Jadwal Asian Games 2026 tak Wajar, Jonatan Christie Jadi Korban Berlaga Dini Hari - Bolasport
Jonatan mengaku tak memiliki waktu pemulihan yang cukup sebelum laga perempat final.
Rep: Fitriyanto

dok PBSI Jonatan Christie
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Jadwal pertandingan nomor perorangan bulu tangkis Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mendapat sorotan setelah tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, mengaku tidak memiliki waktu pemulihan yang cukup sebelum menjalani laga perempat final. Jonatan yang berstatus unggulan pertama sekaligus pemain nomor satu dunia harus mengakhiri perjuangannya setelah kalah dari wakil Singapura, Loh Kean Yew, dua gim langsung 14-21, 19-21, pada Ahad (27/9/2026).
Kekalahan tersebut terasa mengecewakan bagi Jonatan. Terlebih, Loh Kean Yew sebelumnya belum pernah mengalahkan Jonatan dalam pertemuan kedua pemain.
Namun, Jonatan menilai persoalan utama yang dihadapinya bukan semata-mata permainan di lapangan, melainkan kondisi fisik akibat waktu pemulihan yang sangat terbatas.
"Pertama selalu bersyukur apa pun hasilnya. Tapi dibilang kecewa, sangat kecewa. Bukan karena mainnya juga, tapi waktu recovery yang terbatas, tidak maksimal," kata Jonatan seusai pertandingan, Ahad (27/9/2026).
Jonatan menjelaskan, pertandingan sebelumnya berakhir sekitar pukul 02.00 dini hari. Setelah itu, ia masih harus menempuh perjalanan sekitar 50 menit menuju hotel. Ia baru dapat beristirahat sekitar pukul 03.30 dan harus kembali bangun sekitar pukul 09.00.
"Badannya sebenarnya pas datang ke sini masih seperti oke saja, hanya pas dipakai main power speed-nya sudah habis, dipakai sedikit langsung lemas," ujar Jonatan.
Kondisi tersebut semakin terasa pada gim kedua. Jonatan berusaha meningkatkan intensitas permainan dan melakukan perlawanan setelah tertinggal, tetapi tenaganya kembali menurun menjelang akhir pertandingan.
"Di gim kedua sudah coba memaksa, coba fight back lagi, tapi menjelang akhir kembali drop tenaganya. Saya mengucapkan selamat untuk Loh Kean Yew," kata Jonatan.
Sebelumnya pada babak 16 besar, laga Jonatan melawan Pulikkutty Arachchilage Nettasinghe asal Sri Lanka berlangsung di lapangan nomor satu, dengan urutan pertandingan paling akhir. Lapangan tersebut sudah dipakai untuk berlaga sejak pukul 09.30 dan dipakai untuk melakoni 15 pertandingan yang baru berakhir pada Ahad pagi.
Usai laga versus Pulikkutty, Jonatan mengaku cukup kesal karena jadwal pertandingan tersebut dan kecewa dengan panitia yang tidak melakukan inisiatif.
"Cukup kesal, kenapa tidak dipindahkan ke lapangan tiga atau empat yang sudah selesai lebih dulu. Itu mengganggu fokus bertanding," katanya menambahkan.
Halaman 2 / 2
Menanggapi persoalan tersebut, Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Todotua Pasaribu, mengatakan pihaknya memahami bahwa pertandingan dalam ajang multievent seperti Asian Games memiliki dinamika tersendiri, termasuk kemungkinan atlet harus tampil lebih dari sekali dalam sehari dengan jeda yang relatif singkat.
"Untuk jadwal pertandingan bulu tangkis nomor perorangan, kami memahami bahwa format dan kebutuhan pertandingan di multievent seperti Asian Games memang memiliki dinamika tersendiri. Ada situasi di mana atlet harus bertanding lebih dari satu kali dalam sehari, bahkan dengan jeda yang cukup singkat," kata Todotua ketika dihubungi Republika.co.id, Senin (28/9/2026).
Menurut Todotua, ketentuan mengenai jadwal dan format pertandingan tersebut telah disampaikan dalam Technical Meeting serta Technical Handbook kepada seluruh peserta. Meski demikian, ia menegaskan Tim Indonesia tetap berupaya memastikan para atlet memperoleh dukungan maksimal, terutama dalam hal pemulihan kondisi fisik.
"Tim Indonesia melalui ofisial dan tim medis terus memonitor kondisi para atlet, termasuk setelah pertandingan dan sebelum mereka kembali bertanding," ujar Todotua.
Ia menambahkan, tim Indonesia juga terus berkomunikasi dengan tim cabang olahraga untuk memastikan kebutuhan atlet terpenuhi. Hal itu mencakup proses recovery, kebutuhan medis, dukungan makanan dan nutrisi, hingga transportasi.
Todotua mengakui pertandingan yang berakhir larut malam, seperti yang dialami Jonatan, kemudian dilanjutkan dengan pertandingan pada keesokan harinya dalam waktu istirahat relatif singkat, bukan kondisi ideal bagi atlet.
"Ini memang tidak ideal dan kami melalui NOC Indonesia sudah menyampaikan keluhan ini untuk disampaikan kepada OCA," kata Todotua.
Meski demikian, Todotua memastikan Tim Indonesia akan terus memberikan dukungan penuh kepada para atlet agar dapat menjaga kondisi dan fokus menghadapi pertandingan berikutnya.
"Kami dan tim selalu berusaha memberikan support penuh agar para atlet kita semua bisa fokus bertanding, menjaga kondisi, dan memberikan penampilan terbaik mereka di ajang Asian Games ini," ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan kepada para atlet Merah Putih yang masih berjuang di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
"Mari kita terus memberikan energi positif dan dukungan kepada para atlet. Perjalanan masih panjang, dan kami ingin memastikan mereka tetap fokus dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya dan dapat tampil di penampilan terbaik mereka di ajang Asian Games ini," kata Todotua.
Berita Terkait
Jadwal Indonesia di Asian Games 2026 Hari Ini: Potensi Dua Emas dari Bulu Tangkis
Sport - 55 menit yang lalu
Indonesia Berpeluang Raih Dua Emas Badminton Asian Games Hari Ini, Cek Jadwal Laga Final dalam WIB
Sport - 2 jam yang lalu
Melaju ke Final Asian Games 2026, Leo/Daniel: Kami tak Mau Menyia-nyiakan Kesempatan
Sport - 14 jam yang lalu
Pupusnya Harapan Peraih Emas Olimpiade Rizki Juniansyah Tampil di Asian Games, Bukan Soal Doping
Sport - 16 jam yang lalu
Fajar/Fikri Takluk di Semifinal, All Indonesian Final Asian Games 2026 Gagal Terwujud
Sport - 18 jam yang lalu