Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Asian Games Berita Featured Spesial

    Asian Games Akui Salah Kelola Logistik, Akomodasi Atlet Kacau - Kompas

    4 min read

     

    NAGOYA, KOMPAS.com - Penyelenggara utama Asian Games pada Sabtu (26/9/2026) meminta maaf atas masalah logistik selama gelaran olahraga terbesar Asia itu.

    Mereka mengatakan, masuknya atlet dan pejabat secara mendadak telah mempersulit kelancaran pelayanan.

    Jumlah peserta di ajang bergengsi tingkat benua ini membengkak menjadi 17.000 setelah banyaknya pendaftaran di menit-menit terakhir, sekitar 2.000 lebih banyak dari yang awalnya diproyeksikan oleh Komite Penyelenggara Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

    Lonjakan jumlah peserta tak terduga ini membebani jaringan akomodasi dan transportasi, sehingga memicu keluhan dari para atlet dan ofisial tim mengenai kamar yang sempit, tempat tidur kecil, dan keterlambatan perjalanan.

    Fakta Emas Tim Beregu Asian Games, Akhiri Penantian 28 Tahun dengan "Epic Comeback" Lawan China

    Baca juga: Cetak Sejarah, Siswa SD Jepang Raih Emas Asian Games 2026

    "Terjadi kesalahan dalam hal akomodasi dan transportasi, karena berbagai alasan," kata Sekretaris Jenderal AINAGOC, Satoshi Murate, dalam konferensi pers, dikutip dari Reuters.

    "Apa pun penyebabnya, AINAGOC bertanggung jawab untuk menyediakan layanan tersebut, dan saya dengan tulus meminta maaf atas kesalahan-kesalahan tersebut," sambungnya.

    Ia memastikan, pihaknya bekerja setiap hari untuk mengidentifikasi penyebab setiap kesalahan dan memastikan tidak terulang lagi. 

    "Saya rasa Anda dapat melihat bahwa akomodasi dan transportasi telah meningkat pesat dibandingkan dengan masa-masa awal," ujarnya.

    Baca juga: Thailand Ungkap Kekacauan Asian Games Jepang, Atlet sampai Frustrasi

    Akui kesulitan pertahankan standar layanan

    Murate menambahkan, mempertahankan standar layanan yang konsisten terbukti menantang setelah peningkatan jumlah delegasi yang signifikan.

    "Prioritas utama kami adalah memastikan para atlet dapat berkompetisi dengan kemampuan terbaik mereka. Kami sepenuhnya berkomitmen untuk melakukan perbaikan yang diperlukan guna memastikan mereka dapat melakukannya," jelas dia.

    "Kami sudah mengerjakan sejumlah perbaikan, dan di paruh kedua penyelenggaraan, kami ingin memastikan upaya-upaya tersebut membuahkan hasil dan kami dapat mengelola berbagai hal dengan lebih lancar dan efektif," lanjutnya.

    Pelatih bola basket wanita Mongolia, Javier Garcia Alvarez mengkritik sistem transportasi setelah sesi latihan terpaksa dibatalkan karena bus tim tidak kunjung datang.

    Baca juga: 2 Delegasi Korut di Asian Games Tak Mau Pulang, Dilaporkan Cari Suaka di Jepang

    "Saya pernah bermain di banyak Piala Bola Basket FIBA Asia dan bahkan Asian Games di Incheon beberapa tahun lalu. Saya tidak pernah mengalami masalah seperti ini, yaitu bus tidak datang untuk latihan," katanya kepada Reuters.

    "Agak mengecewakan karena kami sudah merencanakan beberapa latihan, beberapa sesi menembak untuk para pemain putri dan mental sudah siap untuk itu, namun pada akhirnya kami harus membatalkannya," tambahnya.

    Pemain squash Filipina, Yvonne Alyssa Dalida harus menunggu cukup lama sebelum bisa masuk ke kamarnya di atas kapal pesiar sewaan, meskipun ia menemukan sisi positif dari pengaturan yang tidak biasa ini.

    "Menurut saya, Jepang atau AINAGOC bisa mempersiapkan diri lebih baik untuk acara ini, tetapi saya juga menganggapnya keren karena sangat unik," ungkapnya.

    "Saya belum pernah naik kapal pesiar, jadi saya pikir itu juga merupakan sisi positif dari penggunaan hal ini," pungkasnya.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Update Klasemen Medali Asian Games 2026: China di Puncak, Indonesia Posisi 20

    Komentar
    Additional JS