang turnamen ini," tambahnya.

    Proses tersebut juga dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi Herdman dalam menentukan strategi. Dengan memiliki beberapa pemain yang mampu mengisi posisi berbeda di lini depan, Indonesia mempunyai peluang untuk mengubah pendekatan permainan sesuai kebutuhan pertandingan.

    5. Herdman Minta Kerja Keras Tim Tetap Diapresiasi

    Kemenangan 2-0 atas Singapura memang menjadi hasil yang penting, tetapi Herdman meminta performa para pemain tidak dinilai hanya dari statistik penyelesaian akhir. Ia menilai kerja keras sepanjang pertandingan juga patut mendapatkan perhatian.

    Para penyerang memiliki tugas yang lebih luas daripada sekadar mencetak gol. Mereka harus membantu pressing, membuka ruang bagi pemain lain, menarik perhatian bek lawan, serta terlibat dalam proses membangun serangan dari lini tengah.

    "Jadi, kami harus mengapresiasi kerja keras dalam pertandingan ini, bukan hanya sekadar melihat aspek penyelesaian akhir atau tembakan ke gawang," tutupnya.

    Pandangan tersebut menunjukkan bahwa sistem permainan yang diterapkan Herdman membutuhkan kontribusi kolektif. Penyerang tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari struktur permainan yang melibatkan seluruh lini.

    Komentar
    Additional JS